Senin, 19 November 2018

Pemimpin Al-Azhar Sesalkan Pemulangan Mahasiswa RI


SOSIAL
10 Februari 2011, 08:32 WIB

Cuplik.Com - Mesir - Pemimpin tertinggi atau Syeikh Agung Al-Azhar, Mesir, Prof. Dr. Ahmed Al-Tayeb menyesalkan pemulangan mahasiswa Indonesia karena keamanan mereka dijamin Al Azhar.

"Kenapa mereka harus dipulangkan?", tanya Syeikh Agung Al Azhar dengan nada menyesalkan ketika menerima Dr. Nur Hassan Wirajuda yang merupakan Utusan Khusus Presiden Susilo Bambang Yudhonono, di Kairo, Rabu (9/2).

Dalam pertemuan di kantor Syeikh Agung di Distrik Darrasah tersebut, Hassan Wirajuda yang juga mantan menteri luar negeri itu didampingi Duta Besar RI untuk Mesir A.M. Fachir.

Menjawab pertanyaan bernada menyesalkan tersebut, Hassan Wirajuda menjelaskan bahwa pemerintah mengevakuasi warga negara Indonesia itu semata-mata atas pertimbangan keamanan dan untuk melindungi WNI secara fisik. "Pemerintah Indonesia bukan memulangkan, tapi mengevakuasi sementara akibat keadaan darurat di Mesir, dan bila keamanan sudah pulih, mereka akan kembali lagi untuk melanjutkan kuliah," ujar Hassan.

Syeikh Tayeb juga menyinggung kapasitas asrama Al Azhar yang mampu menampung ribuan mahasiswa dari berbagai negara termasuk dari Indonesia namun masih banyak di antara mahasiswa asing menunggu giliran masuk asrama.

"Banyak mahasiswa dari berbagai negara terutama dari Afrika yang belum kebagian kamar asrama. Jadi kalau mahasiswa Indonesia pulang berarti kamar asrama mereka bisa digantikan selamanya," ujar Syikeh Agung.

Kuliah di Universitas Al Azhar telah dimulai kembali pada Ahad (6/2) setelah libur usai ujian semester bulan lalu di samping akibat krisis.Hassan Wirajuda, yang juga mantan Duta Besar RI untuk Mesir (1997-1998) itu berkunjung ke Mesir dalam kapasitas sebagai Utusan Khusus Presiden dan Ketua Satuan Tugas (Satgas) Evakuasi WNI di Mesir. Wirajuda juga mengantarkan bantuan bahan makanan seberat delapan ton untuk dibagikan kepada WNI.Keamanan mahasiswa

Keamanan Mahasiswa

Terkait keamanan mahasiswa, Kepala Fungsi Penerangan, Sosial dan Kebudayaan KBRI Kairo, Iwan Wijaya Mulyatno menjelaskan bahwa sejauh ini semua mahasiswa aman, meskipun ada beberapa di antaranya sempat ditanyai oleh pihak keamanan Mesir.

"Memang ada beberapa mahasiswa yang secara kebetulan ditanyai pihak keamanan setempat dan bahkan sempat dibawa ke pos polisi, tapi setelah diketahui bahwa mereka mahasiswa Al Azhar, langsung dibebaskan," katanya.

Pernyataan senada diutarakan Ketua Persatuan Pelajar Indonesia (PPMI) Mesir, Falahuddin Nursalim. Menurut dia, ada mahasiswa yang dimintai keterangan oleh pihak keamanan, tapi setelah diketahui identitas mereka sebagai mahasiswa Al Azhar, langsung dibebaskan.Pemeriksaan identitas itu tidak hanya terbatas pada mahasiswa Indonesia, tapi berlaku pula oleh warga asing lainnya demi keamanan.

Ian Syafri, mahasiswa Indonesia yang kuliah Al Azhar cabang Iskandariyah mengaku sempat ditahan saat ia dalam perjalanan menuju Kairo untuk evakuasi ke Indonesia. "Saya sempat ditahan sekitar tiga jam di Giza dalam perjalanan dari Iskandariah ke Kairo pekan lalu. Tapi setelah diketahui bahwa saya mahasiswa Al Azhar, langsung dibebaskan sambil minta maaf. Mereka (aparat keamanan) itu hormat sekali pada Al Azhar," ujar Syafri.

Sementara itu, Atase Pendidikan KBRI Kairo, Prof. Dr. Sangidu mengatakan jumlah total mahasiswa Indonesia yang kuliah di Universitas Al-Azhar tercatat 3.523 orang, terdiri atas 3.000 mahasiswa program strata-1 (S-1), 500 orang program S-2, dan 23 lainnya program S-3.Hampir semua mahasiswa tersebut mendapat beasiswa atau santunan belajar dari Al Azhar dan beberapa lembaga sosial lainya.

Penulis : robidin
Editor : Robidin

Tag :

BERITA TERKAIT

CURHAT RAKYAT

VIDEO

(1/7) Misteri Kali Rentang, Ki Jaka Bajul Jatisawit | Sandiwara Candra Sari | 201719/11/2017

TERBARU LAINNYA

IKLAN BARIS

Terima Jasa Foto/Video WA 087727733461
Ingin Bisa dan Handal MengemudiKursus Mengemudi Fajar Utama Indramayu Solusinya. Hub WA 087717771475
Adi Sanga Collection Terima Pembuatan Kaos, Sablon dll info WA 081280656707