Kamis, 2 Juli 2020

Harga Pupuk Subsidi Rp100 Ribu/zak, Petani Mengeluh

Harga Pupuk Subsidi Rp100 Ribu/zak, Petani Mengeluh

EKONOMI
8 April 2009, 01:38 WIB
Cuplik.Com - Pandeglang: Harga pupuk subsidi jenis urea di tingkat pengecer di Kabupaten Pandeglang mencapai Rp100 ribu per zak dengan kapasitas 50 kilogram sehingga petani mengeluhkan kenaikan tersebut.

"Semestinya harga eceran tertinggi (HET) pupuk subsidi sebesar Rp60 per zak," kata Udin (45) seorang petani Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Selasa.

Udin mengatakan, hingga saat ini Pasokan pupuk subsidi di pasaran sulit diperoleh menyusul diberlakukan rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK).

Apalagi, petani yang tidak masuk dalam RDKK sehingga sulit untuk mendapatkan pupuk subsidi di tingkat pengecer.

Bahkan, pengecer menjual dengan seenaknya karena sudah dialokasikan kepada petani yang tercatat dalam RDKK itu.

Oleh karena itu, pihaknya berharap pemerintah kembali tidak menerapkan sistem RDKK.

Selama ini, petani sering mengeluh selain harga pupuk subsidi mahal juga sulit diperolehnya.

Saat ini, petani sangat membutuhkan pupuk karena sudah memasuki musim tanam tahap kedua.

"Kami khawatir pada tanam tahap kedua tidak terpenuhi pupuk dan berpengaruh terhadap produksi gabah," katanya.

Di tempat terpisah, sejumlah petani di Kecamatan Cisata, Kabupaten Pandeglang, mengaku hingga saat ini pasokan pupuk subsidi berkurang.

Akibat kekurangan itu, kata dia, harga pupuk di pasaran mengalami kenaikan hingga mencapai Rp2.000 per kilogram, padahal harga subsidi hanya Rp1.200 per kilogram.

"Meskipun harga pupuk subsidi mahal kami tetap membeli karena sangat membutuhkan pupuk itu," kata Sanuji (50) petani Desa Cikondang, Kecamatan Cisata, Kabupaten Pandeglang.

Menurut dia, saat ini persendian pupuk sering terjadi kelangkaan sehingga mengakibatkan produksi padi menurun karena tanamanya kurang begitu subur.

Selama ini, lanjut dia, produksi padi dari satu hektare hanya lima ton gabah kering pungut (GKP), padahal sewaktu pupuk mudah bisa mencapai enam ton GKP.

"Kami berharap pasokan pupuk kembali normal seperti semula dan tidak menerapkan lagi sistem RDKK," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Pandeglang, Cahyan Sopiyandi, mengatakan, pihaknya berjanji akan menanggulangi masalah kesulitan pupuk subsidi tersebut.

"Kami akan berupaya untuk memenuhi pupuk subsidi karena saat ini petani sudah memasuki musim tanam kedua," katanya.

Penulis :
Editor :

Tag :

CURHAT RAKYAT

Corona pertama di indramayu

kenapa di cuplik dot com tidak ada berita korona

Siap Dukung Pak H Juhadi Bupati Indramayu 2020

Wayae wayae... saatnya Indramayu memiliki pemimpin yang mampu dan bisa berbuat untuk rakyat Indramayu. Semoga partai partai pada sadar dan merekom pa H Juhadi untuk bupati Indramayu 2020. amiiin

bupati indramayu

kapan ya bupati indramayu dipimpin oleh orang PDIP Semoga terjadi sampe jadi bupati indramayu dipimpin wong cilik PDIP

VIDEO

Versi Soniyah Raditya | Tanggul Kali Bangkir 20202/07

TERBARU LAINNYA

IKLAN BARIS

PK. KNPI TUKDANA MENGGALANG DANA SOSIAL PEDULI TSUNAMI BANTEN, BERSAMA ANSOR TUKDANA, REPS SUKADANA, POLSEK TUKDANA, PEMERINTAH KECAMATAN TUKDANA, LP. MAARIF BANGODUA, SMPN SATAP TUKDANA, KARANGTARUN
Jual Prodak Disinfektan dan Car Air Disinfektan Wilayah Ciayumajakuning Hub Dahlia WA 087827500060
Jual Disinfektan dan Car Disinfektan OTOGARD Wilayah Ciayumajakuning Hub Dahlia 087827500060
Pondok Therapi THOYIBAH Mamah Endang menerima- Bekam - Pijat Refleksi dan Tradisional - Bedah Aura - Cek Gula Darah, Kolesterol, Asam Urat dan Jual Jamu Rebus & Rempah. WA/HP 0877 0885 8726
Terima Jasa Foto/Video WA 087727733461