Minggu, 19 Agustus 2018

Ono Surono Apresiasi Mentan dalam Upaya Wujudkan Pangan Berbasis Lokal


EKONOMI
2 Agustus 2018, 19:05 WIB

Ono Surono ST, Anggota DPR RI Komisi IV (cuplik.com/ist)

Cuplik.com - Indramayu - Anggota DPR RI Komisi IV, Fraksi PDI Perjuangan, Ono Surono ST mengapresiasi upaya Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman yang ingin mendorong terwujudnya kemandirian dan kedaulatan pangan berbasis sumber daya lokal. Menurutnya, kebijakan itu merupakan implementasi dari visi misi Presiden Joko Widodo guna menciptakan pangan Indonesia yang tangguh, sehingga dinilai sebagai sebuah kebijakan yang tepat. 

"Sudah pas, memang seharusnya seperti itu. Apalagi kini di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, telah ditunjang oleh sisi pembiayaan untuk produksi pertanian yang meningkat drastis dari periode pemerintahan sebelumnya," kata Ono Surono kepada Cuplikcom, Kamis (02/08/2018).

Menurutnya, Indonesia memiliki multipotensi untuk dapat mencapai swasembada pangan berbasis sumber daya lokal seperti ditargetkan Menteri Amran. Hal tersebut, lanjut Ono, Indonesia memiliki kekuatan serta potensi untuk mewujudkan pangan berbasis sumber daya lokal melalui aspek peningkatan distribusi, konsumsi dan lokasi.

"Dengan target tersebut maka ikut membuka dukungan terhadap lahan tani, alamnya, sumber daya manusia dan pola konsumsi masyarakat," cetusnya

Ia menjelaskan, pada masa pemerintahan Presiden Soekarno sebenarnya telah dilakukan pemetaan dan penempatan di mana saja yang dapat menjadi wilayah unggulan pangan berbasis sumber daya lokal.

Namun demikian, pemikiran dan kebijakan Bung Karno tak ditindaklanjuti oleh pemerintahan setelahnya hingga baru dilaksanakan kembali dengan aksi nyata oleh Menteri Amran di masa Presiden RI Joko Widodo.

"Dengan keinginan menargetkan produksi pangan berbasis sumber daya lokal berarti ada pemerataan. Tidak bisa dong satu lokasi yang bukan basis pangannya tapi malah jadi target," tegasnya

Ono menganggap, hal yang dilakukan Menteri Amran mengenai ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal adalah semakin turunnya kuota impor dari waktu sebelumnya. Hal itu, menjadi ukuran adanya peningkatan produksi pangan di tingkat lokal.

"Terwujudnya swasembada pangan berbasis lokal juga mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Tolak ukurnya dilihat berdasarkan produksi, pendapatan petani naik dan pola konsumsi masyarakat," terangnya


Penulis : ayee
Editor : Didi Rahardi

CURHAT RAKYAT

VIDEO

Aksi Warga Indramayu Usut Dugaan Korupsi Yance di Kejagung18/08/2017

TERBARU LAINNYA

IKLAN BARIS