Jum'at, 23 Februari 2018
SEARCH | REGISTER | LOGIN

Dua Purna TKI Asal Indramayu Diundang Hadiri Peluncuran Buku Internasional


SOSIAL
13 Februari 2018, 15:45 WIB

Dua purna TKI asal Indramayu hadiri peluncuran buku Internasional. (foto: istimewa)

Cuplikcom - Indramayu - Dua purna Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Indramayu, Kanipah (33), merupakan warga Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, dan Rohayati (28), warga Desa Krasak, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Mereka diundang oleh panitia Forum Lembaga Kajian Internasional, Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), dalam acara peluncuran buku di akhir rangkaian kegiatan Asia Liberty Forum 2018 di hotel Mandarin Oriental, Jakarta pada Minggu (11/02/18).

"Kami undang mereka berdua untuk menghadiri peluncuran buku berjudul, 12 Indonesia Dreams from Migran Workers to Entrepreneurs, diakhir rangkaian kegiatan," jelas Vera Erwaty Ismainy, panitia Asia Liberty Forum 2018, Selasa (13/02/18) kepada awak media.

Vera mengatakan, dua dari 12 eks pekerja migran yang ditulis dalam buku berjudul ,12 Indonesia Dreams from Migran Workers to Entrepreneurs, berasal dari Indramayu dan sisanya dari beberapa daerah pengirim TKI yang ada di pulau Jawa.

"CIPS membuat buku ini khusus untuk memaparkan kisah sukses para eks pekerja migran yang berhasil meningkatkan kesejahteraan keluarganya lewat wirausaha kepada peserta forum Internasional," ungkapnya.

Ditambahkannya, Asia Liberty Forum merupakan forum internasional yang digagas oleh Atlas Network, sebuah lembaga kajian (think tank) non profit yang berasal dari Amerika Serikat, terhubung dengan lebih dari 450 think tank dilebih dari 100 negara.

"Atlas Network menggelar beberapa forum regional, salah satunya adalah ALF untuk wilayah Asia," ujarnya.

Masih kata Vera, dalam tiap pelaksanaannya, Atlas Network selalu bekerjasama dengan think tank lokal yang berasal dari negara tempat diadakannya ALF.

"Pada pelaksanaan ALF tahun 2018 di Indonesia, Atlas Network bekerjasama dengan Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), sebuah think tank Indonesia yang meneliti kebijakan publik di beberapa bidang, seperti isu perdagangan, pangan, pendidikan, dan kesejahteraan rakyat," tuturnya.

Sementara dikatakan Rohayati, purna TKI Abu Dhabi, yang sukses berwirausaha membuat aneka jenis kue di Desa Krasak, ia merasa terharu ketika tampil di depan forum saat menerima buku dari Direktur eksekutif CIPS.

"Ya saya sangat terharu dan senang sekali bisa berada ditengah-tengah tamu dari berbagai negara, kesempatan seperti ini saya yakin tidak semua purna TKI bisa merasakannya," kata dia.

Hal senada diungkapkan, Kanipah, purna TKI Jordan yang sukses mendirikan Bimbel Bahasa Inggris gratis untuk anak-anak TKI di Desa Dadap, merasa senang bisa hadir dalam forum internasional.

"Suatu kebanggaan bagi saya bisa menghadiri forum internasional seperti ini, sebelum saya gabung menjadi anggota SBMI jujur saja saya belum pernah dan seperti belum tentu bisa," tutupnya.


Penulis : winan
Editor : Anan Felicio

CURHAT RAKYAT

Lorem Ipsum Dolor site amit

Lorem Ipsum Dolor site amit Lorem Ipsum Dolor site amit..

Lorem Ipsum Dolor site amit

Lorem Ipsum Dolor site amit Lorem Ipsum Dolor site amit..

VIDEO

Pengajian Umum Ustad Muh. Zaki Indramayu | 1 Muharram 1438 H Part 3/714/08/2018

TERBARU LAINNYA