Minggu, 19 Agustus 2018

DAK Afirmasi Diminta Bisa Selesaikan Persoalan Khusus di Daerah Tertinggal


SOSIAL
3 Agustus 2018, 17:43 WIB

Rapat Konsultasi Persiapan Kegiatan Jembatan Gantung DAK Fisik Afirmatif Bidang Transportasi TA. 201 (cuplikcom/ist)

Cuplikcom - Jakarta - Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (Dirjen PDT) Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Samsul Widodo meminta agar penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Afirmasi bisa menyelesaikan persoalan secara khusus di daerah tertinggal.

"Itu yang kami sering diskusikan dengan Pak Agus (Direktur Peningkatan Sarana dan Prasarana di Ditjen PDT, red.), agar DAK Afirmasi sifatnya tidak konvensional tapi harus menjawab persoalan-persoalan khusus di daerah tertinggal," ujar Samsul Widodo dalam Rapat Konsultasi Persiapan Kegiatan Jembatan Gantung DAK Fisik Afirmatif Bidang Transportasi TA. 2019, di Mercure Hotel Ancol, Jakarta, Kamis (2/8/2018).

Acara tersebut dihadiri Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) dari Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perhubungan, dan Pemberdayaan Masyarakat Desa. Rapat konsultasi diselenggarakan mulai 1-3 Agustus 2018, dilanjutkan dengan peninjauan langsung di jembatan gantung di Banten, sebagai salah satu contoh rencana program dari DAK Afirmatif.

Acara diinisiasi oleh Direktorat Peningkatan Sarana dan Prasarana, Direktorat Jenderal (Ditjen) PDT ini didasari ide bahwa keberadaan DAK Afirmasi sejak awal hingga saat ini belum memberikan kontribusi signifikan dalam percepatan pembangunan daerah tertinggal.

Samsul juga mengatakan bahwa pihaknya sangat senang dengan diselenggarakannya acara ini, dan berharap Direktorat Peningkatan Sarana dan Prasarana terus mengawal perkembangan DAK Afirmasi sehingga DAK Afirmasi memberikan kontribusi signifikan dalam percepatan pembangunan daerah tertinggal.

"Saya bersama Pak Agus belum lama ini mendampingi Komisi V DPR RI terkait dengan tol laut di Papua. Ternyata setelah mengamati di lapangan, tol laut juga belum bisa optimal dimanfaatkan," jelasnya.

Menurutnya, tidak optimalnya tol laut, salah satunya disebabkan oleh kurangnya dukungan sarana dan prasarana.

"(Misalnya) transportasi pendukung, yang menjangkau di daerah-daerah yang sulit dijangkau melalui tol laut," tandasnya.


Penulis : Khafif
Editor : Almak

Tag :

CURHAT RAKYAT

VIDEO

Aksi Kasus Gratifikasi Pajero, Hasil Audensi dengan KPK18/08

TERBARU LAINNYA

IKLAN BARIS