Kamis, 4 Juni 2020

Perlu Antisipasi Stabilitas Keamanan Setelah Serangan Udara AS Terhadap Pasukan Iran

Perlu Antisipasi Stabilitas Keamanan Setelah Serangan Udara AS Terhadap Pasukan Iran

LUAR NEGERI
6 Januari 2020, 08:06 WIB

Dede Farhan Aulawi. (Foto: istimewa)

Cuplikcom - Jakarta - Sebagian orang mungkin masih memiliki anggapan bahwa apa yang terjdi di luar negeri akan berdampak terhadap situasi di negeri itu sendiri. Padahal saat ini diperlukan kecermatan dalam melakukan analisa terhadap berbagai kemungkinan apa yang terjadi di luar negeri akan berdampak juga terhadap Indonesia.

Baik dari perspektif ekonomi, kesejahteraan masyarakat maupun kemanan dalam negeri. Salah satu kejadian terbaru adalah serangan udara pasukan AS di Baghdad, Irak. Serangan ini  menyebabkan Jenderal Qassim Soleimani terbunuh. Ia adalah pemimpin dari Quds Force, satuan pasukan khusus Garda Revolusi Iran.

Terkait hal tersebut, Pengamat Keamanan Dalam Negeri Dede Farhan Aulawi yang ditemui di Jakarta, mengatakan bahwa dirinya ikut mengamati kemungkinan dampak dari kejadian tersebut terhadap situasi keamanan dalam negeri di Indonesia.

"Kejadian tersebut hakikatnya akan membawa dampak tidak saja terhadap geopolitik di Timur Tengah, melainkan juga terhadap negara – negara lainnya.  Lihat saja beberapa saat setelah kejadian tersebut harga minyak mentah berjangka AS melesat 3% menjadi US$ 63,05/barel," ujarnya, Minggu 5 Januari 2020.

"Apalagi jika sampai terjadi peperangan di Timur Tengah, maka pasti akan berdampak pada kenaikan harga energi di tingkat ekonomi global," sambung Dede.

Ia menuturkan bukan hanya soal harga minyak yang naik, tetapi juga akan berdampak pada banyak sektor lainnya, misalnya saham maskapai penerbangan pun akan jatuh karena kenaikan harga minyak tersebut.

"Lihat saja harga saham maskapai seperti United Airlines, American Airlines, Delta Air Lines dan JetBlue Airways yang mengalami penurunan lebih dari 1,6 %," jelasnya.

Selanjutnya Dede juga menyimak apa yang disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif yang menegaskan bahwa akan ada aksi balasan terhadap aksi AS tersebut. Meskipun aksi balasan yang dimaksud belum bisa dipasti bentuknya seperti apa, tetapi ada kekhawatiran berbentuk serangan terhadap fasilitas militer dan minyak AS di Timur Tengah.

Jika hal ini terjadi, maka harga minyak bisa semakin meningkat. Peningkatan harga ini, pasti akan berdampak pada peningkatan harga BBM di Indonesia yang otomatis bisa menaikkan harga – harga yang lainnya pula.

Selama perubahan dalam batas wajar mungkin tidak menjadi masalah, tetapi jika kenaikannya signifikan maka akan berdampak pada situasi kemanan dan stabilitas politik di dalam negeri.

“Teori ekonominya sebenarnya sederhana bahwa jika sisi supply “terganggu” akibat peperangan, sementara sisi demand terus meningkat, maka pasti harga akan naik," kata dia.

"Persoalannya kemudian berapa persen masyarakat yang bisa beradaptasi dengan kenaikan harga tersebut, dan berapa persen yang tidak bisa beradaptasi dengan kenaikan harga," imbuhnya.

"Ketika jumlah yang tidak bisa beradaptasi secara kumulatif dalam jumlah besar, maka bisa menjadi moment untuk jualan produk “statement” bagi para aktor politik yang merasa termarginalkan," lanjut Dede.

Masih dijelaskan Dede, menurutnya apalagi jika Januari ini, OPEC sebagai organisasi negara pengekspor minyak benar – benar merealisasikan rencana pemangkasan jumlah produksi minyaknya menjadi 1,7 juta barel per hari (bpd), maka pasti akan terjadi defisit supply.

Di saat yang bersamaan, stok mingguan minyak mentah AS turun 7,8 juta barel. Penurunan yang terjadi melebihi prediksi pasar yang hanya meramal turun 3,2 juta barel saja.

Naik turunnya harga tersebut, langsung atau tidak langsung pada akhirnya memuat nilai rupiah terdepresiasi. Bukan hanya rupiah saja, tetapi beberapa mata uang asia lainnya pun mengalami hal yang sama, misalnya won Korea Selatan menjadi mata uang terburuk setelah melemah 0,76%.

Peso Filipina dan rupee India melengkapi tiga besar dengan melemah 0,67% dan 0,5%. Dengan demikian perlu diantisipasi jika ketegangan Timur Tengah naik status ke level perang kawasan, maka harga minyak meroket, rupiah terdepresiasi, harga – harga termasuk sembako bisa melambung, akan berdampak pada stabilitas kemanan dan politik.

"Oleh karena itu diharapkan semua tetap waspada dan jeli membaca setiap variabel perubahan agar segala sesuatu yang tidak diharpkan bisa diantisipasi dengan baik," pungkas Dede.


Penulis : Winan
Editor : Anan Felicio

Tag :

CURHAT RAKYAT

PENYULUH AGAMA ISLAM NON PNS KAB. INDRAMAYU

Para penyuluh agana islam di Kabupaten Indramayu mengharapkan dapat perhatian khusus dai pemkab Indramayu, para penyuluh agama islam adalah tititk awal dalam segala bidang kehidupan, bagaimana tidak merekalah yang memberikan pendidikan pengenalan huruf a

bupati indramayu

kapan ya bupati indramayu dipimpin oleh orang PDIP Semoga terjadi sampe jadi bupati indramayu dipimpin wong cilik PDIP

Indramayu Darurat Korupsi

Coba gah lur pada sadara, wis aja nurut bae sekien mah, aja wedi lah, dipilih-dipilih kuh malah jeh korupsi kabeh, ampun tamah, Indramayu darurat korupsi. yu gah lur milih pemimpin sing ebat kah lur sing kira kaya daerah sejen, kira2 Indramayu bisa maju k

VIDEO

Lawakan Siang Sandiwara Jaya Laksana | Live Bojongslawi4/06/2018

TERBARU LAINNYA

IKLAN BARIS

Telah hilang sebuah STNK Sepeda Motor Yamaha Mio, warna hitam, No. Pol. E 2577 PAE, atas nama Acah Wiarsyah. Kehilangan terjadi di Indramayu Kota: antara Jl. Olahraga dan Prapatan DPRD Kabupaten Indr
Jual Disinfektan dan Car Disinfektan OTOGARD Wilayah Ciayumajakuning Hub Dahlia 087827500060
Jual Prodak Disinfektan dan Car Air Disinfektan Wilayah Ciayumajakuning Hub Dahlia WA 087827500060
Ingin Bisa dan Handal MengemudiKursus Mengemudi Fajar Utama Indramayu Solusinya. Hub WA 087717771475
PK. KNPI TUKDANA MENGGALANG DANA SOSIAL PEDULI TSUNAMI BANTEN, BERSAMA ANSOR TUKDANA, REPS SUKADANA, POLSEK TUKDANA, PEMERINTAH KECAMATAN TUKDANA, LP. MAARIF BANGODUA, SMPN SATAP TUKDANA, KARANGTARUN