Senin, 30 November 2020

Permak: Carsa dan Rohadi Sama, Jika Hakim Cerdas Harus Dihukum Berat

Permak: Carsa dan Rohadi Sama, Jika Hakim Cerdas Harus Dihukum Berat

HUKUM
3 Maret 2020, 10:28 WIB

CuplikCom03032020103550-20200303_102311.jpg

Senyum Carsa saat pakai borgol di depan kantor KPK (cuplik.com/ist)

Cuplikcom - Indramayu - Menghadapi sidang vonis dan menyikapi pledoi (pembelaan) terdakwa Carsa yang meminta hukuman seringan-ringannya karena dinilai korban dari sistem pemerintahan, dinilai berlebihan. Bahkan dikatakan, jika memang jaksa dan hakim cerdas, Carsa mestinya dihukum berat dan harus dituntut Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), karena menjadi penyebab menghambur-hamburkan kerugian uang negara, seperti pada kasus Rohadi yang dituntut TPPU yang juga bermula dari praktik suap.

Hal itu diungkapkan sebagai masukan kepada hakim dalam pengambilan vonis pada sidang besok, oleh koordinator Pergerakan Masyarakat Anti Korupsi (Permak) Indramayu, Hatta, kepada cuplikcom, Selasa (3/3/2020).

"Itu pembelaan yang berlebihan. Karena publik sudah tahu dengan bukti-bukti yang dimiliki. Mari kita tengok ke belakang, bagaimana kasus yang menimpa mantan Panitera Jakarta Utara Rohadi yang divonis 7 tahun penjara hanya karena berawal menyuap hakim dengan 250 juta. Jadi Carsa dan Rohadi sangat mirip, harusnya dituntut juga TPPU. Hakim diminta cerdas dan mohon diberi hukuman seberat-beratnya karena untuk efek jera para pemain lainnya," tutur Hatta.

Hatta menjelaskan, jika hakim pada persidangan vonis nanti Carsa tidak dihukum berat, menurutnya akan berbahaya bagi supremasi hukum, khususnya di Jawa Barat. Lebih-lebih akan banyak Carsa-Carsa baru karena tak ada efek jera.

"Jadi ini sangat tidak adil, apalagi Carsa dengan terbukti menyuap hampir puluhan milyar dan menggunakan uang dari pemerintah daerah yaitu dari Bank Karya Remaja," papar Hatta.

Oleh karena itu pihaknya memohon kepada hakim Pengadilan Tipikor Bandung, bahwa demi rasa keadilan, sebagaimana yang tercantum dalam UUD 1945. Bahwa semua warga negara mempuyai kedudukan yang sama dimuka hukum.

"Dan Carsa harusnya divonis lebih tinggi dari vonis yang diterima Rohadi," tegasnya.

Selain itu Hatta juga membeberkan bahwa Carsa sebelumnya pernah masuk penjara dan dihukum 4 tahun penjara karena kasus yang hampir sama, yaitu penggelapan uang KUT.

"Sudah sepantasnya Carsa divonis dan dihukum seberat beratnya! Karena dia telah mengulangi perbuatanya melawan hukum," tandas Hatta.

Sebelumnya pada sidang pledoi terdakwa Carsa, melalui pengacaranya Halimi, yang juga pernah menjadi pengacara mantan bupati Indramayu, Irianto MS Syaifuddin alias Yance. Menurut Khalimi Carsa hanyalah korban dari sistem pemerintahan di Indramayu.

"Pa Carsa ini terpaksa melakukan itu (memberi) karena diminta dan dijanjikan akan diberikan proyek oleh Supendi, Omarsyah dan Wempi Triyoso (tersangka lain). Terdakwa juga tidak mempunyai kewenangan untuk mengatur proyek, dia merupakan korban birokrasi. Juga memenuhi kriteria untuk menjadi justice collaborator,” kata Khalimi.

Diketahui Carsa ditangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK karena menyuap bupati non aktif Supendi dan pejabat Dinas PUPR Indramayu Omarsyah dan Wempi.

Kemudian jaksa KPK menuntut Carsa dengan hanya 2,5 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider 3 bulan penjara.


Penulis : Gustiawan
Editor : Dewo

CURHAT RAKYAT

Siap Dukung Pak H Juhadi Bupati Indramayu 2020

Wayae wayae... saatnya Indramayu memiliki pemimpin yang mampu dan bisa berbuat untuk rakyat Indramayu. Semoga partai partai pada sadar dan merekom pa H Juhadi untuk bupati Indramayu 2020. amiiin

bupati indramayu

kapan ya bupati indramayu dipimpin oleh orang PDIP Semoga terjadi sampe jadi bupati indramayu dipimpin wong cilik PDIP

Kehilangan STNK Motor Mio

Telah hilang sebuah STNK Sepeda Motor Yamaha Mio, warna hitam, No. Pol. E 2577 PAE, atas nama Acah Wiarsyah. Kehilangan terjadi di Indramayu Kota: antara Jl. Olahraga dan Prapatan DPRD Kabupaten Indramayu. Hub +62 878-8968-1083. Trimakasih.

TERBARU LAINNYA

IKLAN BARIS

Telah hilang sebuah STNK Sepeda Motor Yamaha Mio, warna hitam, No. Pol. E 2577 PAE, atas nama Acah Wiarsyah. Kehilangan terjadi di Indramayu Kota: antara Jl. Olahraga dan Prapatan DPRD Kabupaten Indr
Terima Jasa Foto/Video WA 087727733461
Ingin Bisa dan Handal MengemudiKursus Mengemudi Fajar Utama Indramayu Solusinya. Hub WA 087717771475
Jual Disinfektan dan Car Disinfektan OTOGARD Wilayah Ciayumajakuning Hub Dahlia 087827500060
Jual Prodak Disinfektan dan Car Air Disinfektan Wilayah Ciayumajakuning Hub Dahlia WA 087827500060