

(Cuplikcom/Ist)
Cuplikcom - Way Kanan, Lampung - Dunia pendidikan di Kabupaten Way Kanan dibuat resah setelah beredar pesan WhatsApp dari seseorang yang mengatasnamakan Ketua LSM GMBI Wilter Lampung dan menghubungi sejumlah kepala sekolah tingkat SLTA sederajat.
Pesan tersebut diduga mengarah pada kepentingan tertentu dengan membawa nama organisasi. Namun, setelah dilakukan klarifikasi langsung oleh media, Ketua LSM GMBI Wilter Lampung memastikan bahwa nomor tersebut bukan miliknya.
“Bukan, itu bukan nomor saya dan saya tidak pernah WA siapapun kepala sekolah SLTA sederajat di Way Kanan. Itu ulah oknum yang mencari-cari kesempatan,” tegasnya saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp.
Modus Lama, Cara Baru
Praktik pencatutan nama pejabat organisasi atau tokoh publik untuk kepentingan pribadi bukan hal baru.
Namun, jika menyasar institusi pendidikan, tindakan ini dinilai serius karena dapat mencederai nama baik organisasi, menimbulkan keresahan di lingkungan sekolah, serta berpotensi mengarah pada dugaan penipuan atau pemerasan.
Secara hukum, tindakan mengatasnamakan orang lain tanpa izin dapat dikategorikan sebagai penipuan atau pencemaran nama baik, tergantung isi serta tujuan komunikasi yang dilakukan.
Ketua LSM GMBI Wilter Lampung menegaskan bahwa seluruh komunikasi resmi organisasi dilakukan melalui jalur formal dan nomor yang telah dikenal secara internal.
Ia juga mengimbau masyarakat dan pihak sekolah agar tidak langsung merespons pesan mencurigakan, melakukan verifikasi kepada pihak organisasi, serta segera melaporkan jika terdapat indikasi penipuan atau tekanan.
Jika terbukti ada pihak yang sengaja mencatut nama Ketua LSM GMBI Wilter Lampung untuk kepentingan pribadi, maka tindakan tersebut bukan hanya mencoreng nama organisasi, tetapi juga berpotensi melanggar hukum pidana.
Satu hal yang pasti, mencatut nama tokoh atau organisasi demi keuntungan pribadi adalah tindakan tidak bermoral dan berpotensi pidana. Dunia pendidikan Way Kanan tidak boleh menjadi ladang permainan oknum yang mencari kesempatan dalam situasi yang meresahkan. (*)