Sabtu, 18 September 2021

Hasil Autopsi Jenazah Pemuda di Jaktim Tak Terkait Vaksin AstrZeneca

Hasil Autopsi Jenazah Pemuda di Jaktim Tak Terkait Vaksin AstrZeneca

SOSIAL
3 Agustus 2021, 22:17 WIB

CuplikCom-Hasil-Autopsi-Jenazah-Pemuda-di-Jaktim-Tak-Terkait-Vaksin-AstrZeneca-03082021221936-20210803_221415.jpg

Proses Pemakaman Jenazah Pemuda Bernama Trio Fauqi Firdaus di Buaran Jaktim (Cuplikcom/ M.Riko Indrianto)


Cuplikcom-Jakarta-Hasil autopsi terhadap Trio Fauqi Virdaus, pemuda di Jakarta Timur yang meninggal usai vaksinasi COVID-19 berhasil diungkap. Hasilnya, tidak ada bukti keterkaitan dengan KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) vaksin AstraZeneca.

Ketua Komnas KIPI, Prof Hindra Irawan Satari menyebut, autopsi klinis dilakukan dengan sangat teliti sehingga membutuhkan waktu relatif panjang. Autopsi dilakukan oleh tim dokter profesional yang independen.

"Kesimpulannya, tidak cukup bukti sampai dengan saat ini untuk mengaitkan KIPI yang terjadi dengan imunisasi yang diberikan," kata Prof Hindra dalam pernyataan pers, Selasa (3/8/2021).

"Hasil otopsi klinis juga tidak menunjukkan adanya pembekuan darah, atau blood clot, yang selama ini diduga dapat ditimbulkan karena vaksin AstraZeneca," lanjutnya.

Dalam proses autopsi, tim dokter menghadapi tantangan karena jenazah sudah dikebumikan sekitar 2 pekan. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mencakup mikroskopis dan makroskopis serta laboratoris.
"Dari hasil autopsi klinis ditemukan kelainan di paru, namun tidak adekuat untuk ditetapkan sebagai penyebab kematian," kata Dr dr Ade Firmansyah Sugiharto, SpF.M(K), ketua tim autopsi klinis RS Cipto Mangunkusumo.

Sementara itu, juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI mengingatkan untuk langsung mendatangi fasilitas kesehatan jika mengalami efek samping setelah vaksinasi.

"Untuk melapor, tidak diperlukan syarat apapun," tegas dr Nadia.


Sebelumnya, Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) mengungkap hasil autopsi pemuda Jakarta Timur, Trio Fauqi Virdaus yang meninggal usai vaksinasi AstraZeneca. Disebutkan, tidak ada indikasi pembekuan darah yang dikhawatirkan timbul dari vaksin AstraZeneca.

"Kami turut berduka cita dengan kejadian ini. Berdasarkan permintaan pihak Dinas Kesehatan DKI Jakarta, tim forensik RSCM telah melakukan otopsi klinis terhadap almarhum Trio Fauqi Virdaus. Autopsi klinis dilakukan dengan sangat teliti, oleh karena itu diperlukan waktu yang cukup panjang," jelas Prof Dr dr Hindra Irawan Satari, Ketua Komnas KIPI dalam rilis Kemenkes RI, dikutip Selasa (3/8/2021).

"Selain itu, autopsi klinis dilakukan oleh tim dokter profesional dan independen. Kesimpulannya, tidak cukup bukti sampai dengan saat ini untuk mengaitkan KIPI yang terjadi dengan imunisasi yang diberikan. Hasil otopsi klinis juga tidak menunjukkan adanya pembekuan darah, atau blood clot, yang selama ini diduga dapat ditimbulkan karena vaksin AstraZeneca," sambungnya.

Dr dr Ade Firmansyah Sugiharto, SpFM(K), Ketua Tim Autopsi Klinis, menyampaikan otopsi memakan waktu lama dikarenakan jenazah sudah dimakamkan sekitar 2 minggu sebelum akhirnya diperiksa. Dari pemeriksaan, ditemukan adanya kelainan di paru tetapi tidak bisa dipastikan sebagai penyebab pasti meninggalnya yang bersangkutan karena jenazah sudah dalam kondisi membusuk.

"Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh secara makroskopik dan mikroskopik serta laboratorium dengan melibatkan ahli kedokteran forensik dan medikolegal, patologi anatomik, patologi klinik, mikrobiologi, dan ilmu penyakit dalam," sebut Dr Ade.

"Dari hasil autopsi klinis ditemukan kelainan di paru, namun tidak adekuat untuk ditetapkan sebagai penyebab kematian karena jenazah telah membusuk lanjut saat diotopsi," sambungnya.

Prof Hindra mengaku kejadian tersebut akan menjadi catatan laporan KIPI serius untuk terus memantau pelaksanaan vaksinasi ke depan, meskipun bukti yang ada belum bisa menunjukkan apakah vaksin AstraZeneca benar menjadi penyebabnya.


Penulis : M Riko Indrianto
Editor : Ade Lukman

CURHAT RAKYAT

Siap Dukung Pak H Juhadi Bupati Indramayu 2020

Wayae wayae... saatnya Indramayu memiliki pemimpin yang mampu dan bisa berbuat untuk rakyat Indramayu. Semoga partai partai pada sadar dan merekom pa H Juhadi untuk bupati Indramayu 2020. amiiin

bupati indramayu

kapan ya bupati indramayu dipimpin oleh orang PDIP Semoga terjadi sampe jadi bupati indramayu dipimpin wong cilik PDIP

Pilbup indramayu

Semoga Bupati Indramayu 2020 - 2025 Kang Raden Inu Danubaya Turun Wiralodra XII Bukan keturunan koruptor Bukan orang pemerintahan atau anggota dewan/DPR Sing pasti amanah jujur dan bermasyarakat juga memakmurkan rakyatnya ya Kang Inu Dananubaya As

TERBARU LAINNYA

IKLAN BARIS

Ingin Bisa dan Handal MengemudiKursus Mengemudi Fajar Utama Indramayu Solusinya. Hub WA 087717771475
MENERIMA PEMBELIAN SEPEDA MOTOR YAMAHA RESMI WILAYAH INDRAMAYU, MAJALENGKA, CIREBON. HUBUNGI: LISNA HP: 082118907899
Jual Prodak Disinfektan dan Car Air Disinfektan Wilayah Ciayumajakuning Hub Dahlia WA 087827500060
Dijual Lahan dikawasan industri Arjawinangun Cirebon, sangat cocok utk dibuat gudang dll, luas lahan +-2300, lebar muka 15m, kontainer bisa masuk, surat² AJB, hrg Rp. 600/M nego hub 082127203397
layanan terapi hati ,kesembuhan luka batin,fobia,anxiety ,cemas, hidup sial,tak bahagia ,rezeki seret,psikomatik dan semua yang urusan pikiran ,bisa konsultasi wa 0813 5227 9928 /bang rudy insyaalllah