Jum'at, 19 April 2019

Kompolnas RI Lakukan Pengawasan Pendidikan Pembentukan di SPN Polda Kaltim


HUKUM
2 April 2019, 10:09 WIB

Komisioner Kompolnas Dede Farhan Aulawi yang baru minggu lalu melakukan pengawasan pendidikan pemben (Foto: istimewa)

Cuplikcom - Kalimantan Timur - Merujuk pada amanat UU No. 2 Tahun 2002 tentang Polri dan Perpres No. 17 Tahun 2011 tentang Kompolnas, dijelaskan bahwa fungsi Kompolnas adalah sebagai Pengawas Fungsional Polri.

Mekanisme pengawasan ini diatur dalam Perpres, yaitu dilakukan melalui mekanisme pemantauan dan penilaian kinerja dan integritas anggota dan pejabat Polri. Jadi dalam menjalankan fungsinya, Kompolnas harus melakukan pengawasan terhadap Polri, baik yang berkaitan dengan kinerja ataupun integritas seluruh anggota Polri.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang hal ini, media mewawancarai Komisioner Kompolnas Dede Farhan Aulawi yang baru minggu lalu melakukan pengawasan pendidikan pembentukan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kaltim.

Dede mengatakan bahwa maksud dan tujuan kunjungan kerjanya ke Polda Kaltim adalah untuk melakukan pengawasan pendidikan pembentukan Polri di SPN Polda Kaltim yang dikaitkan dengan 8 standar pendidikan, seperti sertifikasi tenaga pendidik, sarana prasarana, kurikulum, standar mutu lulusan, dan lain – lain.

"Jika dinilai masih ada kekurangan – kekuarangan, tentu harus diperbaiki secara bersama – sama agar mutu lulusannya sesuai dengan standar mutu lulusan yang ditetapkan. Bukan soal pengetahuan (knowledge) saja, tetapi juga keterampilan (skill) dan perilaku (attitude). Dengan kata lain menyentuh aspek kognitif, afektif dan psikomotorik," ungkap Dede.

Setelah diterima oleh Kapolda Kaltim dan Karo SDM, Tim Kompolnas langsung meluncur ke SPN dan langsung diterima oleh Kepala SPN dan jajaran pejabat utamanya. Pada kesempatan ini, Kepala SPN menjelaskan secara rinci terkait 8 standar pendidikan di SPN.

Di samping itu juga disampaikan rencana pindah lokasi ke daerah Kutai Kartanegara. Setelah itu, Ketua Tim Kompolnas Dede Farhan Aulawi memberi arahan – arahan terkait tantangan Polri ke depan yang dipengaruhi oleh banyak faktor lingkungan strategis, termasuk perubahan nalar generasi milenial yang semakin cerdas, kritis dan berbasis teknologi mutakhir.

"Oleh karena itu banyak hal yang perlu disikapi secara cermat, seperti pembaruan kurikulum melalui proses evaluasi yang komprehensif. Termasuk pengakuan jabatan dan tunjangan fungsional Tenaga Pendidik (gadik) yang harus ditingkatkan, agar menambah semangat dan merasa lebih dihargai," ujarnya.

"Hal ini sangat penting, karena sekaligus bisa berimplikasi terhadap gairah dan motivasi dalam mengajar sehingga hasil transfer knowledge-nya akan semakin optimal," imbuhnya.

Selepas dari SPN Polda Kaltim, Tim Kompolnas melanjutkan kegiatan di beberapa Polres yang berada di wilayah Kaltim, seperti Polres Balikpapan, Polres Samarinda, Polres Kukar dan Polres Bontang. Kegiatan di polres – polres tersebut pada dasarnya untuk mendapatkan feedback terkait mutu lulusan SPN yang sudah ditempatkan dan bekerja di polres.

Umpan balik (feedback) ini dianggap penting untuk mengetahui apa – apa yang dianggap masih kurang, dan untuk mengetahui apa – apa yang harus ditingkatkan. Pada kesempatan tersebut tentu saja terbangun dialog dan diskusi yang interaktif.

Juga ada beberapa masukan dan saran – saran perbaikan agar ke depan mutu lulusan SPN ini bisa lebih bagus dan lebih bagus lagi. Parameter yang sering menjadi sorotan Kompolnas adalah hal – hal yang terkait dengan disiplin, rasa tanggung jawab, pengendalian emosi, respek terhadap senior atau atasan, dan lain – lain. Ungkap Dede.

Lalu di akhir setiap kesempatan, sang motivator Kompolnas ini juga tak lupa memberikan petuah dan motivasi – motivasi agar seluruh anggota Polri bisa bekerja lebih semangat lagi, lebih ikhlas lagi, dan harus tahan uji terhadap segala godaan yang bisa merusak marwah dan kehormatan institusi.

Dede juga menghimbau agar semua anggota pandai mengelola siklus psikologi sehingga bisa bersikap lebih matang dalam melihat berbagai persoalan kemasyarakatan.

"Insan Polri harus mampu menjadi tauladan dan pelopor tertib sosial di ruang publik, agar masyarakat bisa mencontoh kinerja dan integritas dalam kehidupan empirik. Tentu bukan hal yang mudah, tetapi selama niat yang kuat masih ada, maka semua akan tercapai meskipun harus bertahap," tuturnya.

Selanjutnya Dede juga meyakinkan bahwa kita semua bisa dan harus terus berubah menuju ke arah yang lebih baik, dan lebih baik lagi.


Penulis : winan
Editor : Anan Felicio

Tag :

UU

CURHAT RAKYAT

PENYULUH AGAMA ISLAM NON PNS KAB. INDRAMAYU

Para penyuluh agana islam di Kabupaten Indramayu mengharapkan dapat perhatian khusus dai pemkab Indramayu, para penyuluh agama islam adalah tititk awal dalam segala bidang kehidupan, bagaimana tidak merekalah yang memberikan pendidikan pengenalan huruf a

VIDEO

Aksi Warga Indramayu Usut Dugaan Korupsi Yance di Kejagung19/04/2017

TERBARU LAINNYA

IKLAN BARIS

Ingin Bisa dan Handal MengemudiKursus Mengemudi Fajar Utama Indramayu Solusinya. Hub WA 087717771475
Adi Sanga Collection Terima Pembuatan Kaos, Sablon dll info WA 081280656707
Terima Jasa Foto/Video WA 087727733461
PK. KNPI TUKDANA MENGGALANG DANA SOSIAL PEDULI TSUNAMI BANTEN, BERSAMA ANSOR TUKDANA, REPS SUKADANA, POLSEK TUKDANA, PEMERINTAH KECAMATAN TUKDANA, LP. MAARIF BANGODUA, SMPN SATAP TUKDANA, KARANGTARUN
BRO AL Barber Shop - Hair Cut - Wash - Massage - Hair Tonic - Pomade - Warm Towel. Alamat Jalan MT Haryono No 37 Indramayu (Depan Kantor Dinas Kesehatan) WA 085221430567 - 081324159683