Minggu, 29 November 2020

Dibalik Menangnya Gugatan Paslon Agusrin-Imron Di Bawaslu Bengkulu

Dibalik Menangnya Gugatan Paslon Agusrin-Imron Di Bawaslu Bengkulu

POLITIK
25 Oktober 2020, 08:27 WIB

CuplikCom-Dibalik-Menangnya-Gugatan-Paslon-Agusrin-Imron-Di-Bawaslu-Bengkulu-25102020082859-20201025_082559.jpg

Tim Kuasa Hukum Paslon Calon Gubernur Da Wakil Gubernur Bengkulu Agusrin-Imron (Cuplik.com/ Neni Lestari)


Cuplikcom Bengkulu - Gugatan perkara register nomor 01/PS.REG/17/X/2020 tentang Sengketa Penetapan Calon Gubernur dan calon wakil Gubernur Provinsi Bengkulu Agusrin-Imron Rosyadi dengan termohon KPU Provinsi Bengkulu, telah dikabulkan Bawaslu Provinsi Bengkulu.

Agusrin-Imron akhirnya dinyatakan memenuhi syarat (MS) setelah sebelumnya dinyatakan Tidak Memenuhi Syart (TMS) oleh KPU Provinsi Bengkulu dan kemudian ditetapkan sebagai pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu tahun 2020 pasa 17 Oktober 2020 dan mendapat nomor urut 3.

Dibalik menangnya gugatan tersebut, terjadi pertarungan narasi dan argumentasi antara kuasa hukum pemohon dan termohon yang turut melibatkan saksi ahli yakni Prof Dr Herlambang dan Dr Ardi Lafiza.

Keduanya adalah akademisi Unib. Khusus Prof Dr Herlambang diketahui merupakan Guru Besar Bidang Ilmu Hukum Pidana Universitas Bengkulu. Antara saksi ahli terlibat adu narasi dan argumentasi dalam sidang gugatan sengketa pemilihan tersebut, dimana salah satu kuasa hukum pemohon merupakan mantan dari murid Prof Dr Herlambang, dia adalah Ilham Patahillah SH MH. Ilham Patahillah semasa kuliah di Unib merupakan murid dari kedua saksi ahli tersebut.

Selain Ilham Patahillah, kuasa hukum pemohon lainnya adalah Dr Novran Harisa, Rozian Novizar, Eko Febrinaldo dan Edi Riyanto.

Dalam perdebatan narasi tersebut, beberapa kali nampak Ilham Patahillah menyebut para saksi ahli sebagai dosen, guru dan panutan.  

"Izin bapak dosen, guru, panutan, saya secara profesional -objektif, ingin bertanya kepada ahli," demikian kutipan yang dilontarkan Ilham kepada saksi ahli dalam arena sidang virtual yang digelar Bawaslu Provinsi Bengkulu. 

Pebedaan dan perdebatan narasi dalam forum sidang virtual tersebut menjadi perbincangan khas di musim politik Pilkada tahun 2020.

Ilham Patahillah mengaku hal tersebut adalah biasa dalam dinamika forum. Dirinya juga dengan rendah hati menganggap hubungan antara guru dan murid merupakan keabadian suatu etika keilmuan.

"Ya biasa saja, kalau masyarakat Bengkulu anggap itu drama lain dari subtansi perkara sah – sah saja, kan hukum juga sebagai seni dialogis, ikatan guru dan murid adalah keabadian suatu etika keilmuan, Prof.Herlambang dan Dr Ardi Lafiza adalah salah satu guru yang banyak memberi dan menanamkan wawasan ilmu hukum kepada saya selama di kuliah di Universitas Bengkulu dahulu, namun dalam persidangan kemarin tetap saja profesionalitas itu diutamakan dengan tidak mengurangi rasa hormat kepada keduanya," ketua DPD Kongres Advokat Indonesia Bengkulu kepada wartawan, Sabtu (24/10/2020).

"Jujur pada dasarnya saya tidak memiliki beban moril ketika saksi ahli dari mantan dosen sendiri, Karena sebelumnya sering terlibat pula di persidangan – persidangan khususnya dengan Prof Herlambang juga pernah saya minta jadi saksi ahli dari kepentingan klien yang saya dampingi, namun pada prinsip semua sama di mata hukum artinya tetap saja kebenaran dari hukum itu sendiri yang kita perjuangkan tanpa di batasi sentimen, perasaan emosional atau lainnya, yang jelas kita sebagai penegak hukum merupakan salah satu pilar pembangunan kehidupan berbangsa dan bernegara harus konsisten dalam menemukan kebenaran ril dari sengketa hukum atau keraguan – keraguan dari suatu persoalan," jawab Iham.

Seperti diketahui, Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu diikuti oleh 3 pasangan calon, yakni nomor urut 1 adalah Helmi Hasan-Muslihan DS, nomor urut 2 adalah Rohidin Mersyah-Rosjonsyah dan nomor urut 3 adalah Agusrin-Imron Rosyadi.


Penulis : Neni Lestari
Editor : Ade Lukman

CURHAT RAKYAT

Siap Dukung Pak H Juhadi Bupati Indramayu 2020

Wayae wayae... saatnya Indramayu memiliki pemimpin yang mampu dan bisa berbuat untuk rakyat Indramayu. Semoga partai partai pada sadar dan merekom pa H Juhadi untuk bupati Indramayu 2020. amiiin

Kehilangan STNK Motor Mio

Telah hilang sebuah STNK Sepeda Motor Yamaha Mio, warna hitam, No. Pol. E 2577 PAE, atas nama Acah Wiarsyah. Kehilangan terjadi di Indramayu Kota: antara Jl. Olahraga dan Prapatan DPRD Kabupaten Indramayu. Hub +62 878-8968-1083. Trimakasih.

Indramayu Darurat Korupsi

Coba gah lur pada sadara, wis aja nurut bae sekien mah, aja wedi lah, dipilih-dipilih kuh malah jeh korupsi kabeh, ampun tamah, Indramayu darurat korupsi. yu gah lur milih pemimpin sing ebat kah lur sing kira kaya daerah sejen, kira2 Indramayu bisa maju k

TERBARU LAINNYA

IKLAN BARIS

Telah hilang sebuah STNK Sepeda Motor Yamaha Mio, warna hitam, No. Pol. E 2577 PAE, atas nama Acah Wiarsyah. Kehilangan terjadi di Indramayu Kota: antara Jl. Olahraga dan Prapatan DPRD Kabupaten Indr
Jual Prodak Disinfektan dan Car Air Disinfektan Wilayah Ciayumajakuning Hub Dahlia WA 087827500060
Jual Disinfektan dan Car Disinfektan OTOGARD Wilayah Ciayumajakuning Hub Dahlia 087827500060
Pondok Therapi THOYIBAH Mamah Endang menerima- Bekam - Pijat Refleksi dan Tradisional - Bedah Aura - Cek Gula Darah, Kolesterol, Asam Urat dan Jual Jamu Rebus & Rempah. WA/HP 0877 0885 8726
PK. KNPI TUKDANA MENGGALANG DANA SOSIAL PEDULI TSUNAMI BANTEN, BERSAMA ANSOR TUKDANA, REPS SUKADANA, POLSEK TUKDANA, PEMERINTAH KECAMATAN TUKDANA, LP. MAARIF BANGODUA, SMPN SATAP TUKDANA, KARANGTARUN