Kamis, 13 Agustus 2020

Penangkapan Joko Tjandra Atas Perintah Presiden Jokowi

Penangkapan Joko Tjandra Atas Perintah Presiden Jokowi

HUKUM
31 Juli 2020, 11:46 WIB

Gedung Kejaksaan Agung RI (Cuplik.Com/M.RIKO INDRIANTO)

Cuplikcom - Jakarta - Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai Kejaksaan Agung (Kejagung) tak hanya berhenti pada pencopotan Jaksa Pinangki dari jabatannya. ICW mendesak Kejagung mendalami motif Jaksa Pinangki bertemu dengan terpidana kasus hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra.

"Kejaksaan Agung harus mendalami terkait kepentingan atau motif dari Jaksa Pinangki Sirna Malasari ketika menemui Djoko Tjandra," kata Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana dalam keterangan tertulisnya, Jumat (31/7/2020).

Kejagung pun diminta berkoordinasi dengan KPK bila ditemukan aliran dana dari Djoko Tjandra ke Jaksa Pinangki. Aliran dana itu dapat disebut sebut sebagai tindak pidana suap.

"Jika ada aliran dana dari Djoko Tjandra terhadap yang bersangkutan, maka sudah selayaknya kejaksaan berkoordinasi dengan KPK untuk dapat memproses hukum atas sangkaan tindak pidana suap dan obstruction of justice," ujar Kurnia.

Tak berhenti pendalaman motif dan penelusuran aliran dana, Kejagung juga diminta memberhentikan Jaksa Pinangki. Hal ini dinilai sebagai upaya bersih-bersih di tubuh Kejagung.

"Tak hanya itu, ICW juga mendesak agar korps adhyaksa segera memberhentikan yang bersangkutan sebagai Jaksa di Kejaksaan Agung," imbuhnya.

Jaksa Pinangki dibebastugaskan dari jabatannya karena melakukan pertemuan dengan Djoko Tjandra. Menko Polhukam Mahfud Md meminta aparat penegak hukum segera memproses Pinangki secara pidana.

"Yang diinternal pemerintah di mana ada indikasi keterlibatan pejabat-pejabat dan pegawai itu di polri polisinya sudah ditindak dipidanakan, kemudian juga di kejagung yang diduga juga melibatkan orang di sana itu sudah mulai bertindak dengan mencopot si Pinangki dan itu harus segera diselidiki itu proses pidananya karena itu telanjang sekali, ada permainan hukum pidana di sini," kata Mahfud kepada wartawan, Kamis (30/7).

Sedangkan Djoko Tjandra berhasil ditangkap pada Kamis (30/7) malam di Malaysia. Penangkapan ini dipimpin langsung oleh Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo. Djoko Tjandra kemudian dibawa ke Bareskrim sementara untuk penyidikan lebih lanjut.


Penulis : M Riko Indrianto
Editor : Ade Lukman

CURHAT RAKYAT

Corona pertama di indramayu

kenapa di cuplik dot com tidak ada berita korona

bupati indramayu

kapan ya bupati indramayu dipimpin oleh orang PDIP Semoga terjadi sampe jadi bupati indramayu dipimpin wong cilik PDIP

Siap Dukung Pak H Juhadi Bupati Indramayu 2020

Wayae wayae... saatnya Indramayu memiliki pemimpin yang mampu dan bisa berbuat untuk rakyat Indramayu. Semoga partai partai pada sadar dan merekom pa H Juhadi untuk bupati Indramayu 2020. amiiin

VIDEO

LBH Delta 19 Dukung Kejari Tangani Kasus Tujuh Objek Wisata4 hari yang lalu

TERBARU LAINNYA

IKLAN BARIS

Jual Prodak Disinfektan dan Car Air Disinfektan Wilayah Ciayumajakuning Hub Dahlia WA 087827500060
Pondok Therapi THOYIBAH Mamah Endang menerima- Bekam - Pijat Refleksi dan Tradisional - Bedah Aura - Cek Gula Darah, Kolesterol, Asam Urat dan Jual Jamu Rebus & Rempah. WA/HP 0877 0885 8726
Jual Disinfektan dan Car Disinfektan OTOGARD Wilayah Ciayumajakuning Hub Dahlia 087827500060
PK. KNPI TUKDANA MENGGALANG DANA SOSIAL PEDULI TSUNAMI BANTEN, BERSAMA ANSOR TUKDANA, REPS SUKADANA, POLSEK TUKDANA, PEMERINTAH KECAMATAN TUKDANA, LP. MAARIF BANGODUA, SMPN SATAP TUKDANA, KARANGTARUN
Ingin Bisa dan Handal MengemudiKursus Mengemudi Fajar Utama Indramayu Solusinya. Hub WA 087717771475