Selasa, 21 Mei 2019

ICMI Orwil Jabar Gelar Mudzakarah Pariwisata Halal


RAGAM
10 Mei 2019, 12:35 WIB

bertempat di Café Brew & Chew melakukan mudzakarah (diskusi) tentang Pariwisata halal (Foto: istimewa)

Cuplikcom - Bandung - Istilah Pariwisata Halal semakin mengemuka akhir – akhir ini seiring dengan perkembangan pesat dunia kepariwisataan baik di tanah air maupun di dunia.

Istilah Parawisata halal yang mulai mengemuka saat ada perhelatan World Halal Tourism Summit di Abu dhabi tahun 2015 ini, disambut positif oleh berbagai kalangan, meskipun tentu ada juga sebagian kecil yang kurang menyukai istilah ini.

Terkait dengan hal tersebut ICMI Jawa Barat pada hari Kamis (09/05/19) bertempat di Café Brew & Chew melakukan mudzakarah (diskusi) tentang Pariwisata halal. Bertindak sebagai narasumber pada kesempatan tersebut adalah Dede Farhan Aulawi salah seorang Pengurus ICMI yang juga selama ini dikenal sebagai Ketua Umum Gerakan Nasional Pecinta Pariwisata Indonesia. 

Saat dihubungi oleh media, Dede menjelaskan bahwa Pariwisata halal sesungguhnya merupakan bagian dari industri pariwisata yang ditujukan untuk para wisatawan Muslim.

"Dimana mereka berharap bahwa saat melakukan perjalanan wisata mendapat pelayanan yang sesuai dengan ketentuan dan aturan Islam. Dimensi yang menjadi tolok ukurnya banyak sekali, mulai dari hotel, sarana transportasi, makanan, minuman, budaya dan objek wisatanya itu sendiri," ujarnya.

Ia mengatakan terminologi pariwisata halal harus dipandang dari sisi positifnya, yaitu fakta adanya segmen pasar yang berharap adanya tujuan wisata halal. Dalam konteks bisnis hal ini mau ditangkap sebagai peluang atau tidak ? Di samping tentu bagaimana kita berfikir untuk memberikan layanan jasa wisata yang sesuai dengan ketentuan agama Islam.

"Jadi jangan dinilai sebagai tindakan untuk melakukan dikotomi bahwa jika ada wisata halal, maka yang lain akan dianggap haram. Bukan itu maksudnya, melainkan kecerdikan kita dalam mengelola peluang yang juga sesuai dengan keyakinan masing – masing," paparnya.

Dede juga menambahkan bahwa memang Indonesia ini sangat luas dan beragam sekali, jadi konsep penerapan wisata halal belum tentu bisa diterapkan di semua wilayah republik Indonesia.

"Meskipun jika sudah mengerti dan memahami, bisa saja suatu waktu diterapkan selama menjadi jalan kebaikan buat semuanya. Jadi apa yang dilakukan oleh ICMI Orwil Jabar ini karena memandang bahwa konsep pariwisata halal bisa diterapkan di Jawa Barat, dan berharap agar pariwisata Indonesia semakin berkembang dan maju, yang pada akhirnya akan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat," pungkas Dede mengakhiri percakapan.


Penulis : winan
Editor : Anan Felicio

Tag :

CURHAT RAKYAT

PENYULUH AGAMA ISLAM NON PNS KAB. INDRAMAYU

Para penyuluh agana islam di Kabupaten Indramayu mengharapkan dapat perhatian khusus dai pemkab Indramayu, para penyuluh agama islam adalah tititk awal dalam segala bidang kehidupan, bagaimana tidak merekalah yang memberikan pendidikan pengenalan huruf a

VIDEO

Aksi Warga Indramayu Usut Dugaan Korupsi Yance di Kejagung21/05/2017

TERBARU LAINNYA

IKLAN BARIS

BRO AL Barber Shop - Hair Cut - Wash - Massage - Hair Tonic - Pomade - Warm Towel. Alamat Jalan MT Haryono No 37 Indramayu (Depan Kantor Dinas Kesehatan) WA 085221430567 - 081324159683
Terima Jasa Foto/Video WA 087727733461
Adi Sanga Collection Terima Pembuatan Kaos, Sablon dll info WA 081280656707
Pondok Therapi THOYIBAH Mamah Endang menerima- Bekam - Pijat Refleksi dan Tradisional - Bedah Aura - Cek Gula Darah, Kolesterol, Asam Urat dan Jual Jamu Rebus & Rempah. WA/HP 0877 0885 8726
Ingin Bisa dan Handal MengemudiKursus Mengemudi Fajar Utama Indramayu Solusinya. Hub WA 087717771475