

Pelaku dan Barang Bukti di Amankan Polsek Penengahan Polres Lampung Selatan (Cuplikcom/Ist)
Cuplikcom - Lampung Selatan - Polisi menangkap seorang pria berinisial N. (31) yang diduga sebagai pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) di Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan.
Pelaku diamankan oleh jajaran Polsek Penengahan pada Selasa (7/4/2026) sekitar pukul 20.30 WIB di kediamannya di Dusun Semampir, Desa Bakauheni, setelah dilakukan penggerebekan berdasarkan hasil penyelidikan.
Kapolsek Penengahan, Donal Afriansyah, mengatakan pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan korban yang kehilangan sejumlah barang berharga di dalam rumahnya.
“Setelah menerima laporan, anggota langsung melakukan penyelidikan hingga akhirnya mengarah kepada pelaku. Tim kemudian melakukan penggerebekan dan berhasil mengamankan pelaku di rumahnya,” ujar Donal.
Peristiwa pencurian terjadi pada Jumat (20/3/2026) sekitar pukul 05.00 WIB di rumah korban berinisial J. (59) di Dusun Semampir. Saat kejadian, korban diketahui sedang melaksanakan sholat subuh di masjid.
Pelaku memanfaatkan kondisi rumah yang tidak terkunci dan masuk melalui pintu dapur. Ia kemudian mengambil lima unit telepon genggam milik korban dan anggota keluarganya serta satu tas selempang berisi uang tunai. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp12,5 juta.
“Dari hasil interogasi, pelaku mengakui melakukan pencurian seorang diri. Sebagian barang hasil curian telah dijual melalui media sosial dengan sistem cash on delivery (COD),” jelas Donal.
Dalam pengungkapan kasus ini, polisi mengamankan barang bukti berupa dua unit handphone, yakni Vivo Y12s dan iPhone 11, beserta kotak kemasannya. Sementara barang bukti lainnya masih dalam proses pencarian.
Saat ini pelaku telah diamankan di Mapolsek Penengahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 477 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.
Polisi juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan memastikan keamanan rumah saat ditinggalkan.