Kamis, 4 Juni 2020

Enam Perusahaan Diduga Eksploitasi Pekerja Migran di Kapal Asing

Enam Perusahaan Diduga Eksploitasi Pekerja Migran di Kapal Asing

SOSIAL
17 Maret 2020, 12:02 WIB

Ilustrasi: ABK bernasib buntung berhasil diselamatkan pemerintah (Antara)

Cuplikcom - Indramayu - Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) beberkan 6 (enam) perusahaan diduga eksploitasi Pekerja Migran Indonesia (PMI) Anak Buah Kapal (ABK) asal Indonesia di atas kapal ikan asing. Penemuan tersebut atas hasil investigasi SBMI dan Greenpeace Indonesia.

Ketua Umum SBMI Hariyanto Suwarno menilai pengungkapan tersebut sebagai tanda bahwa Pemerintah Indonesia masih lalai dan gagal melindungi hak dan keselamatan ABK Indonesia.

Ia beberkan, Enam perusahaan tersebut yakni PT Puncak Jaya Samudra (PJS), PT Bima Samudra Bahari (BSB), PT Setya Jaya Samudera (SJS), PT Bintang Benuajaya Mandiri (BBM), PT Duta Samudera Bahari (DSB), dan PT Righi Marine Internasional (RMI).

Perusahaan-perusahaan ini terkait dengan salah satu atau lebih, dari 13 kapal ikan asing yang sebelumnya telah diungkap dalam laporan “Ketika Laut Menjerat: Perjalanan Menuju Perbudakan Modern di Laut Lepas” yang dirilis oleh Greenpeace Asia Tenggara pada Desember 2019.

"Sudah banyak korban dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Ada sekitar 257 kasus terkait ABK Indonesia di basis data kami, belum lagi di serikat lainnya. Jadi, wajar saat ini kita meragukan keseriusan dan kapasitas pemerintah untuk melakukan pengawasan sekaligus evaluasi, dan penertiban terhadap perusahaan-perusahaan yang diduga melakukan eksploitasi terhadap ABK Indonesia,” ujar Hariyanto Suwarno di Jakarta, Selasa (17/3/2020).

Menurutnya, kegagalan mendasar pemerintah berakar dan berpangkal dari lambatnya penerbitan aturan turunan UU 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia yang seharusnya selesai pada 22 November 2019, dan lemahnya pengawasan operasional terhadap puluhan perusahaan perekrutan yang memanfaatkan kondisi rentan ABK Indonesia. Hal ini menyebabkan para ABK tersebut mudah dieksploitasi dan akhirnya menjadi korban kerja paksa serta perbudakan modern di atas kapal ikan.

Staf Bantuan Hukum untuk SBMI Eddy Purwanto menambahkan, pemerintah dapat bergerak cepat melakukan penertiban terhadap Perusahaan Penempatan Pelaut Perikanan yang melakukan perekrutan tanpa memiliki izin usaha, sebagaimana diatur dalam pasal 54 UU 18/2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) yang mengatur besarnya modal dan deposito, sehingga dalam melakukan bisnis penempatan ABK tidak serampangan dan eksploitatif.

"Bahkan diduga kuat perusahaan-perusahaan ini telah melakukan pelanggaran Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Pemerintah tidak hanya perlu cepat, tetapi juga harus lebih berani melakukan penelusuran dan penindakan lebih lanjut sesuai dengan ketentuan UU 21/2007,” jelad Eddy Purwanto.

Sementara itu Juru Kampanye Laut Greenpeace Indonesia, Afdillah menegaskan, praktik eksploitatif dari tahap perekrutan hingga kondisi kerja paksa saat berada di atas kapal adalah bentuk-bentuk nyata dari perbudakan modern.

“Perbudakan modern di atas kapal ikan tersebut juga erat kaitannya dengan kegiatan perikanan ilegal dan merusak yang menyebabkan kondisi stok ikan dan ekosistem laut semakin terancam,” tandas Afdillah.


Penulis : Almak
Editor : Almak

CURHAT RAKYAT

Indramayu Darurat Korupsi

Coba gah lur pada sadara, wis aja nurut bae sekien mah, aja wedi lah, dipilih-dipilih kuh malah jeh korupsi kabeh, ampun tamah, Indramayu darurat korupsi. yu gah lur milih pemimpin sing ebat kah lur sing kira kaya daerah sejen, kira2 Indramayu bisa maju k

Siap Dukung Pak H Juhadi Bupati Indramayu 2020

Wayae wayae... saatnya Indramayu memiliki pemimpin yang mampu dan bisa berbuat untuk rakyat Indramayu. Semoga partai partai pada sadar dan merekom pa H Juhadi untuk bupati Indramayu 2020. amiiin

Corona pertama di indramayu

kenapa di cuplik dot com tidak ada berita korona

VIDEO

Dalamrangka PSBB Pemkab Indramayu mulai lakukan penutupan tempat usaha4/06

TERBARU LAINNYA

IKLAN BARIS

PK. KNPI TUKDANA MENGGALANG DANA SOSIAL PEDULI TSUNAMI BANTEN, BERSAMA ANSOR TUKDANA, REPS SUKADANA, POLSEK TUKDANA, PEMERINTAH KECAMATAN TUKDANA, LP. MAARIF BANGODUA, SMPN SATAP TUKDANA, KARANGTARUN
Terima Jasa Foto/Video WA 087727733461
Jual Disinfektan dan Car Disinfektan OTOGARD Wilayah Ciayumajakuning Hub Dahlia 087827500060
Jual Prodak Disinfektan dan Car Air Disinfektan Wilayah Ciayumajakuning Hub Dahlia WA 087827500060
Ingin Bisa dan Handal MengemudiKursus Mengemudi Fajar Utama Indramayu Solusinya. Hub WA 087717771475