Rabu, 4 Agustus 2021

Imbas Iuran BPJS Naik, 49.350 Peserta Memilih Turun Kelas

Imbas Iuran BPJS Naik, 49.350 Peserta Memilih Turun Kelas

EKONOMI
30 Juni 2020, 15:41 WIB

CuplikCom30062020154259-20200630_154055.jpg

Layanan BPJS Kesehatan (Cuplik.com/ Ade Lukman)


Cuplikcom-Jakarta-Pemerintah akan menaikkan premi iuran BPJS Kesehatan untuk peserta mandiri atau peserta bukan penerima upah (PBPU), Rabu (1/7/2020) besok akibatnya sebanyak 49.350 peserta memilih untuk turun kelas sepanjang Mei 2020.

“Memang ada pergeseran kelas. Ada yang naik kelas, ada yang turun kelas,” ujar Kepala Humas BPJS Kesehatan M. Iqbal Anas Ma’ruf saat dikonfirmasi, Selasa (30/6/2020).

Gelombang penurunan kelas dalam kurun enam bulan itu paling tinggi terjadi pada Desember 2020, yakni mencapai 1,03 juta orang. Kala itu, pemerintah mengumumkan bahwa iuran BPJS Kesehatan untuk peserta mandiri akan naik pada 1 Januari 2020 sebelum akhirnya kebijakan ini dianulir oleh Mahkamah Agung.

Seperti diketahui, Pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020 untuk merealisasikan kenaikan iuran. Kenaikan berlaku bagi peserta kelas I dan II, yakni untuk kelas I dari semula Rp 80 ribu menjadi Rp 150 ribu. Sedangkan kelas II naik dari Rp 51 ribu menjadi Rp 100 ribu.

Iqbal mengatakan pergeseran kelas ini disesuaikan dengan kemampuan peserta untuk membayar iuran, berdasarkan data BPJS Kesehatan sepanjang Mei 2020, secara rinci peserta yang turun untuk kelas I ke kelas II sebanyak 9.331 orang. Kemudian, peserta kelas I yang melorot ke kelas III terdapat 11.737 orang. Lalu, peserta yang turun dari kelas II ke kelas III mencapai 28.282 orang.

Angka penurunan kelas per Mei 2020 lebih tinggi dari bulan sebelumnya. Pada April lalu, BPJS Kesehatan mencatat peserta turun kelas hanya berkisar 48.863 orang. Sedangkan sepanjang enam bulan terakhir, yakni Desember 2019 hingga Mei 2020, total penurunan kelas peserta mandiri mencapai 2,3 juta orang.

Sebelumnya, Perwakilan Komunitas Peduli BPJS Kesehatan Johan Imanuel meminta Pemerintah untuk berempati kepada Peserta BPJS Kesehatan khususnya Peserta Mandiri yang akan menambah beban finansial apabila Iuran BPJS Kesehatan dinaikan pada 1 Juli 2020.

"Mohon agar Pemerintah tidak terburu-buru dan sebisa mungkin menerima masukan-masukan Publik terlebih dahulu apakah sudah bijak jika kenaikan Iuran BPJS Kesehatan tetap diberlakukan saat Pandemi Covid-19 belum berakhir," Kata Perwakilan Komunitas Peduli BPJS Kesehatan, Johan Imanuel, dalam keterangan resminya kepada Cuplik.com, Sabtu (27/6/2020).

Johan mengingatkan kepada Pemerintah masih adanya permohonan uji materiil terhadap Perpres No 64/2020 khususnya Pasal 34 yang mengatur pemberlakuan tarif baru per 1 Juli 2020 sehingga alangkah bijaknya menunggu kepastian hukum juga.

"Seharusnya Pemerintah langsung bisa merespon positif disaat ada warganya melakukan Uji Materiil atas Perpres No 64/2020 terkait tarif baru BPJS Kesehatan dengan menerbitkan kebijakan penangguhan terlebih dahulu agar tidak tarik ulur seperti halnya kenaikan iuran BPJS Kesehatan pada Perpres No 75/2019 yang dibatalkan oleh Putusan MA No 7P/HUM/2020," tegasnya.


Penulis : Ade Lukman
Editor : Ade Lukman

CURHAT RAKYAT

Indramayu Darurat Korupsi

Coba gah lur pada sadara, wis aja nurut bae sekien mah, aja wedi lah, dipilih-dipilih kuh malah jeh korupsi kabeh, ampun tamah, Indramayu darurat korupsi. yu gah lur milih pemimpin sing ebat kah lur sing kira kaya daerah sejen, kira2 Indramayu bisa maju k

Corona pertama di indramayu

kenapa di cuplik dot com tidak ada berita korona

Siap Dukung Pak H Juhadi Bupati Indramayu 2020

Wayae wayae... saatnya Indramayu memiliki pemimpin yang mampu dan bisa berbuat untuk rakyat Indramayu. Semoga partai partai pada sadar dan merekom pa H Juhadi untuk bupati Indramayu 2020. amiiin

TERBARU LAINNYA

IKLAN BARIS

Terima Jasa Foto/Video WA 087727733461
Jual Prodak Disinfektan dan Car Air Disinfektan Wilayah Ciayumajakuning Hub Dahlia WA 087827500060
layanan terapi hati ,kesembuhan luka batin,fobia,anxiety ,cemas, hidup sial,tak bahagia ,rezeki seret,psikomatik dan semua yang urusan pikiran ,bisa konsultasi wa 0813 5227 9928 /bang rudy insyaalllah
PK. KNPI TUKDANA MENGGALANG DANA SOSIAL PEDULI TSUNAMI BANTEN, BERSAMA ANSOR TUKDANA, REPS SUKADANA, POLSEK TUKDANA, PEMERINTAH KECAMATAN TUKDANA, LP. MAARIF BANGODUA, SMPN SATAP TUKDANA, KARANGTARUN
Jual Disinfektan dan Car Disinfektan OTOGARD Wilayah Ciayumajakuning Hub Dahlia 087827500060