Kamis, 2 Juli 2020

Hanya Beli Jas, DPRD Subang Anggarkan Rp75 Juta

Hanya Beli Jas, DPRD Subang Anggarkan Rp75 Juta

POLITIK
12 Juni 2009, 05:08 WIB
Cuplik.Com - SUBANG: Sekretaris Dewan Kabupaten Subang, Jawa Barat, menganggarkan dana Rp75 juta untuk pengadaan jas bagi 50 anggota DPRD periode 2009-2014.

Rencananya jas tersebut akan dikenakan saat pelantikan pada September 2009.

Wakil Ketua DPRD Subang Encep Sugiana menjelaskan, seragam jas itu merupakan fasilitas anggota DPRD. Masing-masing anggota DPRD dianggarkan mendapat jas seharga Rp1,5 juta untuk pembuatan seragam jas.

"Perlengkapan jas untuk anggota DPRD sudah dianggarkan. Ya sekitar Rp1 juta sampai Rp1,5 juta per orang. Itu hanya untuk anggota, istri-istrinya masing-masing saja," kata Encep.

Selain fasilitas jas baru, fasilitas lain yang dimungkinkan akan diterima oleh anggota DPRD periode 2009-2014 itu adalah kendaraan roda empat, untuk masing-masing fraksi dan komisi.

Namun begitu, kata Encep, hanya kendaraan yang rusak saja yang diusulkan diganti.

"Kita lihat kendaraanya dulu, kalau tidak bisa ya diganti," ujarnya.

Sementara itu, pelantikan anggota DPRD baru rencananya akan dilakukan pada 3 September mendatang. Hal ini merujuk pada aturan susuan kedudukan DPRD yang menyebutkan lama jabatan DPR adalah lima tahun. Sementara anggota DPRD periode lima tahun terakhir itu dilantik pada 3 September 2004 lalu.

"Kalau mengacu kepada Susduk, ya tanggal 3 September. Tapi kita lihat saja nanti, karena ini kan harus dipanmuskan dan diajukan ke Gubernur," imbuhnya.

Menyikapi fasilitas seragam jas yang diterima oleh anggota DPRD baru, Presidium Kaukus Rakyat Subang Bersatu (KRSB) Evi Silviady, menilai lembaga legislatif dianggap tidak konsisten terhadap upaya efesiensi anggaran daerah.

Dia menjelaskan, di satu sisi DPRD mendesak adanya perampingan Satuan Organisasi Pelaksana Daerah (SOPD) guna efesiensi anggaran namun di sisi lain anggota DPRD menghabiskan uang rakyat.

"Saya lihat DPRD mencla-mencle dengan ucapannya. Minta efesiensi anggaran, sendirinya malah bagi-bagi jas yang harganya fantastis," tegas Evi.

Evi mengingatkan, jika fasilitas jas tersebut merujuk pada aturan normatif, sebaiknya DPRD tidak menafaatkan kesempatan dalam kesempitan itu. Artinya, dalam rangka penghematan anggaran daerah, pengadaan fasilitas itu jangan dipaksakan dengan harga mahal.

"Aturan itu jangan dibikin alasan untuk memiliki jas mewah dengan cara gratis, saya kira kalaupun merujuknya kepada aturan, dengan membeli jas di bawah Rp1 juta tidak akan disebut pelanggaran hukum," tandasanya.

Penulis : Dewo
Editor : Dewo

Tag :

CURHAT RAKYAT

Pilbup indramayu

Semoga Bupati Indramayu 2020 - 2025 Kang Raden Inu Danubaya Turun Wiralodra XII Bukan keturunan koruptor Bukan orang pemerintahan atau anggota dewan/DPR Sing pasti amanah jujur dan bermasyarakat juga memakmurkan rakyatnya ya Kang Inu Dananubaya As

bupati indramayu

kapan ya bupati indramayu dipimpin oleh orang PDIP Semoga terjadi sampe jadi bupati indramayu dipimpin wong cilik PDIP

Kehilangan STNK Motor Mio

Telah hilang sebuah STNK Sepeda Motor Yamaha Mio, warna hitam, No. Pol. E 2577 PAE, atas nama Acah Wiarsyah. Kehilangan terjadi di Indramayu Kota: antara Jl. Olahraga dan Prapatan DPRD Kabupaten Indramayu. Hub +62 878-8968-1083. Trimakasih.

VIDEO

Jelang Puasa, Kejari Indramayu Bagikan Sembako ke Warga2/07

TERBARU LAINNYA

IKLAN BARIS

Pondok Therapi THOYIBAH Mamah Endang menerima- Bekam - Pijat Refleksi dan Tradisional - Bedah Aura - Cek Gula Darah, Kolesterol, Asam Urat dan Jual Jamu Rebus & Rempah. WA/HP 0877 0885 8726
Terima Jasa Foto/Video WA 087727733461
Jual Disinfektan dan Car Disinfektan OTOGARD Wilayah Ciayumajakuning Hub Dahlia 087827500060
Jual Prodak Disinfektan dan Car Air Disinfektan Wilayah Ciayumajakuning Hub Dahlia WA 087827500060
PK. KNPI TUKDANA MENGGALANG DANA SOSIAL PEDULI TSUNAMI BANTEN, BERSAMA ANSOR TUKDANA, REPS SUKADANA, POLSEK TUKDANA, PEMERINTAH KECAMATAN TUKDANA, LP. MAARIF BANGODUA, SMPN SATAP TUKDANA, KARANGTARUN