

Cuplikcom - Indramayu - Rangkaian panjang acara adat Sedekah Bumi Buyut Tuan Segara di Desa Santing, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, mencapai puncaknya pada hari Minggu (30/11/2025). Setelah sebelumnya dimeriahkan oleh karnaval dan doa bersama, pagi ini fokus tertuju pada tradisi kumpul tumpeng, sebuah ungkapan syukur kolektif masyarakat atas hasil panen dan keselamatan yang telah dilimpahkan.
Prosesi kumpul tumpeng menjadi pemandangan utama di lokasi acara, yang bertempat di lingkungan RT 07 RW 02 Desa Santing. Sejak pagi, ratusan warga telah berkumpul dengan membawa wadah-wadah besar berisi tumpeng, lauk pauk, sayur mayur, dan buah-buahan.
Pemandangan tersebut menampakkan kekayaan kuliner dan hasil bumi lokal. Beragam makanan tradisional, hasil panen terbaik, serta aneka jajanan pasar, tertata rapi dbuah-buahan memenuhi area di depan panggung pagelaran wayang.
Setiap wadah tumpeng yang dibawa bukan sekadar makanan, melainkan simbol harapan dan rasa terima kasih kepada alam serta leluhur, Buyut Tuan Segara. Tradisi ini telah dijaga turun-temurun sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas Desa Santing.
Antusiasme warga semakin terlihat dengan kehadiran sejumlah tokoh penting. Kuwu Desa Santing, Hj. Sairoh, didampingi seluruh jajaran Perangkat Desa Santing, tampak hadir membaur bersama masyarakat.
Kehadiran Kuwu menjadi penanda dukungan penuh Pemerintah Desa terhadap pelestarian adat dan budaya lokal. Perangkat desa juga berperan aktif dalam memastikan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.
Acara Kumpul Tumpeng juga mendapat perhatian dari aparat keamanan dan ketertiban. Perwakilan dari Polsek Losarang, Koramil 1611/Losarang, serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Losarang turut hadir, memberikan rasa aman dan tertib selama berlangsungnya kegiatan.
Kehadiran berbagai pihak ini menegaskan bahwa Sedekah Bumi bukan hanya urusan internal desa, tetapi juga mendapat apresiasi sebagai agenda budaya daerah. Hal ini menunjukkan sinergi yang harmonis antara masyarakat, pemerintah desa, dan aparat.
Setelah prosesi kumpul tumpeng selesai dilaksanakan, fokus acara selanjutnya bergeser ke ranah hiburan sekaligus edukasi budaya. Warga telah menanti dengan sabar pertunjukan seni tradisional yang menjadi penutup acara adat tahunan ini.
Pagelaran wayang purwa dari Putra Langen Kusuma dijadwalkan pada Siang hingga Sore hari dan akan dilanjutkan kembali pada Malam hari sampai selesai. Pagelaran wayang purwa Putra Langen Kusuma akan menghibur dan memberikan tontonan yang kental dengan nilai-nilai Jawa. Wayang dipilih sebagai media untuk menyampaikan pesan moral dan hikmah kehidupan.
Pertunjukan ini merupakan puncak dari rangkaian acara yang telah dimulai sejak hari Sabtu (29/11/2025), diawali dengan karnaval di pagi hari dan dilanjutkan dengan doa bersama dan tahlil pada malam harinya.
Acara adat desa Sedekah Bumi Buyut Tuan Segara di tahun 2025 ini diketuai oleh Sartalim. Adat desa Sedekah Bumi Buyut Tuan Segara ini tidak hanya berfungsi sebagai acara adat desa tahunan, tetapi juga menjadi sarana efektif untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga. Masyarakat Desa Santing tumpah ruah merayakan kebersamaan dan merawat kekayaan budaya mereka.
Dengan suksesnya rangkaian acara ini, Desa Santing menunjukkan komitmennya dalam melestarikan warisan leluhur. Semangat gotong royong dan rasa syukur menjadi inti dari perayaan adat yang berlangsung meriah, tertib, dan penuh makna.
Secara keseluruhan, Sedekah Bumi Buyut Tuan Segara di Desa Santing tahun ini berjalan lancar dan penuh khidmat. Kumpul tumpeng dan pagelaran wayang purwa mengukuhkan desa ini sebagai salah satu penjaga kuat tradisi di Kabupaten Indramayu, sekaligus menjadi contoh nyata bagaimana adat dapat hidup berdampingan dengan perkembangan zaman.