

Cuplikcom - Indramayu - Pemerintah Desa (Pemdes) Santing, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, sukses melaksanakan acara adat desa Mapag Sri pada Minggu (17/5/2026). Kegiatan yang sarat akan nilai budaya ini dipusatkan di halaman depan Balai Desa Santing.
Sebelum ritual utama dan rangkaian acara dimulai, ratusan warga yang telah memadati lokasi disuguhkan penampilan memukau dari Khairah, yang memperagakan keindahan tari topeng tradisional.
Pada kesempatan sakral tersebut, Kuwu Desa Santing, H. Tarman, S.E., hadir memberikan sambutan hangat di hadapan warganya. Ia menegaskan pentingnya menjaga tradisi leluhur di tengah modernisasi.
"Acara yang kita laksanakan pada hari ini bukan hanya sekedar acara tahunan, melainkan sebagai wujud doa kita atas rezeki yang kita nikmati dan hasil panen yang diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dan adat desa ini merupakan warisan leluhur dari nenek moyang kita yang harus kita jaga dan kita lestarikan sebagai Desa Santing yang berbudaya dan agamis," ujar H. Tarman.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum ini sebagai wadah mempererat persatuan.
"Dalam momen ini, marilah kita bersama-sama memperkuat silaturahmi, menguatkan atau meningkatkan gotong royong, mempererat silaturahmi dalam kesatuan dan persatuan. Dalam momen ini, marilah kita introspeksi diri untuk saling mempererat kekeluargaan, agar desa kita mendapatkan barokah, keamanan, dan ketertiban selalu kita jaga," tambahnya.
Setelah sambutan dari Kuwu, acara dilanjutkan dengan pengarahan dari Camat Losarang, Encep Ria Setiadi, S.E., M.Si. Ia mengapresiasi hasil panen Desa Santing, namun sekaligus memberikan peringatan penting terkait tantangan cuaca ke depan.
"Mapag Sri ini emang perwujudan rasa syukur kita, alhamdulillah. Panen di Desa Santing memang ada beberapa yang tidak maksimal, tapi secara keseluruhan panennya cukup lumayan ya, Pak? Alhamdulillah, harga juga bagus. Tapi, saya mengingatkan kita jangan terlalu lama larut dalam euforia ini, kebahagiaan ini, karena sudah ada warning dari BMKG bahwa kedepannya tantangan kita kedepannya lebih berat. Dulu waktu musim rendeng, tantangannya ya banyu. Banyune luwih (airnya lebih). Nah, kedepannya, nih musim sadon ini tantangan juga sama, kaitan dengan air. Tapi, lebih ke kekurangan air," papar Camat.
Menyikapi peringatan BMKG mengenai potensi kemarau panjang, Encep meminta para petani untuk segera melakukan langkah antisipasi konkret sejak dini.
"Karena sudah ada warning, Pak. Makanya, yuk siapkanlah pompa-pompanya. Jangan sampai memang saluran-saluran saat ini sudah modernisasi, tetapi jangan lengah, Pak. Siapkan juga pompa-pompanya karena mengingat dan menimbang musim kemarau ini akan panjang. Tapi tidak akan memutuskan semangat para petani-petani kita untuk tetep berjuang di bidang pertanian. Mungkin itu saja harapan saya. Semoga kedepannya, di musim sadon pun nanti panen di Desa Santing tetep bisa mendapatkan hasil yang maksimal, hamane ora akeh (hamanya tidak banyak), terus sing penting mah harganya tetep bagus," harapnya.
Senada dengan Camat, pihak Pengamat Pengairan Losarang, Erul, turut memberikan pemaparan teknis mengenai manajemen air untuk Musim Tanam (MT) 2 atau musim sadon/musim tanam satu berikutnya. Ia memotivasi para petani agar tidak patah semangat menghadapi prediksi BMKG.
"Berdasarkan tadi apa yang diinfokan oleh Pak Camat, menurut BMKG, kita itu akan mengalami kemarau yang panjang, Pak. Jadi, mudah-mudahan dalam menghadapi kemarau yang panjang ini, di musim sadon ini, kita tetap semangat ya, Pak ya?" kaga Erul.
Erul kemudian memaparkan kondisi riil ketersediaan air pasokan dari hulu serta strategi teknis yang akan diterapkan di lapangan agar pembagian air berjalan adil tanpa sistem gilir yang berisiko.
"Nah, saya infokan Pak, untuk impounding (Proyek pengisian air) yang ada di Jatigede ini yang biasa supply ke kita gitu, Pak, ke daerah Cipanas 2 itu sebenarnya cukup, Pak. Cuman, proses di lapangan sekarang ini semuanya hampir sama, Pak, lagi panen-panen. Nah, maka kita teknik lapangan, saya menginginkan Pak, dengan perlap dari Bendung Rentang, Pak Dadi, saya menginginkan jangan ada gilir, Pak. Nanti kalau ada gilir, yang saya khawatirkan itu nanti korbannya yang gilir," jelasnya.
Oleh karena itu, Erul meminta respons cepat dari para petani saat air mulai dialirkan, didukung dengan fasilitas pompa yang sudah disiapkan oleh pemerintah.
"Makanya tadi apa yang disampaikan oleh Pak Camat, dan juga dari Dinas Ketahanan Pangan telah menyiapkan pompa-pompa. Jadi begitu ada air, jangan sampai nunggu masuk, Pak. Cepat kelola, Pak. Karena saya di dari BBWS juga dituntut, Pak, untuk efektif, efisien, proporsional dalam pembagian air. Maka petaninya juga harus begitu, Pak. Begitu air sedikit, butuh, cepat, Pak. Jangan sampai nunggu masuk," katanya.
Ia juga menerangkan dinamika koordinasi lintas daerah irigasi demi memastikan kebutuhan air di wilayah Desa Santing tetap terpenuhi dengan baik.
"Karena tadi, debit dari curah hujan enggak ada, saya juga minta debit dari Jatigede. Jatigede sepertinya bukan haknya saya, Pak. Itu haknya daerah irigasi Rentang. Cuman, karena dalam masih naungan BBWS-nya satu, Pak, BBWS Cimanuk Cisanggarung, jadi tetap masih bertanggung jawab, Pak, untuk daerah irigasi Cipanas 2 ini. Mudah-mudahan nanti di musim sadon, Desa Santing panen kembali, ya Pak ya? Kembali ya? Alhamdulillah," pungkas Erul optimis.
Sebagai puncak acara kemeriahan budaya, ritual adat Mapag Sri ini disemarakkan oleh pagelaran wayang ringgit purwa Langen Budaya dengan Ki Dalang Anom H. Rusdi.
Suasana pertunjukan semakin hidup dan memikat hati warga berkat suara merdu para pesinden ternama, yakni Hj. Duniawati, Regi Rafika, Dian Shan Shan, dan Devi Manual. Pagelaran wayang kulit ini dipentaskan secara penuh pada siang dan malam hari, menjadi hiburan sekaligus pengingat luhurnya kebudayaan di Desa Santing.
Kegiatan ini berlangsung dengan penuh kondusif dan meriah karena turut hadir Anggota Polsek Losarang, Anggota Koramil 1611/Losarang, Pamong Desa Santing beserta jajaran Lembaga Desa, serta Karang Taruna Tuan Segara Desa Santing. Kebersamaan tersebut semakin lengkap dengan antusiasme ratusan warga yang memadati lokasi acara untuk ikut serta menyukseskan jalannya kegiatan hingga selesai.