Senin, 17 Februari 2020

Sebagai Negara Maritim, Indonesia Perlu Memperkuat Armada Gugus Tempur Laut


HUKUM
15 Februari 2020, 08:24 WIB

Dede Farhan Aulawi pemerhati teknologi Hankam. (Foto: istimewa)

Cuplikcom - Bandung - Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki luas perairan dua kali lipat dari luas daratannya. Konsekuensi logis dari fakta ini adalah perlunya penguatan angkatan laut dengan sarana dan prasarana yang memadai, termasuk juga alat utama sistem persenjataannya.

Di samping itu, juga akan terkait dukungan anggaran yang memadai dan juga pemenuhan kompetensi SDM yang unggul. Pemenuhannya tentu tidak bisa sekaligus karena berbagai keterbatasan yang ada, tetapi paling tidak perlu memiliki roadmap yang jelas agar mampu memproyeksikan kekuatan pertahanan di laut yang luas tersebut.

Hal tersebut dikatakan Pemerhati Teknologi Hankam Dede Farhan Aulawi, di Bandung, Sabtu 15 Februari 2020.

Dede menjelaskan bahwa bagi sebuah negara maritim seperti Indonesia, memiliki armada tempur yang kuat menjadi hal yang sangat penting untuk menjaga dan mempertahankan kedaulatan negara.

"Armada tempur tersebut secara otomatis harus memperhatikan perkembangan teknologi terbaru agar kompatibel dengan tantangan dan ancaman yang dihadapi," ungkapnya.

"Sesuai dengan terminologinya, kapal perang merupakan kapal yang digunakan untuk kepentingan militer, yang jenisnya terdiri dari kapal induk, kapal kombatan, kapal patroli, kapal angkut, kapal selam dan kapal pendukung lainnya," kata dia.

"Khusus untuk negara yang memiliki lautan yang membeku seperti Rusia dan Finlandia, juga memiliki kapal pemecah es," sambung Dede.

Dia menuturkan karakteristik kapal perang yang dibuat dari waktu ke waktu terus berkembang  mengikuti perkembangan teknologi yang menyertainya, misalnya penemuan teknologi radio, telegraf, radar, sonar dan alat komunikasi serta navigasi semakin melengkapi kemampuan kapal dalam melaksankan tugas – tugas operasi di lautan, sehingga mampu melakukan deteksi, komunikasi termasuk penyadapan yang semakin canggih.

"Begitupun dengan perkembangan persenjataan mulai dari meriam hingga roket, rudal, ranjau dan torpedo," jelasnya.

Selanjutnya Dede juga menambahkan terkait proyeksi kekuatan laut yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kepentingan masing – masing negara. Secara umum diproyeksikan ke dalam Green Water Navy, Brown Water Navy, dan Blue Water Navy. 

"Brown Water Navy merupakan kekuatan AL yang diproyeksikan untuk melindungi dan mempertahankan wilayah perairan di sekitar pantai, atau yang biasa dikenal sebagai zona litoral," kata Dede.

"Wilayah ini mencakup pesisir hingga laut lepas pantai berjarak ratusan mil. Brown Water Navy merupakan kapal patroli dengan persenjataan defensif seperi meriam untuk operasi pantai dan perlindungan kegiatan ekonomi di perairan," tambahnya.

"Meskipun untuk saat ini, sudah mulai juga dilengjkapi rudal-rudal ofensif anti kapal permukaan dan/atau torpedo dan didukung oleh kapal kombatan. Lalu Green Water Navy diproyeksikan hingga kepulauan dan pulau-pulau terluar dari suatu negara," lanjutnya.

Dijepaskan Dede dimensi jangkauannya mencapai ribuan mil. Sedangkan Blue Water Navy diproyeksikan mampu menjangkau samudera dan perairan antar benua. 

"Di abad ke-21 ini dimana perkembangan teknologi semakin maju, maka fitur – fitur kapal perang pun sudah semakin luar biasa, termasuk dilengkapi senjata berat yang bisa mematikan bahkanmenghancurkan musuh," tuturnya.

"Lihat saja kapal perang Zumwalt milik AS yang dilengkapi sistem sensorik agar tidak terdeteksi sistem radar," tukasnya.

"Dia mampu meluncurkan 600 proyektil bertenaga roket yang dapat mencapai target hingga 100 km lebih, serta dilengkapi amunisi rudal Tomahawk, rudal penghancur pesawat terbang, hingga rudal anti kapal selam," imbuh Dede.

Dikatakannya di samping AS, ternyata India juga juga punya INS Kochi yang memiliki kecepatan 53 km per jam. Kapal ini dilengkapi 16 rudal Brahmos untuk menyerang sesama kapal dan 32 rudal jarak menengah.

"Lalu untuk mengantisipasi serangan kapal selam, ia juga dipersenjatai dengan 4 peluncur torpedo MK 46 dan 2 stasiun peluncur roket anti kapal selam RBU-6000," lanjutnya lagi.

"Begitupun Swedia tidak mau ketinggalan, setelah memiliki Zlatan atau IKEA, ia juga punya kapal perang Visby. Bodi kapal dilengkapi dengan serat karbon yang punya kemampuan untuk “menyamarkan diri” dari deteksi layar," bebernya.

"Di samping itu, ia juga dilengkapi senapan Bosfors 57 mm 70 SAK yang dapat melontarkan 120 proyektil per menitnya dengan jangkauan jarak mencapai 17 km. Termasuk Saab Bofors Dynamics RBS 15mk2, yang merupakan misil khusus untuk menghantam kapal perang dengan hulu ledak yang mencapai berat 200 kg," pungkasnya.

Masih kata Dede, kemudian Inggeris juga patut berbangga diri setelah memiliki kapal perang HMS Dauntless, sebuah kapal penghancur tipe 45. Teknologi radar dan sistem persenjataannya diklaim mampu memburu target musuh berukuran paling kecil dengan kecepatan paling tinggi sekalipun sehingga membuatnya semakin ditakuti hiu – hiu besi di lautan. 

"Dan yang lebih membanggakan lagi adalah KRI Martadinata 331 milik Indonesia, kebanggaan Indonesia dan hasil karya anak bangsa, hasil kerja sama alih teknologi antara TNI AL dan PT. PAL dengan galangan kapal Damen Schiede Naval Ship Building dari Belanda," jelasnya lagi.

"KRI ini sudah mengadaptasikan teknologi siluman, sehingga sulit terdeteksi oleh radar musuh. Ia juga sudah dilengkapi sistem persenjataan seperti rudal, torpedo, hingga meriam untuk menghalau dan menyerang musuh yang ada di berbagai medan," imbuhnya.

Contoh rudalnya adalah Excocet MM40 Blok 3 yang memiliki daya jangkau mencapai jarak 180 – 200 km. Juga dilengkapi OTO Melara, senjata yang terletak di tengah kapal ini mampu memuntahkan 85 proyektil per menit.

“Dengan lahirnya KRI Martadinata 331 ini, mudah – mudahan bisa merangsang kelahiran kapal – kapal lainnya hasil karya industri dalam negeri, sehingga mampu menjalankan tugas untuk menjaga kedaulatan negara lebih optimal lagi," tutup Dede.


Penulis : winan
Editor : Anan Felicio

Tag :

CURHAT RAKYAT

Pilbup indramayu

Semoga Bupati Indramayu 2020 - 2025 Kang Raden Inu Danubaya Turun Wiralodra XII Bukan keturunan koruptor Bukan orang pemerintahan atau anggota dewan/DPR Sing pasti amanah jujur dan bermasyarakat juga memakmurkan rakyatnya ya Kang Inu Dananubaya As

PENYULUH AGAMA ISLAM NON PNS KAB. INDRAMAYU

Para penyuluh agana islam di Kabupaten Indramayu mengharapkan dapat perhatian khusus dai pemkab Indramayu, para penyuluh agama islam adalah tititk awal dalam segala bidang kehidupan, bagaimana tidak merekalah yang memberikan pendidikan pengenalan huruf a

Kehilangan STNK Motor Mio

Telah hilang sebuah STNK Sepeda Motor Yamaha Mio, warna hitam, No. Pol. E 2577 PAE, atas nama Acah Wiarsyah. Kehilangan terjadi di Indramayu Kota: antara Jl. Olahraga dan Prapatan DPRD Kabupaten Indramayu. Hub +62 878-8968-1083. Trimakasih.

VIDEO

Pengajian Walimatul 'Ursy KH. Saeful Bahri (Baridinan) dari Cirebon | Part 1/317/02/2017

TERBARU LAINNYA

IKLAN BARIS

Pondok Therapi THOYIBAH Mamah Endang menerima- Bekam - Pijat Refleksi dan Tradisional - Bedah Aura - Cek Gula Darah, Kolesterol, Asam Urat dan Jual Jamu Rebus & Rempah. WA/HP 0877 0885 8726
Ingin Bisa dan Handal MengemudiKursus Mengemudi Fajar Utama Indramayu Solusinya. Hub WA 087717771475
Telah hilang sebuah STNK Sepeda Motor Yamaha Mio, warna hitam, No. Pol. E 2577 PAE, atas nama Acah Wiarsyah. Kehilangan terjadi di Indramayu Kota: antara Jl. Olahraga dan Prapatan DPRD Kabupaten Indr
Adi Sanga Collection Terima Pembuatan Kaos, Sablon dll info WA 081280656707
Terima Jasa Foto/Video WA 087727733461