Minggu, 19 Agustus 2018

Pengusaha Kue Tak Terpengaruh Harga Gula Naik


EKONOMI
30 Agustus 2009, 21:12 WIB

Cuplik.Com - Jakarta: Meski harga gula terus melonjak naik menjelang Lebaran, ternyata bagi sebagian kalangan pengusaha kecil, khususnya pengusaha kue, kenaikan itu tidak berimbas terlalu dalam.

Hal tersebut seperti yang dialami pemilik industri rumahan kue Pray-Q Sri Nikmati. Meski harga gula merangkak naik, bisnisnya justru makin berkibar.

"Kalau usaha saya tidak terkena efek kenaikan harga gula. Karena biasanya dari satu kilogram gula yang digunakan, kami hanya menggunakan sekira 200 gram saja," ungkap wanita yang biasa dipanggil Ani, Minggu (30/8).

Menurutnya, hanya satu jenis kue saja yang mengalami kenaikan pada tahun ini. Itu pun karena harga untuk jenis kue Kastengel ini naik, kendati kenaikannya tidak terlalu signifikan.

"Harga keju edam (jenis keju khusus membuat Kastengel) saja sudah naik Rp3.000 per ons. Belum lagi roombutter-nya (jenis mentega) yang sekilo bisa naik sampai Rp20.000," jelasnya.

Di sisi lain, Ani menambahkan bahwa krisis ekonomi global yang menghantam dunia dan berimbas ke Indonesia ternyata tidak berpengaruh. Dia mengungkapkan jika makin banyak pembeli kuenya yang memesan di luar momen-momen tertentu seperti Lebaran dan Natalan. "Biar krisis, kalau masalah makan jalan terus," tegasnya.

Sekadar informasi, Harga gula untuk industri rumah tangga diprediksi akan mengalami lonjakan. Sementara untuk permintaan gula akan naik hingga dua hingga tiga kali lipat menjelang Lebaran, yakni dari ukuran normal 50 ribu ton per bulan menjadi sekira 150 ribu ton.

Harga normal gula saat ini berkisar antara Rp6.500-Rp6.700 per kg. Pada dasarnya, pemerintah ingin harga gula menjelang Lebaran di kisaran Rp7.000-Rp7.500 per kg, terutama untuk musim giling.

Penulis : dewo
Editor : Dewo

Tag :

BERITA TERKAIT

CURHAT RAKYAT

VIDEO

Aksi Kasus Gratifikasi Pajero, Hasil Audensi dengan KPK18/08

TERBARU LAINNYA

IKLAN BARIS