

(Cuplikcom/Ism/Zul)
Cuplikcom - Lampung Barat - Skandal di dunia pendidikan Kabupaten Lampung Barat yang menyeret 46 kepala sekolah dengan dugaan kerugian mencapai miliaran rupiah hingga kini belum mendapat perhatian serius dari para anggota DPRD setempat. Padahal, lembaga legislatif tersebut memiliki fungsi pengawasan yang seharusnya berpihak pada kepentingan masyarakat.
Minimnya respons DPRD Lambar terhadap kasus yang telah viral tersebut menjadi sorotan berbagai pihak. Hingga saat ini, belum ada sikap konkret ataupun inisiatif untuk menelusuri persoalan yang menimpa puluhan kepala sekolah itu.
Sementara itu, Organisasi Masyarakat Gerakan Nasional Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (GN-PK) Lampung Barat melalui Bidang Humas, Iwan, menegaskan bahwa pihaknya akan mengambil langkah tegas dengan mendesak DPRD Lampung Barat membentuk Panitia Khusus (Pansus).
Menurutnya, pansus merupakan instrumen resmi dewan yang dapat mengungkap alur persoalan secara terang benderang, sekaligus mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga berada di balik skandal yang mengguncang dunia pendidikan tersebut.
“Karena berita di media, baik cetak maupun online, serta desas-desus di masyarakat makin liar dan tidak terkendali, kami dari GN-PK meminta dan mendesak DPRD untuk sesegera mungkin mengadakan Pansus,” ujar Iwan.
Iwan menjelaskan bahwa salah satu fungsi pansus adalah menggali permasalahan yang berkembang di tengah masyarakat dan membutuhkan penanganan khusus.
“Korupsi di lingkungan pendidikan berpotensi merusak proses internalisasi nilai etika dan karakter pada peserta didik. Sekolah semestinya menjadi tempat menanamkan kejujuran, tanggung jawab, dan integritas. Namun sebaliknya, saat ini sekolah justru dijadikan ladang pungli,” tegasnya.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa masyarakat harus peka terhadap isu-isu pendidikan, sebab hal itu berkaitan langsung dengan masa depan anak-anak.
“Kami berharap DPRD Lampung Barat dapat menjalankan fungsinya sebagai wakil rakyat dengan membentuk Pansus, bukan hanya menjadi tukang sambutan di acara-acara seremonial,” tutup Iwan.