Senin, 26 Oktober 2020

GENPPARI - GETAHPALU Bersinergi Tingkatkan Ketahanan Pangan Melalui Konsep Wisata Agroponik

GENPPARI - GETAHPALU Bersinergi Tingkatkan Ketahanan Pangan Melalui Konsep Wisata Agroponik

RAGAM
20 Januari 2020, 07:45 WIB

CuplikCom20012020074625-IMG-20200120-WA0006.jpg

Tingkatkan Ketahanan Pangan Melalui Konsep Wisata Agroponik (Foto: istimewa)

Cuplikcom - Bandung - GENPPARI sebagai tempat bernaungnya seluruh para pegiat ragam wisata nusantara atau pecinta pariwisata Indonesia, terus menanamkan kiprah nyata dalam memajukan pariwisata Indonesia.

Tidak terpaku oleh sesuatu yang baku dan sudah ada, tetapi terus melakukan terobosan nyata dengan ide – ide kreatif untuk meumbuhkembangkan ragam wisata dalam rangka memperluas pangsa pasar wisata, baik wisatawan dalam negeri maupun wisatawan luar negeri.

Di pagi hari yang indah kota Bandung, Ketua Umum Pegiat Ragam Wisata Nusantara (PRAWITA) atau lebih dikenal dengan sebutan Gerakan Nasional Pecinta Pariwisata Indonesia (GENPPARI) Dede Farhan Aulawi menjelaskan bahwa GENPPARI terus bersinergi dengan banyak komunitas yang sejalan dalam pengembangan pariwisata Indonesia.

"Setelah minggu lalu bersinergi dengan “Spirit An Nahl” dalam pengembangan wisata Berburu Lebah dan beternak Lebah, sekarang bersinergi dengan Gerakan Ketahanan Pangan Keluarga (GETAHPALU) dalam pengembangan wisata Agroponik dalam membangun ketahanan pangan keluarga Indonesia," ujarnya, Minggu 19 Januari 2020.

"Yang pada akhirnya akan membantu meningkatkan ketahanan pangan nasional, mewujudkan kedaulatan pangan, dan juga langkah antisipatif jika terjadi krisis pangan global," imbuhnya.

Selanjutnya Dede juga menjelaskan bahwa membangun ketahanan pangan tidak kalah pentingnya dengan membangun ketahanan negara yang lainnya, seperti ketahanan energi, ketahahan mental ideologi, dan sebagainya.

"Karena sebagus apapun pembangunan fisik, kalau warganya kelaparan maka bisa menimbulkan kerusakan dan bahkan kehancuran. Apalagi konsumsi warga terhadap pangan, khususnya beras termasuk pengkonsumsi beras tertinggi di dunia. Artinya ketergantungan masyarakat pada beras sangat tinggi," ungkapnya.

"Sementara lahan pertanian atau persawahan juga semakin menyempit, karena dipakai untuk lahan jalan, pembngunan pabrik dan perumahan. Oleh karena itu bagaimana memikirkan ketahanan pangan dalam skala kecil seperti dalam rumah tangga merupakan sesuatu yang sangat penting," sambungnya.

"Untuk merealisasikan impian tersebut, GETAHPALU sudah melakukan berbagai penelitian pangan dalam pengembangan bidang pertanian khususnya padi," tambahnya.

Dede menuturkan melalui Inovasi Pertanian Padi  Organik dengan Sistim Agroponik yang diinisiasi oleh GETAHPALU tersebut, akhirnya impian ini setahap demi setahap bisa terwujud.

"Oleh karena itu, kita yakin bahwa apa yang dilakukan di atas bisa bermanfaat untuk kemaslahatan bangsa dan negara," tegas Dede. 

Pertanian Sistim Agroponik tidak tergantung musim (kemarau atau hujan), sehingga tidak  mengenal istilah gagal panen karena kekeringan atau kebanjiran. Di samping itu, konsep inipun tidak meninggalkan kearifan lokal dari  para petani konvensional dengan menanam tanaman ferugisia yaitu tanaman bunga pengalih hama.

Dia menambahkan satu hal lagi yang perlu diketahui adalah, bahwa Agroponik bukanlah Hidroponik, walaupun ada kemiripan tapi keduanya memiliki karakter yang sangat berbeda. Agroponik bersifat sangat alamiah/organik karena sifatnya non kimia.

Ia memaparkan sementara Hidroponik pupuknya berupa nutrisi hasil rekayasa manusia atau tidak alami. Pertanian Sistim Agroponik menitik beratkan lebih kepada  tanaman padi, karena beras merupakan makanan pokok, sementara sayuran daun dan sayuran buah sifatnya menjadi tanaman pendamping.

"Pertanian Organik Sistim Agroponik, yaitu pertanian yang sehat dan ramah lingkungan yang dikondisikan secara alamiah dengan mengkombinasikan keseimbangan alam atas prinsip simbiosis mutualis antara tanaman padi dan ikan dengan memanfaatkan kinerja mikroba yang mengubah kotoran ikan menjadi pupuk bagi tanaman," tukasnya.

"Dan sebagai imbalannya, tanaman memberi oksigen, air yang bersih, serta flankton yang dibutuhkan oleh ikan dan begitu seterusnya secara  sirkulasi, sehingga tercipta sebuah ekosistem yang seimbang. Semua proses ini bekerja secara alamiah tanpa terkontaminasi oleh rekayasa manusia," tutup Dede mengakhiri keterangan.


Penulis : Winan
Editor : Anan Felicio

Tag :

CURHAT RAKYAT

bupati indramayu

kapan ya bupati indramayu dipimpin oleh orang PDIP Semoga terjadi sampe jadi bupati indramayu dipimpin wong cilik PDIP

Siap Dukung Pak H Juhadi Bupati Indramayu 2020

Wayae wayae... saatnya Indramayu memiliki pemimpin yang mampu dan bisa berbuat untuk rakyat Indramayu. Semoga partai partai pada sadar dan merekom pa H Juhadi untuk bupati Indramayu 2020. amiiin

Indramayu Darurat Korupsi

Coba gah lur pada sadara, wis aja nurut bae sekien mah, aja wedi lah, dipilih-dipilih kuh malah jeh korupsi kabeh, ampun tamah, Indramayu darurat korupsi. yu gah lur milih pemimpin sing ebat kah lur sing kira kaya daerah sejen, kira2 Indramayu bisa maju k

TERBARU LAINNYA

IKLAN BARIS

Jual Disinfektan dan Car Disinfektan OTOGARD Wilayah Ciayumajakuning Hub Dahlia 087827500060
Jual Prodak Disinfektan dan Car Air Disinfektan Wilayah Ciayumajakuning Hub Dahlia WA 087827500060
Telah hilang sebuah STNK Sepeda Motor Yamaha Mio, warna hitam, No. Pol. E 2577 PAE, atas nama Acah Wiarsyah. Kehilangan terjadi di Indramayu Kota: antara Jl. Olahraga dan Prapatan DPRD Kabupaten Indr
PK. KNPI TUKDANA MENGGALANG DANA SOSIAL PEDULI TSUNAMI BANTEN, BERSAMA ANSOR TUKDANA, REPS SUKADANA, POLSEK TUKDANA, PEMERINTAH KECAMATAN TUKDANA, LP. MAARIF BANGODUA, SMPN SATAP TUKDANA, KARANGTARUN
Ingin Bisa dan Handal MengemudiKursus Mengemudi Fajar Utama Indramayu Solusinya. Hub WA 087717771475