Senin, 24 September 2018

Langgar UU Ikut Berkampanye dan Hina Presiden, Dokter PNS Indramayu Dipolisikan


HUKUM
20 Juni 2018, 18:19 WIB

Relawan Jokowi Rejo Semut Ireng Indramayu saat melaporkan ke Polres Indramayu (Cuplikcom/ist)

Cuplikcom - Indramayu - Dokter Pegawai Negeri Sipil (PNS) asal Indramayu dilaporkan ke Polres Indramayu, pasalnya ia dianggap terbukti melakukan kampanye dan menghina presiden RI melalui media sosial.

Dilaporkan oleh ketua relawan Jokowi, Rejo Semut Ireng kabupaten Indramayu, Sutrisno, didampingi Wakil ketua Rejo Semut Ireng Jawa Barat, Carkaya SPi ke Polres Indramayu, Rabu (20/6/2018), sekitar pukul 17.20 WIB.

Ketua Rejo Semut Ireng kabupaten Indramayu, Sutrisno menjelaskan, pihaknya mengaku melaporkan pelaku tersebut karena dianggap sudah viral di medsos menyebarkan ujaran kebencian penghinaan terhadap presiden dan melakukan kampanye, padahal pelaku adalah seorang PNS.

"Awalnya kami tahu dari facebook, ternyata dia seorang PNS, ini sangat memalukan, seharusnya fokus ngurusi dan melayani pasien dan masyarakat, malah ikut berkampanye dan menghina presiden, ini jelas melanggar UU," ujarnya.

Sementara, Wakil ketua Rejo Semut Ireng Jawa Barat, Carkaya SPi menambahkan, selain dilaporkan ke Polres Indramayu, pihaknya juga melaporkan dokter tersebut ke Panwaslu kabupaten Indramayu terkait pelanggaran pidana PNS ikut berkampanye.

"Kami juga laporkan ke Panwas, karena dia jelas-jelas berkampanye untuk salah satu paslon tertentu, padahal itu jelas-jelas pidana pemilu karena PNS ikut berkampanye. Jadi Panwas dimohon harus usut tuntas dan hukum dia karena buktinya sudah jelas," terang Carkaya.

Selain itu, Carkaya juga mendesak kepada Dinas kesehatan Indramayu untuk bertindak tegas dan memecat dokter PNS yang tidak bekerja untuk rakyat.

"Dinkes Indramayu harus bertanggungjawab, PNS itu digaji negara, ko malah menghina presiden dan seenaknya ikut berkampanye dan tidak fokus melayani rakyat. Kami mohon pecat PNS yang bekerja bukan untuk rakyat," tegasnya.

Sebelumnya, screenshot penghinaan terhadap presiden dan ajakan berkampanye untuk memilih paslon tertentu, viral dimedsos, diduga dokter PNS tersebut bernama dr Rahmat, salah satu PNS yang menjabat sebagai dokter spesialis bedah di RSUD Indramayu, RSUD Sentot Patrol Indramayu, dan RS MM Indramayu.

Berdasarkan pantauan di medsos, dokter Rakhmat memiliki akun facebook bernama "Rakhmat Prayitno" dan nomor WhatsApp (WA) 08112413373. 

dr Rakhmat dalam kiriman WA yang diduga melakukan penghinaan terhadap presiden Jokowi adalah screenshot kata-kata: ".....KALAU ADA..LAGI SOGOKAN DARI JOKOWI. KEMBALIKAN KALAU GAK BUANG KE LAUT.... 2019 GANTI PRESIDENT KACUNG"

Selain itu dr Rahmat juga melakukan kampanye untuk memilih salah satu Paslon di Pilgub Jabar 2018 yakni Paslon nomor urut 3 dari pengusung PKS dan Gerindra. Disebar di tiga grup WA yang diduga beranggotakan para petugas kesehatan Indramayu. Grup tersebut adalah, "RSUD Pantura MA Sentot", "IBS RSUD Pantura MAS", dan "OK RSMM".

Sementara itu, dr Rakhmat saat dikonfirmasi wartawan sempat mengelak jika dirinya adalah PNS.

Namun, menurut Kepala Dinas Kesehatan Indramayu, Deden Bonny Koswara menegaskan, bahwa dr Rakhmat adalah PNS atau ASN yang ditugaskan di RSUD Sentot Patrol Indramayu.

"Penempatannya sebagai ASN di Sentot sudah lama, sejak beliau lulus spesialis dan kemudian dijadikan dokter mitra di RSUD Indramayu," jelas Deden kepada wartawan.


Penulis : didi
Editor : Almak

CURHAT RAKYAT

VIDEO

Kronologis Gratifikasi Pajero untuk Bupati Indramayu dari Rohadi24/09/2017

TERBARU LAINNYA

IKLAN BARIS

Terima Jasa Foto/Video WA 087727733461
Ingin Bisa dan Handal MengemudiKursus Mengemudi Fajar Utama Indramayu Solusinya. Hub WA 087717771475