Sabtu, 18 September 2021

Palsukan Bilyet Deposito Rp45 Miliar, Pegawai BNI di Makassar Jadi Tersangka

Palsukan Bilyet Deposito Rp45 Miliar, Pegawai BNI di Makassar Jadi Tersangka

HUKUM
13 September 2021, 19:20 WIB

CuplikCom-Palsukan-Bilyet-Deposito-Rp45-Miliar,-Pegawai-BNI-di-Makassar-Jadi-Tersangka-13092021192405-20210913_191826.jpg

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus, Brigjen Helmi Santika (Cuplikcom/ M.Riko Indrianto)

Cuplikcom-Jakarta-Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri telah menetapkan satu pegawai BNI Makassar, Sulawesi Selatan, sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemalsuan bilyet deposito seorang nasabah di Kantor Cabang BNI Makassar.

"Sudah dilakukan penetapan tersangka dan penahanan terhadap tersangka atas nama MBS. Tersangka MBS adalah pegawai BNI Makassar," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri, Brigjen Helmi Santika, saat dihubungi, Senin (13/9).

Selain itu, berdasarkan hasil pengembangan penyidikan, polisi telah menetapkan dua tersangka lainnya.

"Saat ini berkas sudah dikirimkan (tahap 1) ke kejaksaan," ujarnya.

Helmi menjelaskan, penetapan tersangka tersebut berawal dari Laporan Polisi (LP) dengan nomor LP/B/0221/IV/2021/Bareskrim tanggal 1 April 2021 tentang dugaan Tindak Pidana Perbankan dan Tindak Pidana Pencucian Uang.

"Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 ayat (1) huruf a dan huruf b dan ayat (2) huruf b Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan atas UU Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan dan atau Pasal 3 dan Pasal 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang, yang dilakukan oleh tersangka atas nama MBS," jelasnya.

Dalam kasus ini, sejumlah nasabah telah mengalami kerugian yakni IMB sebesar Rp45 miliar dari dana deposan seluruh Rp70 milar dan sudah dibayar sebesar Rp25 miliar.

"Deposan H sebesar Rp16,5 miliar dari dana yang didepositokan sebesar Rp20 miliar, sudah di bayar Rp3,5 miliar. Deposan R dan A sebesar Rp50 miliar sudah dibayar," sebutnya.

Terkait kasus ini, polisi sudah melakukan pemeriksaan terhadap 20 orang saksi serta dua orang ahli perbankan dan pidana.

"Sekilas tentang perbuatan tersangka MBS, yaitu pada pertengahan bulan Juli 2019 menawarkan kepada deposan/nasabah RJ dan AN untuk membuka deposito di BNI cabang Makassar dengan bunga 8,25 persen dan mendapatkan bonus lainnya," ungkapnya.

"Hal tersebut juga ditawarkan kepada deposan/nasabah HN dan IMB pada sekitar Juli 2020 dengan cara dana terlebih dahulu dimasukkan ke rekening bisnis di BNI cabang makassar atas nama para deposan," sambungnya.

Selanjutnya, MBS menyerahkan slip kepada para deposan untuk ditandatangani dengan alasan akan dipindahkan ke rekening deposito. Kemudian, MBS dan rekan bisnisnya menarik dana dari rekening bisnis deposan dan dalam waktu yang bersamaan disetorkan ke rekening yang sudah disiapkan oleh MBS dan kawan-kawan.

"Di antaranya terdapat rekening fiktif/bodong, rekening PT AAU terdapat 7 rekening fiktif/bodong, rekening ARM terdapat 2 rekening fiktif/bodong, rekening IN terdapat 2 rekening fiktif/bodong, rekening PT A terdapat 1 rekening fiktif/bodong dan rekening HN terdapat rekening fiktif/bodong," ucapnya.

Belajar dari kasus ini, Helmi mengingatkan kepada masyarakat agar tidak mudah menandatangani sebuah slip kosong yang diberikan oleh pegawai bank.

"Walaupun sebagai nasabah prioritas atau emerald sebaiknya jangan terlalu mudah untuk percaya dan tetap harus cek terlebih dahulu produk dan dokumen apa saja yang disodorkan oleh pegawai bank. Untuk menghindari adanya penyalahgunaan dana masyarakat yang ada di bank dan jangan mau tanda tangan di slip yang kosong yang disodorkan oleh pegawai bank. Karena akan mudah untuk diisi disalahgunakan," tutupnya.


Penulis : M Riko Indrianto
Editor : Ade Lukman

CURHAT RAKYAT

Siap Dukung Pak H Juhadi Bupati Indramayu 2020

Wayae wayae... saatnya Indramayu memiliki pemimpin yang mampu dan bisa berbuat untuk rakyat Indramayu. Semoga partai partai pada sadar dan merekom pa H Juhadi untuk bupati Indramayu 2020. amiiin

Pilbup indramayu

Semoga Bupati Indramayu 2020 - 2025 Kang Raden Inu Danubaya Turun Wiralodra XII Bukan keturunan koruptor Bukan orang pemerintahan atau anggota dewan/DPR Sing pasti amanah jujur dan bermasyarakat juga memakmurkan rakyatnya ya Kang Inu Dananubaya As

bupati indramayu

kapan ya bupati indramayu dipimpin oleh orang PDIP Semoga terjadi sampe jadi bupati indramayu dipimpin wong cilik PDIP

TERBARU LAINNYA

IKLAN BARIS

Dijual Lahan dikawasan industri Arjawinangun Cirebon, sangat cocok utk dibuat gudang dll, luas lahan +-2300, lebar muka 15m, kontainer bisa masuk, surat² AJB, hrg Rp. 600/M nego hub 082127203397
MENERIMA PEMBELIAN SEPEDA MOTOR YAMAHA RESMI WILAYAH INDRAMAYU, MAJALENGKA, CIREBON. HUBUNGI: LISNA HP: 082118907899
Jual Prodak Disinfektan dan Car Air Disinfektan Wilayah Ciayumajakuning Hub Dahlia WA 087827500060
layanan terapi hati ,kesembuhan luka batin,fobia,anxiety ,cemas, hidup sial,tak bahagia ,rezeki seret,psikomatik dan semua yang urusan pikiran ,bisa konsultasi wa 0813 5227 9928 /bang rudy insyaalllah
Ingin Bisa dan Handal MengemudiKursus Mengemudi Fajar Utama Indramayu Solusinya. Hub WA 087717771475