Senin, 26 Oktober 2020

Rumah 220 Jendela di Penang

Rumah 220 Jendela di Penang

GAYA HIDUP
12 September 2009, 15:33 WIB
Cuplik.Com - Menjelang senja di Georgetown, ibu kota Penang, Malaysia, eksotika matahari tenggelam tampak sangat indah di sela-sela deretan pohon kelapa. Saat berjalan mendekati garis pantai, air laut terlihat biru sampai di batas cakrawala. Penang terletak di sisi barat Semenanjung Malaysia, terdiri dari bagian Pulau Penang dan daratan Penang. Untuk menghubungkannya tersedia fasilitas penyeberangan dengan kapal feri atau melalui Jembatan Penang, sepanjang 13,5 kilometer.

Pulau Penang terkenal dengan pantainya yang indah, yaitu di Tanjung Bungah, Batu Ferringhi, dan Teluk Bahang. Pantai ini selalu ramai dikunjungi wisatawan. Terlebih ketika diselenggarakan Penang International Dragon Boat Festival, yang berlangsung setiap bulan Juni dan menjadi momen untuk menyedot wisatawan.

Pulau Penang menjadi bagian sejarah kolonialisme Inggris. Pada tahun 1786 pasukan Inggris di bawah pimpinan Kapten Francis Light mulai menguasai pulau tersebut. Kemudian Kapten Francis membangun sebuah benteng pertahanan. Benteng itu dinamakan Fort Cornwallis dan menjadi ikon penting Negeri Bagian Penang.

Fort Cornwallis digunakan sebagai pertahanan menghadapi serangan tentara Perancis dan kawanan bajak laut. Nama ibu kota Penang yang diambil dari nama King of George III, mencerminkan warisan kekuasaan Kerajaan Inggris di Penang.

Walaupun penduduk Pulau Penang berasal dari berbagai etnis di Asia, seperti Melayu, Cina, India dan Burma, mereka telah lama berbaur dengan selaras. Rumah ibadah berbagai agama hidup berdampingan dan pemeluk agama menjalankan ritualnya masing-masing.

Di Jalan Burmah terdapat dua kuil dari komunitas Budhis yang berbeda, yaitu Thailand dan Burma. Yang menarik, Wat Chaiya Mangkalaram letaknya berhadapan dengan Dhammikarama Burmese Buddhist Temple.

Di Wat Chaiya Mangkalaram, terdapat patung Budha yang berbaring miring sepanjang 33 meter dan dilapisi emas. Bangunan utama kuil Dhammikarama atapnya berhiaskan ukiran cantik khas Burma, berwarna keemasan. Di dalamnya terdapat sebuah patung Budha yang berdiri tegak, sementara di belakangnya berjajar rapi patung-patung Budha dengan ukuran lebih kecil.

Ketika menyusuri lorong kota, terlihat beberapa bangunan kuno yang dilestarikan sebagai peninggalan karya seni. Di antara megahnya bangunan-bangunan hotel di sepanjang Leith Street, tampak sebuah rumah besar bergaya Cina, dikenal sebagai The Cheong Fatt Tze Mansion.

Rumah bercat biru ini sering juga disebut La Mansion Bleu, memiliki 38 kamar tidur dan 220 jendela, selesai dibangun pada tahun 1880 di atas tanah seluas 1 hektare. Keindahan dan kerapian rumah mantan "Rockefeller dari Timur", yang telah direnovasi hingga menyerupai bangunan aslinya, telah membuahkan penghargaan UNESCO Conservation Award tahun 2000.

Kecintaan pada seni arsitektur dari pasangan Lawrence Loh dan Loh Lim Lee, membuat La Mansion Bleu menjadi salah satu landmark Penang, juga objek wisata. "Saat membeli bangunan ini, turisme tidak menjadi tujuan utama kami. Kecintaan akan sejarahlah yang membuat kami merenovasinya," kata Lim Lee.

Pelestarian rumah Cheong Fatt Tze oleh pasangan Loh dilakukan dengan menggunakan dana pribadi, tanpa campur tangan pemerintah. Awalnya bagian dalam rumah sangat kotor, tangga marmernya telah rusak. Namun, seluruh lantai bangunan masih baik, juga tiang-tiang besi buatan Glasgow, Inggris, yang menyangga bangunan utama.

Ketika memasuki rumah tersebut, kita seakan berada di masa silam. Ruang utamanya begitu luas, dengan jendela dan pintu kayu berukir ornamen khas Cina. Di sudut ruangan terdapat meja bundar terbuat dari marmer dan kursi kayu berayaman rotan.

Sayap kanan bangunan antik tersebut kini disewakan kepada pengunjung yang ingin tidur di rumah abad lalu. Sewa kamar per malam sekitar 200 hingga 800 ringgit, tergantung dari luas kamar dan perlengkapannya.

Ketika berbaring di ranjang kayu berukir, dengan tirai kelambu yang menjuntai, mata ini terasa enggan terpejam. Terbayang di benak saya, seorang putri Cina sedang memainkan harpa, sambil menyanyikan lagu tentang cinta.

 


Penulis :
Editor :

Tag :

CURHAT RAKYAT

Pilbup indramayu

Semoga Bupati Indramayu 2020 - 2025 Kang Raden Inu Danubaya Turun Wiralodra XII Bukan keturunan koruptor Bukan orang pemerintahan atau anggota dewan/DPR Sing pasti amanah jujur dan bermasyarakat juga memakmurkan rakyatnya ya Kang Inu Dananubaya As

Kehilangan STNK Motor Mio

Telah hilang sebuah STNK Sepeda Motor Yamaha Mio, warna hitam, No. Pol. E 2577 PAE, atas nama Acah Wiarsyah. Kehilangan terjadi di Indramayu Kota: antara Jl. Olahraga dan Prapatan DPRD Kabupaten Indramayu. Hub +62 878-8968-1083. Trimakasih.

Corona pertama di indramayu

kenapa di cuplik dot com tidak ada berita korona

TERBARU LAINNYA

IKLAN BARIS

Pondok Therapi THOYIBAH Mamah Endang menerima- Bekam - Pijat Refleksi dan Tradisional - Bedah Aura - Cek Gula Darah, Kolesterol, Asam Urat dan Jual Jamu Rebus & Rempah. WA/HP 0877 0885 8726
Telah hilang sebuah STNK Sepeda Motor Yamaha Mio, warna hitam, No. Pol. E 2577 PAE, atas nama Acah Wiarsyah. Kehilangan terjadi di Indramayu Kota: antara Jl. Olahraga dan Prapatan DPRD Kabupaten Indr
PK. KNPI TUKDANA MENGGALANG DANA SOSIAL PEDULI TSUNAMI BANTEN, BERSAMA ANSOR TUKDANA, REPS SUKADANA, POLSEK TUKDANA, PEMERINTAH KECAMATAN TUKDANA, LP. MAARIF BANGODUA, SMPN SATAP TUKDANA, KARANGTARUN
Terima Jasa Foto/Video WA 087727733461
Jual Disinfektan dan Car Disinfektan OTOGARD Wilayah Ciayumajakuning Hub Dahlia 087827500060