Selasa, 29 September 2020

Jokowi Minta Lompatan Besar Saat Pandemi, PKS: Jangankan Lompat, Jalan Aja Susah

Jokowi Minta Lompatan Besar Saat Pandemi, PKS: Jangankan Lompat, Jalan Aja Susah

EKONOMI
15 Agustus 2020, 09:49 WIB

CuplikCom15082020095116-20200815_094935.jpg

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera (Cuplik.com/ M.Riko Indrianto)


Cuplikcom-Jakarta-Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menanggapi pidato Presiden Jokowi tentang 'lompatan besar'.Menurut Mardani hal tersebut sulit dilakukan, pasalnya banyak sektor yang harus diperbaiki, di antaranya sektor kesehatan, ekonomi, dan pendidikan.

"Pandangan saya, jangankan melompat, berjalan pun kita susah kalau tidak ada perubahan fundamental. Mulai dari line up kabinet, mulai penajaman anggaran. UMKM kita jangankan suruh lari sekarang, siuman dari pingsannya saja berat," kata Mardani di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).

Kritik ini merujuk pada pidato yang disampaikan Jokowi di sidang tahunan MPR sekaligus sidang bersama DPR-DPD kemarin. Jokowi mengajak bangsa Indonesia membajak momentum krisis akibat virus Corona.

"Inilah saatnya kita membenahi diri secara fundamental, melakukan transformasi besar, menjalankan strategi besar. Strategi besar di bidang ekonomi, hukum, pemerintahan, sosial, kebudayaan, termasuk kesehatan dan pendidikan. Saatnya kita bajak momentum krisis untuk melakukan lompatan-lompatan besar," kata Jokowi.

Lebih lanjut Pihak Istana Kepresidenan menjelaskan maksud Jokowi menyebut 'bajak momentum krisis untuk lompatan besar'.

"'Bajak' momentum krisis untuk melakukan lompatan kemajuan: reformasi di segala sektor dan pembenahan diri secara fundamental, reformasi fundamental itulah strategi kita di masa krisis ini, meraih kemajuan di segala bidang, dan mencegah resesi di bidang perekonomian lalu mempercepat pertumbuhan ekonomi pada 2021 dengan perkiraan 4,5-5,5 persen," ujar juru bicara Presiden, Fadjroel Rachman, dalam keterangan tertulis kepada Cuplik.com, Sabtu (15/8/2020).

Fadjroel mengatakan Jokowi mengingatkan krisis akibat pandemi virus Corona harus menjadi momentum bagi Indonesia untuk melakukan transformasi. Untuk itu, pola pikir dan etos kerja bangsa Indonesia harus berubah.

"Pola pikir dan etos kerja bangsa Indonesia harus berubah. Fleksibilitas, kecepatan, dan ketepatan sangat dibutuhkan. Efisiensi, kolaborasi, dan penggunaan teknologi harus diprioritaskan untuk transformasi kemajuan bangsa," ujar Fadjroel.


Penulis : M Riko Indrianto
Editor : Ade Lukman

CURHAT RAKYAT

PENYULUH AGAMA ISLAM NON PNS KAB. INDRAMAYU

Para penyuluh agana islam di Kabupaten Indramayu mengharapkan dapat perhatian khusus dai pemkab Indramayu, para penyuluh agama islam adalah tititk awal dalam segala bidang kehidupan, bagaimana tidak merekalah yang memberikan pendidikan pengenalan huruf a

bupati indramayu

kapan ya bupati indramayu dipimpin oleh orang PDIP Semoga terjadi sampe jadi bupati indramayu dipimpin wong cilik PDIP

Siap Dukung Pak H Juhadi Bupati Indramayu 2020

Wayae wayae... saatnya Indramayu memiliki pemimpin yang mampu dan bisa berbuat untuk rakyat Indramayu. Semoga partai partai pada sadar dan merekom pa H Juhadi untuk bupati Indramayu 2020. amiiin

TERBARU LAINNYA

IKLAN BARIS

Jual Disinfektan dan Car Disinfektan OTOGARD Wilayah Ciayumajakuning Hub Dahlia 087827500060
Pondok Therapi THOYIBAH Mamah Endang menerima- Bekam - Pijat Refleksi dan Tradisional - Bedah Aura - Cek Gula Darah, Kolesterol, Asam Urat dan Jual Jamu Rebus & Rempah. WA/HP 0877 0885 8726
Jual Prodak Disinfektan dan Car Air Disinfektan Wilayah Ciayumajakuning Hub Dahlia WA 087827500060
Terima Jasa Foto/Video WA 087727733461
PK. KNPI TUKDANA MENGGALANG DANA SOSIAL PEDULI TSUNAMI BANTEN, BERSAMA ANSOR TUKDANA, REPS SUKADANA, POLSEK TUKDANA, PEMERINTAH KECAMATAN TUKDANA, LP. MAARIF BANGODUA, SMPN SATAP TUKDANA, KARANGTARUN