Selasa, 11 Desember 2018

Banjir Cirebon Lumpuhkan Aktivitas Belajar Mengajar


RAGAM
13 Maret 2018, 16:50 WIB

Banjir merendam salah satu sekolah di Cirebon (ILUSTRASI)

 

Cuplikcom – CIREBON – Puluhan ribu rumah warga dari tujuh kecamatan di Kabupaten Cirebon masih terendam banjir, Selasa (13/3). Bukan sebatas pemukiman warga, air banjir juga mengenangi fasilitas umum seperti mushola dan masjid serta sekolah, bahkan hampir merambah jalur pantura Cirebon_Indramayu.

Seperti dilansir oleh detikcom mengakibatkan aktivitas belajar siswa terhenti. Seperti di Desa Wanakaya, tepatnya di SDN 1 Wanakaya. Pihak sekolah harus meliburkan anak didiknya karena area gedung sekolah terendam.

Kepala SDN 1 Wanakaya Ipah Agus Sartipah mengatakan sejak hari Minggu (11/3/2018) dan Senin (12/3/2018) sekolahnya terendam banjir. Ketinggian air mencapai 1,3 meter. Sejumlah fasilitas sekolah, seperti buku, dan perabotan lainnya terendam air. Ketinggian air saat ini sekitar 30 sentimeter.

"Kondisinya masih belum normal. Masih ada air, jadi kita libur kan dulu. Kemarin itu sampai 1,3 meter dari tanah, kalau dihitung dari lantai kelas hanya 60 sentimeter," ucap Ipah.

Lebih lanjut, Ipah mengatakan sudah dua hari SDN 1 Wanakaya meliburkan siswanya. Rencananya, besok proses belajar mengajar kembali normal.

"Besok kita sudah aktif lagi. Kita akan memberi pemberitahuan. Namun kita juga masih memaklumi jika ada siswa yang belum bisa berangkat, karena daerahnya masih terendam banjir," ujar Ipah.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Wanakaya Saliman menyebutkan di Desa Wanakaya sedikitnya ada empat sekolah yang memilih untuk meliburkan siswanya, yakni SDN 1, SDN 2, MI 1 Wanakaya, dan satu taman kanak-kanak.

"Empat sekolah masih diliburkan. Kalau kerugian belum bisa ditaksir kerugiannya," kata Saliman.

Saliman menjelaskan pihaknya akan mengevaluasi dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait bencana banjir yang melanda desanya. Ia juga tak menampik, banjir kemarin merupakan banjir teraparah yang menerjang Wanakaya.

"Tanggul di sejumlah sungai jebol, seperti Cipager, Bondet, dan Selayur. Ini menjadi perhatian kita. Banjir ini juga kiriman dari wilayah Barat," ucap Saliman.

Banjir Cirebon Lumpuhkan Aktivitas Belajar Mengajar

Cuplikcom – CIREBON – Puluhan ribu rumah warga dari tujuh kecamatan di Kabupaten Cirebon masih terendam banjir, Selasa (13/3). Bukan sebatas pemukiman warga, air banjir juga mengenangi fasilitas umum seperti mushola dan masjid serta sekolah, bahkan hampir merambah jalur pantura Cirebon_Indramayu.

Seperti dilansir oleh detikcom mengakibatkan aktivitas belajar siswa terhenti. Seperti di Desa Wanakaya, tepatnya di SDN 1 Wanakaya. Pihak sekolah harus meliburkan anak didiknya karena area gedung sekolah terendam.

Kepala SDN 1 Wanakaya Ipah Agus Sartipah mengatakan sejak hari Minggu (11/3/2018) dan Senin (12/3/2018) sekolahnya terendam banjir. Ketinggian air mencapai 1,3 meter. Sejumlah fasilitas sekolah, seperti buku, dan perabotan lainnya terendam air. Ketinggian air saat ini sekitar 30 sentimeter.

"Kondisinya masih belum normal. Masih ada air, jadi kita libur kan dulu. Kemarin itu sampai 1,3 meter dari tanah, kalau dihitung dari lantai kelas hanya 60 sentimeter," ucap Ipah.

Lebih lanjut, Ipah mengatakan sudah dua hari SDN 1 Wanakaya meliburkan siswanya. Rencananya, besok proses belajar mengajar kembali normal.

"Besok kita sudah aktif lagi. Kita akan memberi pemberitahuan. Namun kita juga masih memaklumi jika ada siswa yang belum bisa berangkat, karena daerahnya masih terendam banjir," ujar Ipah.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Wanakaya Saliman menyebutkan di Desa Wanakaya sedikitnya ada empat sekolah yang memilih untuk meliburkan siswanya, yakni SDN 1, SDN 2, MI 1 Wanakaya, dan satu taman kanak-kanak.

"Empat sekolah masih diliburkan. Kalau kerugian belum bisa ditaksir kerugiannya," kata Saliman.

Saliman menjelaskan pihaknya akan mengevaluasi dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait bencana banjir yang melanda desanya. Ia juga tak menampik, banjir kemarin merupakan banjir teraparah yang menerjang Wanakaya.

"Tanggul di sejumlah sungai jebol, seperti Cipager, Bondet, dan Selayur. Ini menjadi perhatian kita. Banjir ini juga kiriman dari wilayah Barat," ucap Saliman.


Penulis : am
Editor : Almak

Tag :

CURHAT RAKYAT

VIDEO

Film Dokumenter Tentang Perkembangan Pemerintahan Dinasti Indramayu Jabar11/12/2017

TERBARU LAINNYA

IKLAN BARIS

Terima Jasa Foto/Video WA 087727733461
BRO AL Barber Shop - Hair Cut - Wash - Massage - Hair Tonic - Pomade - Warm Towel. Alamat Jalan MT Haryono No 37 Indramayu (Depan Kantor Dinas Kesehatan) WA 085221430567 - 081324159683
Adi Sanga Collection Terima Pembuatan Kaos, Sablon dll info WA 081280656707
Ingin Bisa dan Handal MengemudiKursus Mengemudi Fajar Utama Indramayu Solusinya. Hub WA 087717771475