

Cuplikcom - Indramayu - Pemerintah Desa (Pemdes) Pranti, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, melaksanakan kegiatan Penyuluhan Pertanian Musim Tanam Gadu (Sadon) pada Selasa pagi (5/5/2026).
Acara yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB ini dipusatkan di Aula Balai Desa Pranti sebagai langkah persiapan menghadapi siklus tanam musim kemarau. Pertemuan ini menjadi wadah koordinasi antara pemerintah desa, instansi terkait, dan para pelaku sektor pertanian guna membahas sistem pengairan serta percepatan masa persemaian.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kuwu Desa Pranti, Yogi Nandi Pratama, beserta jajaran pamong desa. Turut hadir Ketua BPD Pranti, Tawan, serta Kasi Trantib Kecamatan Kandanghaur, H. Sodikin, S.E., yang hadir mewakili Camat Kandanghaur, Rusyad Nurdin, S.T., M.Si. Kehadiran para pimpinan ini menegaskan pentingnya sinergi lintas sektoral dalam menjaga ketahanan pangan di tingkat desa.
Dari sisi teknis pertanian, hadir Pengamat Pertanian Iman Sulaiman bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Susi. Keduanya berperan memberikan materi mengenai pola tanam yang efektif dan strategi menghadapi tantangan cuaca selama musim gadu. Para petani setempat tampak antusias mengikuti jalannya penyuluhan guna mendapatkan informasi terbaru mengenai manajemen pengairan dan penggunaan pupuk.
Aspek keamanan dan ketertiban juga turut diperhatikan dengan kehadiran unsur TNI dan Polri. Bhabinkamtibmas Desa Pranti dari Polsek Kandanghaur, Bripka Aang Fadli, S.H., hadir mewakili Kapolsek Kandanghaur, AKP Joni, S.H. Keberadaan aparat kepolisian di lokasi bertujuan untuk memastikan jalannya kegiatan berlangsung kondusif serta memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Senada dengan pihak kepolisian, Babinsa Desa Pranti dari Koramil 1616/Kandanghaur, Sertu Casdik, hadir mewakili Danramil 1616/Kandanghaur, Kapten Inf Sugiyanto. Keterlibatan TNI dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap program swasembada pangan nasional. Pendampingan Babinsa diharapkan mampu memotivasi petani dalam mengoptimalkan lahan pertanian mereka di Desa Pranti.
Acara yang dipandu oleh Calam, selaku Pamong Desa Pranti, berjalan dengan alur yang teratur dan sistematis. Pembahasan utama dalam penyuluhan ini mencakup jadwal distribusi air irigasi, pemilihan varietas benih yang tahan terhadap kondisi kering, serta mitigasi hama yang kerap muncul pada musim sadon. Diskusi teknis ini menjadi poin krusial agar risiko gagal panen dapat ditekan seminimal mungkin.
Hingga selesainya acara, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar. Dengan terselenggaranya penyuluhan ini, diharapkan para petani di Desa Pranti memiliki bekal pengetahuan yang cukup dan kesiapan mental dalam menghadapi musim tanam gadu tahun 2026. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat membuahkan hasil panen yang maksimal bagi kesejahteraan desa.