

Cuplikcom - Indramayu - Nuansa khidmat dan penuh rasa syukur menyelimuti Desa Kertanegara, Kecamatan Haurgeulis, saat menggelar adat Mapag Sri pada Senin malam (13/4/2026).
Acara yang menjadi simbol penyambutan panen raya ini dihadiri langsung oleh Camat Haurgeulis, Rory Firmansyah, S.STP., M.Si., yang memberikan apresiasi tinggi atas keguyuban masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Rory Firmansyah menegaskan bahwa Mapag Sri bukan sekadar seremonial, melainkan pilar penting dalam mempertahankan warisan budaya Kabupaten Indramayu.
"Kami mengapresiasi Pak Kuwu beserta jajaran dan seluruh masyarakat Desa Kertanegara. Mapag Sri adalah wujud syukur kita atas limpahan karunia Allah SWT. Semoga padi hasil panen ini berkah dan sampai ke rumah dengan selamat," ujar Rory di hadapan warga.
Di balik perayaan syukur tersebut, Camat Rory juga menitipkan pesan terkait ketahanan pangan. Mengingat adanya ancaman fenomena El Nino atau kemarau berkepanjangan, ia mengimbau para petani untuk segera bergerak cepat setelah masa panen rendeng usai.
Rory menekankan pentingnya memanfaatkan sisa curah hujan yang masih ada untuk memulai musim tanam kedua (sadon). Langkah ini diambil untuk menghindari kendala krisis air yang kerap menghantui saat puncak kemarau.
"Kami berharap setelah panen selesai, petani segera mengolah sawah kembali. Jangan sampai menunggu lama sehingga lahan menjadi tidak produktif. Kami sudah berkoordinasi dengan desa-desa untuk melakukan percepatan tanam secara serentak," tegasnya.
Momen tersebut juga menjadi ajang penghargaan bagi Desa Kertanegara. Rory mengungkapkan rasa bangganya atas prestasi desa tersebut yang berhasil meraih perolehan Zakat Fitrah terbanyak se-Kecamatan Haurgeulis dengan peningkatan yang sangat signifikan.
Menurutnya, pencapaian ini adalah bukti nyata sinergitas antara pemerintah desa dan masyarakat yang selaras dengan visi misi Bupati Lucky Hakim dan Wakil Bupati Syaefudin.
"Ini adalah wujud nyata gotong royong sesuai visi Indramayu Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman Nyaman, dan Gotong Royong (REANG). Dengan gotong royong, segala tantangan bisa kita hadapi bersama," tambahnya.
Acara Mapag Sri tersebut ditutup dengan pagelaran wayang kulit yang menjadi hiburan rakyat. Camat Rory berpesan agar seluruh warga tetap menjaga ketertiban dan kekompakan hingga acara usai.