Minggu, 27 September 2020

Pembatasan Peliputan, Ketua KPU Indramayu Ribut Dengan Wartawan

Pembatasan Peliputan, Ketua KPU Indramayu Ribut Dengan Wartawan

POLITIK
6 September 2020, 16:49 WIB

CuplikCom-Pembatasan-Peliputan,-Ketua-KPU-Indramayu-Ribut-Dengan-Wartawan-06092020165201-IMG-20200906-WA0038.jpg

Suasana diluar gerbang KPU Indramayu. (Foto: istimewa)

Cuplikcom - Indramayu - Tidak bisa masuk meliput momen pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati Indramayu, wartawan terlibat cekcok dengan Ketua KPU Indramayu, Ahmad Toni Fatoni. 

Ia terlibat cekcok dengan awak media lantaran kebijakan pembatasan peliputan pada kegiatan pendaftaran cabup- cawabup, Minggu (6/9). 

Beruntung keributan tidak berkepanjangan setelah Kapolres Indramayu AKBP Suhermanto menengahi keduanya. 

Cek cok mulut bermula saat KPU setempat membagikan kartu pengenal (Id Card) untuk awak media. Hanya saja, jumlah id card yang dibagikan hanya berjumlah 5 buah. Padahal jumlah awak media yang melakukan peliputan jumlahnya lebih dari 50 orang. 

Awalnya kebijakan KPU tersebut dianggap biasa oleh wartawan. Kondisi itu berjalan normal hingga akhir sesi wawancara dengan cabup-cawabup yang saat itu mendaftar. Insiden adu mulut justru terjadi saat wartawan Tribunjabar.com dan Kompas TV berniat melakukan doorstop wawancara. Namun niat mereka dihadang oleh petugas KPU yang menjaga pintu gerbang. 

Keruan, tindakan itu memicu kemarahan puluhan awak media. Tak lama berselang Ketua KPU Ahmad Toni Fatoni datang menemui wartawan. Sayangnya Toni terpancing emosinya hingga sempat melontarkan kalimat dengan nada keras.  Hal itu yang semakin memicu kemarahan wartawan. 

Yang mengecewakan, kebijakan yang sejatinya merupakan "perintah" Ketua KPU namun Toni malah mengaku tidak tahu apa-apa. "Saya tidak tahu apa-apa. Saya tidak tahu siapa yang membuat kebijakan ini, " ujar Toni. 

Mendengar penjelasan seperti itu,  sejumlah wartawan kontan memprotesnya. Hendra Sumiarsa, wartawan dari editor.id mempertanyakan sikap ketidaktahuan Ketua KPU tersebut. Pernyataan serupa disampaikan oleh Dedi Mushasi dari Metro TV dan Adun Sastra dari Radar Indramayu.

"Ketua KPU itu mengerti tidak sih tentang kebebasan pers. Ini konyol,  kami pewarta butuh keterbukaan informasi dari KPU, " tegas Adun.


Penulis : Winan
Editor : Anan Felicio

Tag :

CURHAT RAKYAT

PENYULUH AGAMA ISLAM NON PNS KAB. INDRAMAYU

Para penyuluh agana islam di Kabupaten Indramayu mengharapkan dapat perhatian khusus dai pemkab Indramayu, para penyuluh agama islam adalah tititk awal dalam segala bidang kehidupan, bagaimana tidak merekalah yang memberikan pendidikan pengenalan huruf a

Indramayu Darurat Korupsi

Coba gah lur pada sadara, wis aja nurut bae sekien mah, aja wedi lah, dipilih-dipilih kuh malah jeh korupsi kabeh, ampun tamah, Indramayu darurat korupsi. yu gah lur milih pemimpin sing ebat kah lur sing kira kaya daerah sejen, kira2 Indramayu bisa maju k

Pilbup indramayu

Semoga Bupati Indramayu 2020 - 2025 Kang Raden Inu Danubaya Turun Wiralodra XII Bukan keturunan koruptor Bukan orang pemerintahan atau anggota dewan/DPR Sing pasti amanah jujur dan bermasyarakat juga memakmurkan rakyatnya ya Kang Inu Dananubaya As

TERBARU LAINNYA

IKLAN BARIS

Jual Disinfektan dan Car Disinfektan OTOGARD Wilayah Ciayumajakuning Hub Dahlia 087827500060
Telah hilang sebuah STNK Sepeda Motor Yamaha Mio, warna hitam, No. Pol. E 2577 PAE, atas nama Acah Wiarsyah. Kehilangan terjadi di Indramayu Kota: antara Jl. Olahraga dan Prapatan DPRD Kabupaten Indr
Ingin Bisa dan Handal MengemudiKursus Mengemudi Fajar Utama Indramayu Solusinya. Hub WA 087717771475
Jual Prodak Disinfektan dan Car Air Disinfektan Wilayah Ciayumajakuning Hub Dahlia WA 087827500060
Pondok Therapi THOYIBAH Mamah Endang menerima- Bekam - Pijat Refleksi dan Tradisional - Bedah Aura - Cek Gula Darah, Kolesterol, Asam Urat dan Jual Jamu Rebus & Rempah. WA/HP 0877 0885 8726