

Carkaya (Cuplikcom/Ist)
Cuplikcom - Indramayu - Menanggapi insiden kericuhan yang pecah dalam aksi unjuk rasa di depan Pendopo Kantor Bupati Indramayu baru-baru ini, pengamat kebijakan publik, Carkaya, melontarkan kritik tajam terhadap kinerja aparat kepolisian setempat.
Carkaya menilai, kerusakan fasilitas negara yang terjadi saat aksi berlangsung merupakan dampak langsung dari lemahnya mitigasi keamanan yang dilakukan oleh kepolisian.
"Ketika berbicara demonstrasi tentunya harus ada mitigasi sebelum saat dan sesudah kejadian, yang bertanggungjawab adalah pihak kepolisian. Saya pikir fungsi intelegen dan mitigasinya ini sangat lemah," ujar Carkaya dalam keterangannya kepada awak media, Sabtu (4/4/2026).
Menurut Carkaya, aparat kepolisian terkesan tidak siap menghadapi eskalasi massa, sehingga situasi yang mulanya kondusif berubah menjadi anarkis. Ia menyayangkan adanya pembiaran yang berujung pada pengrusakan.
"Kami melihat ada kegagalan dalam melakukan mitigasi risiko. Polisi seolah membiarkan massa aksi melakukan pengrusakan tanpa ada upaya pencegahan yang efektif sejak awal," jelas Carkaya.
Selain itu, Carkaya juga sangat menyayangkan para pelaku kerusuhan di aksi demo itu tidak ditangkap oleh polisi, karena menurutnya ada proses pidana yang dilakukan oleh massa aksi.
"Di situ ada tindak pidana, mestinya ada upaya dari kepolisian untuk menangkap pelakunya, mestinya nanti ada perdamaian atau apa, yang penting ada upaya," katanya.
Meski begitu, ia juga tetap mendukung apa yang disampaikan oleh para petambak dalam memperjuangkan aspirasinya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Indramayu belum memberikan pernyataan resmi terkait adanya kelemahan mitigasi tersebut.