Selasa, 14 Juli 2020

Sakit Parah, TKI Dipulangkan Lalu Meninggal Dunia

Sakit Parah, TKI Dipulangkan Lalu Meninggal Dunia

POLITIK
1 Januari 2014, 19:33 WIB
Cuplik.Com - Indramayu - Kerja diporsir tanpa istirahat, TKI Qatar asal Indramayu Jawa Barat meninggal dunia setelah dipulangkan dalam kondisi sakit parah dan lumpuh. Hampir dua tahun TKI tersebut bekerja di Qatar.

TKI itu bernama Tarkem (33 tahun), TKI asal Desa Sukaperna Kecamatan Tukdana Kabupaten Indramayu - Jawa Barat. Pada Kamis 26 Desember 2013 TKI meninggal dunia setelah pada 3 Desember kemarin dipulangkan dalam kondisi sakit parah dari negara Qatar. Korban sempat dirawat di rumahsakit setempat.

Menurut suaminya, Syahklan (38), awalnya Tarkem berangkat menjadi TKI ke Qatar diterbangkan oleh PT Tritama Megah Abadi pada awal Agustus 2012. Tarkem bekerja di majiakan laki-laki bernama Hamad Hadi Al Marri dan majikan perempuan bernama Sita.

"Awalnya Istri saya kerja di pasangan majikan tersebut dalam kondisi baik-baik saja. Namun pada 13 Oktober 2013, istri saya baru menghubungi saya via telepon. Istri saya mengeluh bahwa kepalanya sering sakit, dan dipekerjakan di dua tempat yaitu di tempat adiknya majikan. Ia mengeluh kurang istirahat dikarenakan kerjanya setiap hari sampai pagi terus," kata Syahklan menceritakan awal penyebab kematian istrinya.

Sekitar akhir September lalu, Syahklan dihubungi via telepon oleh Castini (saudara sepupu Tarkem yang juga menjadi TKI di Qatar), memberitahukan bahwa Tarkem sedang dirawat di rumah sakit dalam kondisi cukup parah, namun pihak dokter di rumah sakit setempat tidak bisa menjelaskan penyakit yang sedang dialami Tarkem.

"Kemudian pada tanggal 3 Desember 2013 istri saya dipulangkan dalam kondisi sakit parah, kedua kakinya lumpuh, sering merasakan sakit kepala dan kedua matanya tidak bisa melihat. Dan pada hari kamis tanggal 26 Desember 2013 istri saya meninggal dunia," jelas Syahklan berkaca-kaca.

Sementara menurut lembaga yang mendampinginya, Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) cabang Indramayu, Juwarih menegaskan, kematian Tarkem diduga karena kecapean dalam bekerja akibat tenaganya terus diporsir dan tidak ada waktu untuk istirahat.

"Seharusnya majikan Tarkem harus bertanggung jawab," tegas Juwarih.

Oleh karena itu, SBMI Indramayu selaku penerima kuasa dari keluarga korban, mengaku akan mempertanyakan sebab-sebab kematian Tarkem dan memperjuangkan hak-haknya yang belum terpenuhi, seperti hak asuransi yang diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Permenekertrans) Nomor 07 tahun 2010 dan Permen Nomor 1 Tahun 2012 tentang Asuransi Tenaga Kerja Indonesia.

"Kami akan mengurusnya sesuai dengan aturan yang ada. Jangan sampai hak-haknya. Tidak terpenuhi," pungkasnya.


Penulis : Dewo
Editor : Dewo

Tag :

CURHAT RAKYAT

Siap Dukung Pak H Juhadi Bupati Indramayu 2020

Wayae wayae... saatnya Indramayu memiliki pemimpin yang mampu dan bisa berbuat untuk rakyat Indramayu. Semoga partai partai pada sadar dan merekom pa H Juhadi untuk bupati Indramayu 2020. amiiin

Corona pertama di indramayu

kenapa di cuplik dot com tidak ada berita korona

PENYULUH AGAMA ISLAM NON PNS KAB. INDRAMAYU

Para penyuluh agana islam di Kabupaten Indramayu mengharapkan dapat perhatian khusus dai pemkab Indramayu, para penyuluh agama islam adalah tititk awal dalam segala bidang kehidupan, bagaimana tidak merekalah yang memberikan pendidikan pengenalan huruf a

VIDEO

Ceramah KH. Moh Syatori, S.H, MA | Maulid Nabi Muhammad SAW | 201814/07/2018

TERBARU LAINNYA

IKLAN BARIS

Ingin Bisa dan Handal MengemudiKursus Mengemudi Fajar Utama Indramayu Solusinya. Hub WA 087717771475
Terima Jasa Foto/Video WA 087727733461
Jual Prodak Disinfektan dan Car Air Disinfektan Wilayah Ciayumajakuning Hub Dahlia WA 087827500060
PK. KNPI TUKDANA MENGGALANG DANA SOSIAL PEDULI TSUNAMI BANTEN, BERSAMA ANSOR TUKDANA, REPS SUKADANA, POLSEK TUKDANA, PEMERINTAH KECAMATAN TUKDANA, LP. MAARIF BANGODUA, SMPN SATAP TUKDANA, KARANGTARUN
Telah hilang sebuah STNK Sepeda Motor Yamaha Mio, warna hitam, No. Pol. E 2577 PAE, atas nama Acah Wiarsyah. Kehilangan terjadi di Indramayu Kota: antara Jl. Olahraga dan Prapatan DPRD Kabupaten Indr