Senin, 19 November 2018

Polisi Indramayu Benarkan Ringkus Dua Pelaku Trafficking


SOSIAL
5 April 2017, 01:56 WIB

Cuplik.Com -

Indramayu - Jajaran Satreskrim Polres Indramayu membenarkan telah berhasil meringkus dua orang pelaku tindak pidana perdagangan orang (Trafficking), Selasa (4/4/17). Saat ini menjadi tahanan polres Indramayu.

Waka Polres Indramayu Komisaris Asep Agustoni, didampingi Kasat Reskrim Ajun Komisaris Dadang Sudiantoro dan Kasubag Humas Ajun Komisaris Heriyadi menjelaskan, pelaku menjanjikan dapat memberangkatkan delapan korbannya bekerja sebagai TKI di luar negeri di PT. Petronas di Malaysia. Namun janji tersebut tidak menjadi kenyataan. korban malah dipekerjakan lain dan malah mengalami kecelakaan di tempat kerja, satu diantaranya hingga divonis cacat permanen.

Kedua pelaku itu adalah Mad (37 tahun) dan Nur (36), pasangan suami isteri, warga Desa Kedungwungu, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu. Untuk bahan penyidikan kini kedua pelaku masih menjalani pemeriksaan petugas setempat.

"Modus operandi tersangka merekrut kemudian memberangkatkan para korban untuk bekerja sebagai TKI di luar negeri dengan dijanjikan akan dipekerjakan di PT. Petronas Malaysia, namun tidak melalui Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) atau PJTKI melainkan melalui perseorangan karena kedua tersangka tidak bekerja di PPTKIS dan juga tidak memiliki PPTKIS," katanya.

Masih dikatakannya, barang bukti yang berhasil diamankan oleh pihaknya berupa aplikasi pembuatan paspor para korban dari kantor Imigrasi kelas II Pemalang, serta data perlintasan dari Direktorat Jenderal Imigrasi.

"Kami masih mendalami kasusnya. Namun karena perbuatannya yang melanggar tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang Junto penempatan dan perlindungan tenaga kerja Indonesia sesuai pasal 4 UU nomor 21 tahun 2007 dan atau pasal 102 ayat (1) butir a UU nomor 39 tahun 2004 tentang penempatan dan perlindungan TKI di luar negeri, diancam pidana penjara 3 tahun, maksimal 15 tahun," tegasnya.

Sementara menurut ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Indramayu, Juwarih, dua pelaku tersebut sudah ditahan sebulan lalu pada awal Maret 2017.

"Kasus ini awalnya adukan pada 2015 tapi tidak ada respon, baru sekarang polisi merespon, kami sangat apresiasi, semoga tak ada lagi kasus seperti ini lagi khususnya di Indramayu," tandasnya.  


Penulis : dewo
Editor : Dewo

Tag :

BERITA TERKAIT

CURHAT RAKYAT

VIDEO

Pengajian Walimatul 'Ursy KH. Saeful Bahri (Baridinan) dari Cirebon | Part 1/319/11/2017

TERBARU LAINNYA

IKLAN BARIS

Ingin Bisa dan Handal MengemudiKursus Mengemudi Fajar Utama Indramayu Solusinya. Hub WA 087717771475
Adi Sanga Collection Terima Pembuatan Kaos, Sablon dll info WA 081280656707
Terima Jasa Foto/Video WA 087727733461