

Cuplikcom - Indramayu - Sebagai bentuk rasa syukur atas limpahan hasil bumi dan menyambut datangnya musim panen padi, Pemerintah Desa (Pemdes) Parean Girang, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, melaksanakan adat desa tahunan Mapag Sri 2026 pada Selasa (9/6/2026) di halaman Balai Desa Parean Girang.
Sejak pagi hari, ratusan warga masyarakat Desa Parean Girang telah memadati lokasi acara untuk menghadiri prosesi doa bersama. Kehadiran masyarakat yang luar biasa ini membawa atmosfer kebersamaan yang kental, di mana mereka berbondong-bondong datang sembari membawa berbagai hidangan tradisional seperti nasi tumpeng, aneka lauk pauk, serta buah-buahan segar.
Ada pemandangan menarik dalam gelaran tahun ini, di mana jajaran aparatur pemerintahan desa menunjukkan kekompakan yang luar biasa. Dengan kompak mengenakan pakaian adat seragam serba hitam-hitam lengkap dengan iket kepala, Kuwu Desa Parean Girang, H. Tarsiman, S.H., bersama seluruh Pamong Desa Parean Girang, melebur dan kumpul bersama warga demi khusyuknya doa bersama di acara Mapag Sri tersebut.
Kuwu Desa Parean Girang, H. Tarsiman, S.H., yang saat itu didampingi oleh Ketua TP PKK Desa Parean Girang, Hj. Suhesti, mengungkapkan rasa bahagia dan apresiasinya kepada seluruh elemen masyarakat yang telah mendukung kelancaran adat desa ini. Beliau menegaskan bahwa Mapag Sri bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah warisan budaya luhur yang sarat akan nilai-nilai gotong royong dan spiritualitas.
"Alhamdulillah, melalui adat Mapag Sri ini kita bersama-sama memanjatkan doa kepada Allah SWT agar hasil panen para petani kita di Desa Parean Girang melimpah ruah, berkah, dan terhindar dari segala hama penyakit. Kami sangat bangga melihat kekompakan warga dan jajaran pamong yang bersatu padu melestarikan tradisi ini," ujar H. Tarsiman, S.H., didampingi Hj. Suhesti.
Senada dengan Kuwu, Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan Desa Parean Girang, Taukhid, juga memberikan komentarnya terkait pelaksanaan acara. Menurutnya, kesuksesan agenda Mapag Sri 2026 ini menjadi bukti nyata bahwa koordinasi antara pemerintah desa dan masyarakat berjalan dengan sangat harmonis demi menjaga stabilitas serta kearifan lokal desa.
"Kegiatan ini berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif berkat sinergi semua pihak. Kami dari jajaran pemerintahan desa berkomitmen untuk terus mengawal kegiatan adat seperti ini, karena selain menjaga budaya asli Indramayu, momen ini juga mempererat tali silaturahmi langsung antara pihak Pemdes dengan seluruh warga," tutur Taukhid di sela-sela kesibukan acara.
Selesainya prosesi doa bersama dan ramah tamah, kemeriahan acara pun berlanjut ke sesi hiburan yang dinanti-nantikan oleh masyarakat. Untuk menghibur warga yang hadir, pagelaran kesenian tradisional wayang purwa dari Langen Budaya pun resmi dimulai, di mana antusiasme warga masyarakat yang begitu tinggi terhadap pelestarian kesenian daerah terlihat sangat semangat. Pagelaran wayang purwa ini dipentaskan sejak siang hari dan dijadwalkan akan terus berlanjut hingga malam harinya.