Selasa, 21 Mei 2019

Yogyakarta Harus Jadi Barometer Budaya


POLITIK
28 April 2011, 23:45 WIB

Cuplik.Com - Yogyakarta - Pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Purwo Santoso mengatakan,Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat diharapkan bukan hanya menjadi objek wisata, melainkan juga harus bisa menjadi suluh budaya.

"Suluh budaya yang bisa menyatukan konsep nasionalisme, baik untuk tingkat nasional maupun yang dimiliki daerah atau lokal," katanya dalam diskusi buku `Merajut kembali pemikiran Sri Sultan Hamengku Buwono IX karya Heru Wahyu Kismoyo`, di Yogyakarta, Kamis.

Dengan demikian, menurut dia, melalui konsep itu kearifan peninggalan budaya budaya Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat akan tetap aktual dan bermanfaat bagi masyarakat.

"Istimewanya Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat akan terjaga dengan menjadi sebuah suluh budaya. Jadi, tidak hanya mengedepankan simbol-simbol," katanya.

Ia mengatakan banyak pemikiran mendiang Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang masih relevan dan bermanfaat bagi proses demokratisasi. Misalnya, pemikiran beliau tentang multikulturalisme Indonesia melalui konsep politik kebudayaan Yogyakarta.

Namun demikian, menurut dia masih sering ditemui kesulitan menyatukan pemikiran antara dunia akademis dengan konsep di keraton, terkait demokratisasi hingga pemerintahan. Melalui beberapa pemikiran Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang mungkin belum semuanya tergali, bisa dilanjutkan kembali untuk menjabarkan lebih baik.

"Kita perlu serius menjabarkan secara lebih baik pemikiran dari Sri Sultan Hamengku Buwono IX, termasuk tentang konsep kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," katanya.

Menurut dia, salah satu cara untuk merumuskan kembali dan menjembatani Yogyakarta dalam bingkai NKRI antara lain bisa ditempuh melalui strategi budaya dan pendidikan.

"Yogyakarta sebagai pusat kota pendidikan bisa terus dikembangkan. Yogyakarta bisa tetap menyalurkan pengetahuan dan seluk-beluknya," katanya.

Peneliti dari Australian National University John Monfries mengatakan Sri Sultan Hamengku Buwono IX adalah figur yang sederhana dan cukup berhati-hati, terutama terkait politik.

Namun, jika menyangkut pluralisme, Sri Sultan Hamengku Buwono IX mampu mewadahinya dengan tetap menampung kalangan minoritas.

"Saya sangat jarang melihat Sri Sultan Hamengku Buwono IX mengkritik tokoh-tokoh nasional. Sri Sultan Hamengku Buwono IX merupakan figur politikus yang tidak mengejar kekuasaan," katanya.

Penulis : samsudin
Editor :

Tag :

BERITA TERKAIT

CURHAT RAKYAT

PENYULUH AGAMA ISLAM NON PNS KAB. INDRAMAYU

Para penyuluh agana islam di Kabupaten Indramayu mengharapkan dapat perhatian khusus dai pemkab Indramayu, para penyuluh agama islam adalah tititk awal dalam segala bidang kehidupan, bagaimana tidak merekalah yang memberikan pendidikan pengenalan huruf a

VIDEO

Aksi Warga Indramayu Usut Dugaan Korupsi Yance di Kejagung21/05/2017

TERBARU LAINNYA

IKLAN BARIS

Terima Jasa Foto/Video WA 087727733461
Pondok Therapi THOYIBAH Mamah Endang menerima- Bekam - Pijat Refleksi dan Tradisional - Bedah Aura - Cek Gula Darah, Kolesterol, Asam Urat dan Jual Jamu Rebus & Rempah. WA/HP 0877 0885 8726
Ingin Bisa dan Handal MengemudiKursus Mengemudi Fajar Utama Indramayu Solusinya. Hub WA 087717771475
BRO AL Barber Shop - Hair Cut - Wash - Massage - Hair Tonic - Pomade - Warm Towel. Alamat Jalan MT Haryono No 37 Indramayu (Depan Kantor Dinas Kesehatan) WA 085221430567 - 081324159683
Adi Sanga Collection Terima Pembuatan Kaos, Sablon dll info WA 081280656707