|
|
Terbaca 154 kali |
Inpres dan Imbaun SBY Cegah Korupsi Hanya Pura-Pura
Nasional :: Minggu, 22 Januari 2012 21:24
| Posted By Dewo - CuplikCom |
|
|
 | | Slogan Partai Demokrat yang dipimpin SBY (Foto:kaskus) | Cuplik.Com - Jakarta - Pemberantasan korupsi akan terus terjebak dalam kebuntuan seperti saat ini jika hanya diwacanakan melalui instruksi presiden (Inpres) atau imbauan. Inpres dan imbauan presiden terbukti tidak efektif lagi.
"Kalau rencana aksi pemberantasan korupsi masih ingin dilanjutkan, harus dicari pendekatan baru yang lebih efektif," ujar Anggota Komisi III DPR RI, Bambang Soesatyo, Minggu (22/1/12).
Menurutnya, apa yang terjadi sekarang ini tak lain adalah kebuntuan pemberantasan korupsi. Publik sering bertanya di mana ‘kubur’ skandal Bank Century? Mengapa pemerintah tidak tertarik menuntaskan kasus mafia pajak? "Pertanyaan seperti ini lebih bermakna sebagai gugatan publik atas kebuntuan proses hukum kasus-kasus korupsi berskala besar," jelasnya.
Sementara itu, Bambang memaparkan, jumlah kasus korupsi di Indonesia terus meningkat, di penghujung 2011, Kapolri Jenderal Timur Pradopo mengungkapkan, jumlah kasus korupsi yang ditangani Polri sepanjang tahun 2011 meningkat cukup tinggi. Kalau per-2010 Polri hanya menangani 585 kasus, pada 2011 jumlahnya melonjak sampai 1.323 kasus. Kenaikannya terbilang sangat tinggi sebesar 55,78 persen.
"Kinerja pemberantasan korupsi sangat mengecewakan. Tidak mengherankan jika survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukan anjloknya kepercayaan publik kepada pemerintrah. Hingga Desember 2011, kepercayaan publik menurun menjadi 44 persen dari bulan yang sama tahun sebelumnya (2010) yang hingga 52 persen," paparnya.
Penerbitan Inpres No.17/2011 tentang pencegahan dan pemberantasan korupsi yang merupakan kelanjutan Inpres No.9/2011. Menurut politisi Golkar itu, dua Inpres tersebut diterjemahkan sebagai keinginan presiden meningkatkan aksi pencegahan dan pemberantasan korupsi. Namun, aksinya tidak dibarengi kepemimpinan yang kuat, berani dan independen.
"Tidak sebatas pidato atau wacana, melainkan harus dengan aksi nyata, tanpa pandang bulu. Kalau hanya mengandalkan Inpres dan imbauan, publik bisa berasumsi itu hanya sikap berpura-pura. Seolah serius, padahal tidak," tandasnya. [am/wo].
|
|
|
|
|
|
| » |
SMKN 3 Mataram Rakit 2.000
Humaniora (Sen, 21 Mei 2012 18:01) |
| » |
Tips Unik, Memutihkan Gigi Tanpa
Gaya Hidup (Ming, 20 Mei 2012 01:02) |
| » |
Kembali Terjadi 4 Mobil
Peristiwa (Ming, 20 Mei 2012 00:02) |
| » |
Tips Unik, Saat Puncak Gairah
Gaya Hidup (Sab, 19 Mei 2012 02:14) |
| » |
Gairah Seks Wanita Bisa Padam
Gaya Hidup (Sab, 19 Mei 2012 01:45) |
| » |
Rumah Petani China Ditelan Oleh
Internasional (Sab, 19 Mei 2012 01:33) |
| » |
Benarkah Iran Siap Serang
Internasional (Sab, 19 Mei 2012 00:57) |
| » |
Unik, Upacara Wisuda Diselingi Aksi
Humaniora (Kam, 17 Mei 2012 10:31) |
| » |
Libur Panjang, Polisi Hentikan Perbaikan
Peristiwa (Kam, 17 Mei 2012 09:55) |
| » |
Microsoft Menambah Aplikasi Hiburan
Teknologi (Rab, 16 Mei 2012 18:05) |
| » |
Google+ Masih Tertinggal Jauh
Teknologi (Rab, 16 Mei 2012 15:16) |
| » |
Jurus Pamungkas Apple Taklukkan Android
Teknologi (Rab, 16 Mei 2012 10:52) |
| » |
Sebenarnya Pria Ingin Lihat
Gaya Hidup (Rab, 16 Mei 2012 00:02) |
| » |
Gagalkan Aksi Ngeseks Lantaran
Gaya Hidup (Sel, 15 Mei 2012 22:38) |
|
|
|
|
|
|