Selasa, 22 Mei 2012


CUPLIK BERITA KEMARIN
» Menag: Ponpes Akan
Nasional (Sab/24/03/12)
» Bupati Indramayu, Berikan
Daerah (Sen/19/03/12)
» Rawan Bocor, Menakertrans
Sosial Politik (Kam/15/03/12)
» NasDem: Hasil Survei,
Nasional (Rab/14/03/12)
» Tutupi Kegagalan, Pemda
Daerah (Jum/09/03/12)
» Golkar: Menkumham dan
Nasional (Kam/08/03/12)
» Nyalon Gubernur
Daerah (Sel/06/03/12)
» Capres 2014, PKS
Nasional (Sab/25/02/12)
» Pemerintah Lakukan
Sosial Politik (Sab/25/02/12)
» Rakyat Diharap Tak
Nasional (Sab/25/02/12)
» Pemerintah Jamin
Sosial Politik (Jum/24/02/12)
» Majikan Melarang, 14
Sosial Politik (Kam/23/02/12)
» Indonesia Terkorup
Nasional (Rab/22/02/12)
» Program Empat Pilar
Nasional (Rab/22/02/12)
» SBY Dinilai Lebih
Nasional (Sen/20/02/12)
SURVEY CUPLIKCOM NEWS
Poll



Hari ini tidak ada Voting.



 CuplikCom » Politik » Sosial Politik » Detail News
» Terbaca 553 kali
Saat Pulang TKI Diperas, Pemerintah Buta dan Tuli
Sosial Politik :: Selasa, 7 Februari 2012 10:10

Posted By Dewo - CuplikCom
Share |
TKI sedang menunggu penjemputan di bandara (Foto:antara)
Cuplik.Com - Indramayu - Kebijakan pemerintah yang melarang penjemputan TKI oleh keluarganya, malah menimbulkan permasalahan baru, para TKI diperas, ditipu, bahkan tidak sedikit terjadi pelecehan seksual. Namun Menakertrans Muhaimin Iskandar dan BNP2TKI diam seolah tutup mata, buta dan tuli.

Hal itu diungkapkan oleh Serikat Buruh Migrant Indonesia (SBMI), menurutnya, dari pengakuan hampir mayoritas TKI yang pulang ke kampung halamannya mengeluhkan pemerasan terutama oleh para sopir travel yang disediakan pemerintah untuk penjemputan.
 
“BNP2TKI Telah Membiarkan Para TKI atau TKW Diperas Oleh para Sopir Travel," ujar Ketua DPC SBMI cabang Indramayu, Juwarih, Selasa (7/2).

Dia memaparkan, ditutupnya terminal 3 dan dibukanya terminal 4 di Selapanjang, Neglasari, Kota Tangerang pada tahun 2008 sebagai jalur khusus pemualangan TKI, membuatnya justru menjadi masalah baru bagi Pemulangan TKI. Ternyata maksud pemerintah untuk meningkatkan pelayanan terhadap kepulangan TKI malah menyengsarakan TKI.

Hal itu berdasarkan SK Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) RI Nomor: B221/MEN/TKLN/IV/2005 tentang Larangan Penjemputan TKI oleh Keluarganya di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, sebagai terminal khusus TKI.

"Prakteknya sejak TKI turun dari pesawat di terminal 2 sampai menuju terminal 4 Bandara Soekarno Hatta hingga sampai tiba di kampung halaman berbagai jenis kejahatan; pemerasan, pungli, penipuan serta pelecehan masih terjadi dimana-mana," tegasnya.

Selain itu, lanjutnya, perbaikan pelayanan yang dijanjikan oleh pemerintah melalui Kepala BNP2TKI-LN, Muhammad Jumhur Hidayat, sejak dulu hingga sekarang tak kunjung datang bahkan janji perbaikan pelayanan sangat berbeda dalam prakteknya dan kami anggap hanya sebatas pemanis bibir

"Tidak ada sikap yang kongkrit dari BNP2TKI LN untuk melakukan pencegahan dan penekanan terhadap pihak-pihak yang melakukan kejahatan terhadap TKI bahkan terkesan pemerintah dengan sadar telah melakukan pembiaran para TKI untuk diperas dan ditipu," terangnya.

Ia mencontohkan, tidak adanya bukti-bukti berupa dokumen seperti berita acara yang menerangkan identitas pihak jasa travel yang diserahkan ke keluarga TKI. Sehingga para TKI atau keluarganya kesulitan untuk mengadu atau melaporkan ketika terjadi suatu permasalahan ketika dihantar oleh travel.

Oleh sebab itu, SBMI menolak atas diwajibkannya kepulangan TKI melalui terminal 4 dan diantar menggunakan jasa travel dan dibebaskannya kepulangan TKI melalui terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Serta mencabut diberlakukannya SK Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI Nomor: B221/MEN/TKLN/IV/2005 tentang Larangan Penjemputan TKI oleh Keluarganya.

Alasannya:
  1. Pemerintah (BNP2TKILN) secara sadar sudah mendiskriminasikan para TKI/W dengan penumpang umum (penumpang lain yang bukan TKI/W) diterminal 2 Bandara Soekarno Hatta, TKI/W digiring atau diharuskan untuk lewat jalur khusus TKI/W sedangkan penumpang umum langsung bebas pulang tanpa mengalami pemerasan dari pihak imigrasi.
  2. Bila kepulangan TKI/W dijemput keluarganya rasa aman itu ada jika dibandingkan dengan menggunakan jasa travel.
  3. Jarak dan waktu lebih efektif dijemput keluarga dibandingkan dihantar oleh travel.

 

[am/wo].
Share |
 Berita Terkait
Sab/25/02/12 » Pemerintah Lakukan Pemerasan Sistematis Terhadap TKI
Jum/24/02/12 » Pemerintah Jamin Tak Akan Ada Lagi Hukuman
Kam/23/02/12 » Majikan Melarang, 14 Tahun TKI Tidak Bisa Pulang
Sel/07/02/12 » TKW Indramayu Pulang dalam Kondisi Cacat dan Tanpa
Sel/07/02/12 » Saat Pulang TKI Diperas, Pemerintah Buta dan Tuli
Komentar

 Berita Lainnya
» SMKN 3 Mataram Rakit 2.000
Humaniora (Sen, 21 Mei 2012 18:01)
» Tips Unik, Memutihkan Gigi Tanpa
Gaya Hidup (Ming, 20 Mei 2012 01:02)
» Kembali Terjadi 4 Mobil
Peristiwa (Ming, 20 Mei 2012 00:02)
» Tips Unik, Saat Puncak Gairah
Gaya Hidup (Sab, 19 Mei 2012 02:14)
» Gairah Seks Wanita Bisa Padam
Gaya Hidup (Sab, 19 Mei 2012 01:45)
» Rumah Petani China Ditelan Oleh
Internasional (Sab, 19 Mei 2012 01:33)
» Benarkah Iran Siap Serang
Internasional (Sab, 19 Mei 2012 00:57)
» Unik, Upacara Wisuda Diselingi Aksi
Humaniora (Kam, 17 Mei 2012 10:31)
» Libur Panjang, Polisi Hentikan Perbaikan
Peristiwa (Kam, 17 Mei 2012 09:55)
» Microsoft Menambah Aplikasi Hiburan
Teknologi (Rab, 16 Mei 2012 18:05)
» Google+ Masih Tertinggal Jauh
Teknologi (Rab, 16 Mei 2012 15:16)
» Jurus Pamungkas Apple Taklukkan Android
Teknologi (Rab, 16 Mei 2012 10:52)
» Sebenarnya Pria Ingin Lihat
Gaya Hidup (Rab, 16 Mei 2012 00:02)
» Gagalkan Aksi Ngeseks Lantaran
Gaya Hidup (Sel, 15 Mei 2012 22:38)
950x100 bawah