Senin, 26 Oktober 2020

Vaksin Covid-19 Ditemukan, Pasar Keuangan Bakal Bergairah

Vaksin Covid-19 Ditemukan, Pasar Keuangan Bakal Bergairah

EKONOMI
19 Mei 2020, 08:09 WIB

CuplikCom19052020081531-20200519_080352.jpg

Ilustrasi Data Bursa Efek Indonesia (Cuplik.com/ Ade Lukman)

Cuplikcom- Jakarta- Pasar keuangan Indonesia bergerak volatil pada perdagangan hari Senin kemarin. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berkali-kali masuk zona merah dan hijau, hingga akhirnya ditutup menguat. Sementara pasar obligasi pemerintah dan nilai tukar rupiah juga menguat.

IHSG menguat tipis 3,45 poin atau sebesar 0,08% ke level 4.511,06 setelah bergerak volatil di tengah beragam sentimen dari harapan kehidupan new normal hingga tensi trade war AS-China, Senin (18/5).

Berdasarkan catatan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), nilai transaksi pada perdagangan Senin kemarin sebesar Rp 6,51 triliun, kendati investor asing lagi-lagi jual bersih (net sell) mencapai Rp 669,39 miliar di pasar reguler dan negosiasi.

Kenaikan tipis IHSG kemarin terdorong oleh harapan kehidupan new normal setelah Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menginformasikan penerbitan Surat Menteri BUMN Nomor S-336/MBU/05/2020 tertanggal 15 Mei 2020. Bersama dengan surat tersebut disampaikan simulasi tahapan pemulihan kegiatan #COVIDSafe BUMN yang dilakukan dalam beberapa fase.

Di pasar obligasi pemerintah atau Surat Berharga Negara (SBN) juga terapresiasi di tengah minat investor untuk yield atau imbal hasil yang lebih tinggi.

Sentimen pelaku pasar yang cukup bagus membuat modal kembali mengalir ke pasar obligasi Indonesia. Pemerintah yang berencana memutar kembali roda perekonomiannya membuat aset-aset dalam negeri menguat.

Data Refinitiv menunjukkan penguatan harga surat utang negara (SUN) tercermin dari empat seri acuan (benchmark). Keempat seri tersebut adalah FR0081 bertenor 5 tahun, FR0082 bertenor 10 tahun, FR0080 bertenor 15 tahun dan FR0083 bertenor 20 tahun.

Seri acuan yang paling menguat kemarin adalah FR0083 yang bertenor 20 tahun dengan penurunan Yield  6,60 basis poin (bps) menjadi 8,10%. Besaran 100 bps setara dengan 1%.

Pergerakan harga dan yield obligasi saling bertolak belakang, sehingga ketika harga naik maka akan menekan yield turun, begitupun sebaliknya. Yield menjadi acuan keuntungan investor di pasar surat utang dibanding harga karena mencerminkan kupon, tenor, dan risiko dalam satu angka.

Hal tersebut mencerminkan investor global terus memburu aset pendapatan tetap (fixed income) Tanah Air karena penawaran tingkat yield yang cenderung lebih tinggi. Sementara meningkatnya kekhawatiran ketegangan antara AS-China turut mendukung aset fixed income yang minim risiko.

Apresiasi di pasar surat utang juga senada dengan penguatan rupiah di pasar valas. Pada hari Senin kemarin (18/5/2020), Rupiah menguat 0,07% dari penutupan sebelumnya. Kini US$ 1 dibanderol Rp 14.820/US$ di pasar spot.

Layaknya pergerakan IHSG, nilai tukar rupiah juga volatil antara keuntungan dan kerugian. Saat pembukaan perdagangan, rupiah melemah 0,13%, depresiasi semakin besar hingga 0,2% di Rp 14.860/US$. Setelahnya rupiah berbalik menguat tipis, tetapi balik lagi ke zona merah, sebelum akhirnya berada di level Rp 14.810/US$ atau menguat 0,13%.

Tetapi, rupiah kembali masuk ke zona merah bahkan melemah hingga 0,37% ke Rp 14.885/US$. Tetapi menjelang penutupan perdagangan, rupiah kembali berbalik menguat tipis 0,07% di Rp 14.820/US$ di pasar spot, melansir data Refinitiv.

Dengan penguatan tipis tersebut rupiah menjadi juara 2 alias mata uang dengan kinerja terbaik kedua di Asia, hanya kalah dari baht Thailand yang menguat 0,12% hingga pukul 15:35 WIB. Mayoritas mata uang utama Asia melemah hari ini, selain rupiah dan baht, hanya dolar Singapura yang menguat.

Beralih ke bursa saham Amerika Serikat (AS) yakni Wall Street, pada penutupan perdagangan Senin kemarin (Selasa pagi waktu Indonesia) melonjak lebih dari 900 poin setelah perusahaan bioteknologi Moderna (MRNA) melaporkan hasil fase "positif" untuk vaksin virus corona yang potensial.

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) melonjak 911,95 poin atau 3,9% menjadi 24.597,37, Nasdaq naik 220,27 poin atau 2,4% menjadi 9.234,83 ​​dan S&P 500 melambung 90,21 poin atau 3,2% menjadi 2.953,91.

Saham Moderna menguat 20% setelah perusahaan melaporkan hasil "positif" fase satu untuk vaksin virus corona yang potensial. Perusahaan mengatakan bahwa setelah dua dosis semua 45 peserta uji coba telah mengembangkan antibodi COVID-19.

Informasi yang keluar dari Moderna ini salah satu hal yang tidak diketahui pasar, ”kata Christian Fromhertz, CEO The Tribeca Trade Group. "Jadi ada reaksi spontan yang terjadi dengan semua saham yang berada di bawah tekanan," melansir dari CNBC Internasional.

"Fokus ke depan adalah pembukaan ekonomi, secepat dan seaman apa bisa dilakukan," tutur Quincy Krosby, Kepala Perencana Pasar Prudential Financial sebagaimana dikutip CNBC International.

Saham perbankan meroket menyambut kabar tersebut, di antaranya saham Wells Fargo (menanjak lebih dari 6%), Bank of America dan Citigroup (sama-sama melesat 5%), dan JP Morgan menguat 3,9%,

Demikian juga saham-saham yang bakal diuntungkan dari normalnya kehidupan seperti Disney dan MGM Resort yang melonjak masing-masing sebesar 6,3% dan 8,7%. Saham maskapai penerbangan seperti Delta Airlines dan American Airlines kompak naik 10%.

Sementara komentar dari Ketua bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve AS/The Fed) juga menambah sentimen bullish atau penguatan.

Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan kepada CBS "60 Menit" bahwa "masih banyak yang bisa kita lakukan" untuk membantu perekonomian. "Kami telah melakukan apa pun yang kami bisa. Tapi saya akan mengatakan bahwa kita tidak kehabisan amunisi. Tidak, benar-benar tidak ada batasan untuk apa yang dapat kita lakukan dengan program pinjaman yang kita miliki ini. "

Ketua The Fed juga mengatakan dia "sangat percaya diri" ekonomi AS akan lebih baik dari kemundurannya saat ini, tetapi memperingatkan bahwa itu mungkin tidak sepenuhnya pulih sampai vaksin COVID-19 selesai.

Untuk perdagangan hari ini, investor perlu mencermati dan mengkaji sejumlah sentimen yang akan mewarnai perdagangan hari ini. Pertama tentu saja perkembangan dari pandemi virus corona itu sendiri yang menjadi fokus utama investor.

Mengacu data dari Worldometers, jumlah pasien terpapar virus corona di seluruh dunia mencapai lebih dari 4,8 juta orang, sementara jumlah korban jiwa lebih dari 319 ribu orang.

Masyarakat Indonesia harus terus berhati-hati pada penyebaran pandemi corona karena korbannya terus bertambah dan belum terlihat tanda-tanda pelambatan.

Juru Bicara Pemerintah Khusus Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto mengatakan hingga pukul 12:00 WIB, total konfirmasi positif COVID-19 mencapai 18.010 orang. Jumlah ini bertambah 496 orang atau 2,83% dibandingkan dengan sehari sebelumnya.

Pertumbuhan 2,83% memang melambat dibandingkan laju 17 Mei yaitu 2,87%. Namun perlambatan belum terjadi secara konsisten, masih ada risiko akselerasi. Misalnya pada 13 Mei, laju pertumbuhan kasus kala itu mencapai 4,67%. Ini adalah laju tertinggi sejak 28 April.

Meningkatnya jumlah kasus terpapar pandemi virus corona di Indonesia dapat  memberikan tekanan bagi kinerja pasar keuangan Tanah Air yang saat ini berangsur-ansur mulai membaik.

Oleh karena itu, rencana pemerintah untuk melonggarkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan mengembalikan hidup normal mulai bulan depan perlu dipertimbangkan secara seksama. Jangan sampai langkah tersebut menjadi boomerang, membuat Indonesia semakin lama menuju puncak karena terus terjadi peningkatan kasus corona.

Sentimen kedua,Bank Indonesia (BI) diperkirakan bakal menurunkan suku bunga acuan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan ini. Rupiah yang stabil bahkan cenderung menguat, inflasi yang seadanya (bahkan kemungkinan terjadi deflasi bulan ini), dan kebutuhan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi membuat MH Thamrin akan punya alasan kuat untuk menurunkan BI 7 Day Reverse Repo Rate.

RDG BI edisi Mei 2020 akan diumumkan hari ini. Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia menghasilkan median 4,25% untuk suku bunga acuan. Artinya, BI 7 Day Reverse Repo Rate dikurangi 25 basis poin (bps) dari posisi saat ini yang sebesar 4,5%.

Jika suku bunga acuan turun maka dapat berdampak ke ekspor impor Indonesia. Hal ini karena biaya untuk pinjaman perusahaan ekspor impor ke bank menjadi lebih murah dari biasanya. Dengan ini bisa diasumsikan permintaan kredit akan meningkat dan harus terjaga, lalu ekspektasi konsumen terhadap kredit juga membaik.

Dengan hal ini diharapkan investasi ke dalam negeri juga bisa terus meningkat dan mendorong perekonomian, sehingga bisa membuat harga obligasi naik di tengah minat investor. Namun, kondisi tersebut tidak serta merta seperti membalikan tangan, ketika pasar keuangan sedang tertekan akibat pandemi korona.

Maklum, efek positif penurunan suku bunga pada pasar obligasi memang baru terasa saat kondisi pasar keuangan normal. Sebaliknya ketika pandemi corona menyerang, penurunan suku bunga tidak akan memberi pengaruh langsung ke pasar obligasi, karena investor cenderung beralih ke aset safe haven.

ketiga, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkenalkan mekanisme bantuan likuiditas bernama bank anchor (bank jangkar) atau dalam aturan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun disebut dengan Bank Peserta. Bank-bank ini akan menjadi penyedia likuiditas bagi bank-bank yang mengalami masalah likuiditas akibat COVID-19.

Bank jangkar akan menjadi bank yang menerima penempatan dana dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Ini akan dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Mekanisme bantuan likuiditas ini akan didapatkan bank pelaksana dengan menggadaikan kreditnya kepada bank jangkar. Hal ini dilakukan jika bank tersebut sudah mentok dari sisi likuiditas dan kondisinya sudah tak memungkinkan lagi melakukan gadai atau repo SBN (surat berharga negara) yang dimilikinya kepada BI.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan mekanisme penempatan dana pemerintah di Bank Peserta atau Bank Jangkar yang ditunjuk untuk memberikan bantuan likuiditas kepada Bank Pelaksana atau bank penerima.

"Dalam hal ini pemerintah tidak mengambilalih dan tugas masing-masing lembaga sesuai dengan mandat Undang-Undang dari lembaga-lembaga tersebut tersebut dan empat-empatnya adalah komponen KSSK [Komite Stabilitas Sistem Keuangan]," kata Sri Mulyani dalam paparan virtual, di Jakarta, Senin (18/5/2020).

Adapun empat lembaga yang dimaksud anggota KSSK adalah Kementerian Keuangan, OJK, Bank Indonesia (BI), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Sri Mulyani juga mengatakan, akan menempatkan dana sesuai dengan hasil assessment dari OJK. Setelah itu, Bank Peserta akan menyalurkan dana tersebut kepada Bank Pelaksana. Bank Pelaksana menggunakan dana tersebut untuk kebutuhan restrukturisasi kredit/pembiayaan dan pemberian modal kerja.

Sri Mulyani juga menegaskan, dana yang ditempatkan pemerintah pada Bank Peserta dijamin oleh LPS. Jika Bank Pelaksana tidak bisa memenuhi kewajiban saat jatuh tempo, BI dapat mendebit rekening giro bank pelaksana dan kemudian dibayarkan kepada bank peserta.

Kebijakan ini diharapkan mampu memberikan dukungan finansial bagi emiten saham sektor perbankan yang saat ini sedang mengalami penurunan performanya akibat pandemi virus corona.

Sentimen keempat, pelaku pasar juga masih terus memantau perkembangan terbaru hubungan antara dua perekonomian terbesar di dunia yaitu AS dan China. Saat ini AS menjadi satu-satunya negara di dunia dengan kasus infeksi Covid-19 melebihi 1 juta orang.

Pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) benar-benar luar biasa. Virus ini membuat hubungan dua kekuatan ekonomi terbesar dunia, Amerika Serikat (AS) dan China jadi memburuk.

Oleh karena itu, Trump mulai menyindir bahkan menyentil China. Menurutnya, China harus bertanggung jawab atas wabah ini.

Pelaku pasar (dan dunia) cemas bahwa kekecewaan Trump bisa berujung ke balas dendam dari sisi ekonomi. Washington dan Beijing memang baru meneken kesepakatan damai dagang fase I pada 15 Januari 2020. Namun gara-gara pandemi virus corona, Trump sepertinya tidak tertarik untuk melanjutkan negosiasi ke babak selanjutnya.

"Saya sangat kecewa terhadap China, mereka seharusnya tidak pernah membiarkan ini terjadi. Kami sudah membuat kesepakatan (dagang) yang luar biasa, tetapi sekarang rasanya sudah berbeda. Tinta belum kering, dan wabah ini datang. Rasanya tidak lagi sama," keluh Trump.

Bahkan Trump kini malas berbicara dengan Presiden China Xi Jinping. Lebih jauh lagi, Trump menegaskan siap untuk memutus hubungan dengan China.

Namun, sepertinya Trump bukan sekadar gertak sambal. Walau peran China di perekonomian AS tidak bisa dipandang remeh, tetapi bukan yang terpenting. Akhirnya Trump memblokir rantai pasokan salah satu industri terbesar di China, Huawei.

Tindakan Trump tersebut membuat Huawei Technologies angkat bicara atas perlakuan Amerika Serikat yang memblokir pasokan semikonduktor dari pembuat chip global ke perusahaan teknologi raksasa asal China tersebut pada Jumat (15/5/2020) kemarin.

Pihak Huawei menganggap AS sudah melakukan serangan "jahat" yang akan menimbulkan kekacauan di sektor teknologi global dan industri lainnya.

"Keputusan itu sewenang-wenang dan merusak dan akan berdampak serius pada sejumlah besar industri global," kata juru bicara Huawei, Senin (18/5/2020), dikutip dari AFP.

Dua hari setelah AS memblokir pasokan, pada Minggu (17/5/2020) Pemerintah China melayangkan peringatan keras kepada Pemerintah AS. Negeri Tirai Bambu menegaskan akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi Huawei dan perusahaan-perusahaan lain.

"China akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk secara tegas melindungi hak dan kepentingan sah perusahaan-perusahaan China," ujar Kementerian Perdagangan China, Minggu (17/5/2020), seperti dilansir AFP.

"China mendesak AS untuk segera menghentikan tindakan keliru. Ini adalah ancaman serius bagi rantai pasok global."

Ancaman pembalasan itu datang sehari setelah Beijing mengecam langkah Washington sebagai "penindasan yang tidak masuk akal terhadap Huawei dan perusahaan China".

Pada Mei 2019, pemerintah Trump memang sudah melarang ekspor teknologi AS ke Huawei, namun perusahaan teknologi raksasa China itu masih bisa membeli semikonduktor yang dibuat di luar AS dengan perangkat lunak dan peralatan AS.

Bukan hanya itu, kedua negara juga makin intensif menerjunkan militer di Laut China Selatan. China memang dikabarkan bersitegang dengan sejumlah negara karena tumpang tindih kepemilikan kawasan ini.

Apabila hubungan China dengan AS (dan negara-negara lainnya) terus memburuk, maka risiko perang terbuka memang sulit untuk dikesampingkan. Hal ini setidaknya diutarakan seorang profesor hukum Turki, mengutip Anadolu Agency.

Epidemi, kata dia, telah membangkitkan konflik perdagangan AS-China. Ini bisa saja tereskalasi ke ranah militer.

"Jadi Perang Dunia III dimulai antara kekuatan besar, dan duel abad ke-21 akan menjadi duel terakhir antara Washington dan Beijing," ujarnya.

Potensi munculnya gelombang kedua pandemi corona dan ketegangan hubungan bilateral AS-China cukup membuat selera risiko (risk appetite) investor menurun. Aset-aset berisiko seperti saham cenderung dihindari di tengah ketidakpastian ini. Akibatnya kinerja saham berjatuhan. 

Sentimen kelima, investor patut mencermati perkembangan dari Wall Street yang positif. Semoga optimisme tersebut dapat memengaruhi bursa saham global dan Asia termasuk Indonesia.

Kabar perusahaan bioteknologi Moderna (MRNA) yang melaporkan hasil fase "positif" untuk vaksin virus corona yang potensial, membawa angin segar untuk bursa saham global berakselarasi.

Perusahaan Bioteknologi Moderna tersebut memberikan pernyataan melegakan banyak umat manusia.

Moderna, menyatakan hasil uji klinis pertama vaksin cukup positif. Pasalnya, imun atau antibodi dari 8 orang yang diujicobakan mampu menghasilkan antibodi Covid-19.

Antibodi tersebut sama dengan para 'survivor' yang pernah tertular Covid-19. Demikian dilaporkan Breaking News AFP, Senin (18/5/2020).

Moderna memang memfinalisasi vaksin bernama mRNA. Dan hasil uji coba fase 1 dinyatakan selesai serta uji coba fase 2 akan dimulai segera.

Perusahaan memulai percobaan manusia fase 1 pertama pada Maret dengan 45 sukarelawan, dan telah disetujui untuk segera memulai fase 2, yang akan melakukan pengujian kepada 600 orang pada akhir Mei atau Juni. Jika semuanya berjalan dengan baik, vaksinnya dapat diproduksi pada awal Juli mendatang.

Kabar menggemberikan obat atau vaksin virus corona tersebut menghidupkan kembali harapan yang pernah muncul sebelumnya dari perusahaan farmasi AS Gilead Sciences, sehingga pasar keuangan global mampu berkinerja secara impresif.

Sentimen keenam yaitu Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan ekonomi AS dapat membutuhkan waktu lebih dari satu tahun untuk pulih dari kejutan yang disebabkan oleh virus corona. "Perekonomian akan pulih. Mungkin perlu beberapa saat .... Itu bisa merentang hingga akhir tahun depan. Kami benar-benar tidak tahu," kata Powell dalam program CBS News "60 Minutes".

Powell memperingatkan bahwa akan sulit bagi publik untuk menjadi "sangat percaya diri" sampai ada vaksin untuk virus corona benar-benar selesai, dikutip dari Dow Jones Newswires.

Ada tanda-tanda kontraksi ekonomi yang disebabkan oleh pandemi telah memuncak dan pemulihan sementara mungkin sedang berlangsung. Data resmi mungkin tidak menunjukkan banyak, jika ada pemulihan, pada bulan Mei dari April, tetapi kenaikan pada bulan Juni cukup masuk akal. Jika pertumbuhan itu berkelanjutan, kontraksi ekonomi ini dapat terus mencatat sebagai yang terdalam sejak 1930-an.

Sementara ekonomi Jepang jatuh ke dalam resesi pada kuartal pertama 2020. Ekonomi terbesar ketiga di dunia itu menyusut 3,4% secara tahunan pada periode Januari-Maret, didorong oleh efek awal pandemi virus corona. Itu mengikuti kontraksi 7,3% pada kuartal sebelumnya yang dipicu oleh kenaikan pajak penjualan nasional.

"Situasi menjadi lebih parah pada bulan April dan Mei setelah keadaan darurat dikeluarkan," kata Menteri Ekonomi Yasutoshi Nishimura, Senin (18/5/2020). Ekonom memperkirakan kontraksi pada laju tahunan sebesar 20% atau lebih pada kuartal saat ini, Megumi Fujikawa melaporkan.

Suramnya pertumbuhan ekonomi dunia hingga masuk ke dalam jurang resesi, berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang juga sedang mengalami masa-masa sulit, yang berujung pada kinerja pasar keuangan Tanah Air untuk terpukul lebih dalam.

Berikut sejumlah agenda dan rilis data yang terjadwal untuk hari ini:

         Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Mei 2020

         Sentimen Bisnis Kuartal I-2020 (12:00 WIB)

         RUPS PT Asuransi Jiwa Sinarmas Tbk (LIFE)

         RUPS PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk (SQBB)

Berikut sejumlah indikator perekonomian nasional:

Pertumbuhan ekonomi (Kuartal I-2020 YoY): 2,97%
Inflasi (April 2020 YoY): 2,67%
BI 7 Day Reverse Repo Rate (April 2020): 4,5%
Defisit anggaran (APBN 2020): -1,76% PDB
Transaksi berjalan (2019): -2,72% PDB
Cadangan devisa (April 2020): US$ 127,88 miliar

 

 

TIM RISET CUPLIKCOM

 


Penulis : Ade Lukman
Editor : Ade Lukman

CURHAT RAKYAT

Indramayu Darurat Korupsi

Coba gah lur pada sadara, wis aja nurut bae sekien mah, aja wedi lah, dipilih-dipilih kuh malah jeh korupsi kabeh, ampun tamah, Indramayu darurat korupsi. yu gah lur milih pemimpin sing ebat kah lur sing kira kaya daerah sejen, kira2 Indramayu bisa maju k

PENYULUH AGAMA ISLAM NON PNS KAB. INDRAMAYU

Para penyuluh agana islam di Kabupaten Indramayu mengharapkan dapat perhatian khusus dai pemkab Indramayu, para penyuluh agama islam adalah tititk awal dalam segala bidang kehidupan, bagaimana tidak merekalah yang memberikan pendidikan pengenalan huruf a

Corona pertama di indramayu

kenapa di cuplik dot com tidak ada berita korona

TERBARU LAINNYA

IKLAN BARIS

Telah hilang sebuah STNK Sepeda Motor Yamaha Mio, warna hitam, No. Pol. E 2577 PAE, atas nama Acah Wiarsyah. Kehilangan terjadi di Indramayu Kota: antara Jl. Olahraga dan Prapatan DPRD Kabupaten Indr
Pondok Therapi THOYIBAH Mamah Endang menerima- Bekam - Pijat Refleksi dan Tradisional - Bedah Aura - Cek Gula Darah, Kolesterol, Asam Urat dan Jual Jamu Rebus & Rempah. WA/HP 0877 0885 8726
PK. KNPI TUKDANA MENGGALANG DANA SOSIAL PEDULI TSUNAMI BANTEN, BERSAMA ANSOR TUKDANA, REPS SUKADANA, POLSEK TUKDANA, PEMERINTAH KECAMATAN TUKDANA, LP. MAARIF BANGODUA, SMPN SATAP TUKDANA, KARANGTARUN
Ingin Bisa dan Handal MengemudiKursus Mengemudi Fajar Utama Indramayu Solusinya. Hub WA 087717771475
Jual Disinfektan dan Car Disinfektan OTOGARD Wilayah Ciayumajakuning Hub Dahlia 087827500060