

Ponpes Al-Urwatul Wutsqo Sindang Indramayu (Cuplikcom/ist)
Cuplikcom - Indramayu - Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Pesantren Al-Urwatul Wutsqo mengeluarkan edaran tausiyah tentang panduan pelaksanaan kegiatan lomba Agustusan 2026.
Edaran tersebut dikeluarkan sebagai bentuk ikhtiar lembaga pendidikan pesantren untuk memastikan berbagai kegiatan dalam menyemarakkan bulan kemerdekaan tetap berlangsung secara meriah, namun tidak meninggalkan nilai-nilai agama, akhlak, kesopanan, dan ketertiban.
Ketua YPI Pesantren Al-Urwatul Wutsqo, Kiai Agung Mardianto, M.Ag, menegaskan bahwa perayaan Agustusan hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai momentum hiburan dan perlombaan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menanamkan nilai-nilai moral dan keagamaan kepada para santri serta seluruh warga pesantren.
“Kita tentu ingin menyambut dan memeriahkan kemerdekaan Republik Indonesia dengan penuh kegembiraan. Namun, kegembiraan itu tetap harus berada dalam koridor agama, menjaga akhlak, kesopanan, serta tidak melanggar norma yang berlaku,” ujar Kiai Agung Mardianto, Rabu (12/8/2026).
Dalam edaran tausiyah tersebut, YPI Pesantren Al-Urwatul Wutsqo menyampaikan enam panduan utama yang perlu menjadi perhatian dalam pelaksanaan berbagai kegiatan Agustusan.
Pertama, menjaga aurat dan kesopanan. Menurut Kiai Agung, semangat kemerdekaan tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan batas-batas kesopanan dalam berpakaian maupun berperilaku.
“Menjaga aurat dan kesopanan adalah bagian dari menjaga kehormatan diri. Karena itu, kegiatan Agustusan harus tetap memberikan ruang bagi anak-anak dan santri untuk berekspresi secara positif tanpa mengabaikan ketentuan agama,” katanya.
Kedua, menghindari pornoaksi dan pornografi dalam bentuk apa pun, termasuk dalam pemilihan jenis perlombaan, pakaian, pertunjukan maupun konten yang dibuat dan disebarluaskan melalui media sosial.
Ketiga, menghindari penyerupaan lawan jenis. Ketentuan ini menjadi bagian dari upaya menjaga identitas, adab, dan norma keagamaan dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan.
“Kita ingin kegiatan Agustusan menjadi kegiatan yang mendidik. Jangan sampai ada kegiatan yang justru menghilangkan nilai-nilai pendidikan dan akhlak yang selama ini kita tanamkan kepada para santri,” tegasnya.
Keempat, menghindari perjudian, narkoba, dan minuman keras (miras). Kegiatan perlombaan maupun hiburan diharapkan tidak dikemas dalam bentuk taruhan atau aktivitas lain yang bertentangan dengan nilai agama dan dapat merusak generasi muda.
Kiai Agung menekankan bahwa momentum kemerdekaan semestinya menjadi ruang untuk membangun generasi yang sehat, berkarakter, dan memiliki tanggung jawab sosial.
“Jangan sampai semangat memperingati kemerdekaan justru diisi dengan perjudian, narkoba, miras, atau kegiatan lain yang merusak generasi. Kemerdekaan harus kita isi dengan kegiatan yang positif, sehat, mendidik, dan membawa kemaslahatan,” tuturnya.
Kelima, warga pesantren juga diminta menghindari ikhtilath atau campur baur antara laki-laki dan perempuan dalam kegiatan yang diselenggarakan.
Pengaturan kegiatan diharapkan tetap memperhatikan batas pergaulan sesuai dengan nilai-nilai yang diajarkan di lingkungan pesantren.
Sementara itu, poin keenam, menegaskan pentingnya menjaga shalat lima waktu.
Kesibukan mengikuti berbagai kegiatan Agustusan tidak boleh membuat kewajiban ibadah ditinggalkan.
“Yang paling penting, jangan sampai karena mengikuti lomba, kegiatan, atau acara Agustusan kemudian shalat lima waktu ditinggalkan. Kegiatan boleh ramai, perlombaan boleh semarak, tetapi kewajiban kepada Allah tetap harus menjadi prioritas,” ujar Kiai Agung.
Ia berharap edaran tausiyah tersebut tidak dipahami sebagai bentuk larangan untuk merayakan kemerdekaan, melainkan sebagai panduan agar perayaan HUT Kemerdekaan RI dapat berlangsung secara positif dan tetap mencerminkan karakter pendidikan pesantren.
“Kita tidak melarang masyarakat atau santri untuk bergembira dalam menyambut kemerdekaan. Justru kita ingin kegembiraan itu diarahkan kepada hal-hal yang positif. Mari kita isi kemerdekaan dengan prestasi, kreativitas, kebersamaan, menjaga akhlak, dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT,” pungkasnya.
Melalui panduan tersebut, YPI Pesantren Al-Urwatul Wutsqo berharap seluruh rangkaian kegiatan Agustusan 2026 dapat menjadi sarana mempererat persaudaraan, menumbuhkan rasa cinta tanah air, sekaligus memperkuat karakter generasi muda yang berakhlakul karimah.