Selasa, 7 Juli 2020

Berbincang-bincang Awal Tahun 2020 dengan Komisioner Kompolnas RI Dede Farhan Aulawi

Berbincang-bincang Awal Tahun 2020 dengan Komisioner Kompolnas RI Dede Farhan Aulawi

HUKUM
3 Januari 2020, 07:18 WIB

Komisioner Kompolnas RI, Dede Farhan Aulawi. (Foto: Istimewa)

Cuplikcom - Jakarta - Menapaki waktu yang terus berdentang setiap saat, roda perubahan terus bergerak tanpa henti. Hari silih berganti, bulan terus berjalan, akhirnya tahun pun terus bertambah dalam bilangan. Selamat tinggal 2019 dan selamat datang tahun 2020.

Di awal tahun ini, tepatnya tanggal 1 Januari 2020, media berkesempatan ngobrol ringan dengan salah seorang Komisioner Kompolnas RI bernama Dede Farhan Aulawi, di Jakarta pada Jumat 3 Januari 2020.

Ketika ditanya soal tahun baru 2020 ini, Dede berpendapat bahwa tahun lalu harus dijadikan pelajaran untuk memperbaiki diri agar tahun ini bisa lebih baik lagi.

"Hari - hari ke depan harus ditatap dengan penuh semangat dan optimisme, untuk bekerja dan berkarya lebih giat lagi. Tak lupa terus berdo'a dan beribadah untuk memohon petunjuk dan bimbingan Yang Maha Kuasa. Dia-lah Dzat Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang," kata Dede dengan penuh semangat.

"Tidak ada manusia yang tidak pernah salah, tetapi yang terpenting harus selalu memperbaiki kesalahan. Ambil hikmah dari setiap peristiwa dan tambah ilmu dan taqwa untuk meningkatkan derajat kesholihan sosial dan spiritual," sambungnya.

Lalu ketika sedikit ditanya tentang penangkapan tersangka kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan, Dede menjelaskan bahwa dirinya di Kompolnas benar - benar mengikuti perkembangan penanganan perkara tersebut di kepolisian.

"Kompolnas sudah meminta sekitar 7 atau 8 kali kepada tim penyidik untuk memaparkan laporan perkembangan penanganannya. Kompolnas tahu, bahwa penyidik polri bekerja secara bersungguh-sungguh dan profesional menangani perkara tersebut," ungkapnya.

"Hanya memang dalam menangani suatu perkara itu, satu sama lain bisa berbeda waktu dalam penyelesaiannya. Hal tersebut dikarenakan faktor kesulitan satu sama lain berbeda juga," imbuh Dede.

"Polri bekerja harus profesional, artinya merujuk pada Scientific Crime Investigation. Investigasi kejahatan secara ilmiah ini, memiliki maksud agar semua proses penyelidikan dan penyidikan dilakukan dengan merujuk pada saksi dan alat bukti," tambahnya.

Ia menuturkan Polri tidak boleh bekerja berdasarkan persepsi, asumsi atau tekanan opini. Dan ini yang dilakukan oleh Polri, sehingga dalam memecahkan kasus ini relatif cukup lama atau lebih dari 2 tahun.

Oleh karena itu, dirinya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kinerja seluruh jajaran kepolisian untuk mengungkap dan menangkap tersangka para pelakunya. Dirinya menyadari bahwa penanganan kasus tersebut telah menjadi perhatian publik, karena terkait dengan korban yang merupakan penyidik senior KPK.

"Dugaan dan analisa terus berkembang sesuai dengan praduga masing-masing. Praduga ini akhirnya memicu prasangka - prasangka yang terus berkembang, termasuk dugaan adanya aktor intelektual di belakang kejadian tersebut," tukasnya.

Bagi Dede sendiri, dirinya sepakat dengan Kapolri agar penganan kasus ini dilakukan secara transparan, alias tidak ada yang ditutup-tutupi.

"Kalau memang ada aktor atau pelaku lainnya, ya tentu harus diungkapkan juga," harapnya.

"Prinsipnya, jangan mengada-ada sesuatu yang tidak ada. Juga jangan meniadakan sesuatu kalau memang ada, karena menyangkut masalah rasa keadilan dan logika publik," lanjut Dede.

Dede juga yakin bahwa Polri akan bekerja menjalankan amanah ini dengan baik, jujur, adil, transparan dan fair. 

"Ini bukan hanya persoalan di dunia saja, tetapi juga akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat kelak. Oleh karena itu, mari kita dukung upaya keras Polri dalam mengungkap kasus ini secara tuntas," Pungkas Dede mengakhiri perbincangan.


Penulis : Winan
Editor : Anan Felicio

CURHAT RAKYAT

Pilbup indramayu

Semoga Bupati Indramayu 2020 - 2025 Kang Raden Inu Danubaya Turun Wiralodra XII Bukan keturunan koruptor Bukan orang pemerintahan atau anggota dewan/DPR Sing pasti amanah jujur dan bermasyarakat juga memakmurkan rakyatnya ya Kang Inu Dananubaya As

Corona pertama di indramayu

kenapa di cuplik dot com tidak ada berita korona

PENYULUH AGAMA ISLAM NON PNS KAB. INDRAMAYU

Para penyuluh agana islam di Kabupaten Indramayu mengharapkan dapat perhatian khusus dai pemkab Indramayu, para penyuluh agama islam adalah tititk awal dalam segala bidang kehidupan, bagaimana tidak merekalah yang memberikan pendidikan pengenalan huruf a

VIDEO

Keluhan Masyarakat Soal PSBB dan Dampak Covid-19 di Indramayu7/07

TERBARU LAINNYA

IKLAN BARIS

Jual Disinfektan dan Car Disinfektan OTOGARD Wilayah Ciayumajakuning Hub Dahlia 087827500060
Telah hilang sebuah STNK Sepeda Motor Yamaha Mio, warna hitam, No. Pol. E 2577 PAE, atas nama Acah Wiarsyah. Kehilangan terjadi di Indramayu Kota: antara Jl. Olahraga dan Prapatan DPRD Kabupaten Indr
PK. KNPI TUKDANA MENGGALANG DANA SOSIAL PEDULI TSUNAMI BANTEN, BERSAMA ANSOR TUKDANA, REPS SUKADANA, POLSEK TUKDANA, PEMERINTAH KECAMATAN TUKDANA, LP. MAARIF BANGODUA, SMPN SATAP TUKDANA, KARANGTARUN
Jual Prodak Disinfektan dan Car Air Disinfektan Wilayah Ciayumajakuning Hub Dahlia WA 087827500060
Pondok Therapi THOYIBAH Mamah Endang menerima- Bekam - Pijat Refleksi dan Tradisional - Bedah Aura - Cek Gula Darah, Kolesterol, Asam Urat dan Jual Jamu Rebus & Rempah. WA/HP 0877 0885 8726