Selasa, 22 Mei 2012


CUPLIK BERITA KEMARIN
» Menag: Ponpes Akan
Nasional (Sab/24/03/12)
» Bupati Indramayu, Berikan
Daerah (Sen/19/03/12)
» Rawan Bocor, Menakertrans
Sosial Politik (Kam/15/03/12)
» NasDem: Hasil Survei,
Nasional (Rab/14/03/12)
» Tutupi Kegagalan, Pemda
Daerah (Jum/09/03/12)
» Golkar: Menkumham dan
Nasional (Kam/08/03/12)
» Nyalon Gubernur
Daerah (Sel/06/03/12)
» Capres 2014, PKS
Nasional (Sab/25/02/12)
» Pemerintah Lakukan
Sosial Politik (Sab/25/02/12)
» Rakyat Diharap Tak
Nasional (Sab/25/02/12)
» Pemerintah Jamin
Sosial Politik (Jum/24/02/12)
» Majikan Melarang, 14
Sosial Politik (Kam/23/02/12)
» Indonesia Terkorup
Nasional (Rab/22/02/12)
» Program Empat Pilar
Nasional (Rab/22/02/12)
» SBY Dinilai Lebih
Nasional (Sen/20/02/12)
SURVEY CUPLIKCOM NEWS
Poll



Hari ini tidak ada Voting.



 CuplikCom » Politik » Pemilu » Detail News
» Terbaca 276 kali
Sistem Pemilu High Cost, Anggaran Parpol Perlu
Pemilu :: Kamis, 25 Agustus 2011 21:22

Posted By Dewo - CuplikCom
Share |
Eva Kusuma Sundari, Anggota Komisi III (Hukum) DPR RI (Foto:cuplik.com/am)
Cuplik.Com - Jakarta - Persoalan korupsi mengkambinghitamkan partai politik yang tidak didanai secara penuh oleh Negara. Sebagian pihak menilai problem utama Partai Politik (Parpol) adalah pendanaan, kerena tidak ada support yang cukup dari bantuan negara,

"Parpol terjebak pada kartel politik yg berdampak pada oligarki. Karena sistem pemilunya high cost, maka APBN jadi alternative sumber dana bagi politisi (calo-calo anggaran)," ujar kader PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (25/8).

Eva mencontohkan di beberapa negara di Eropa seperti Jerman dan lainnya, bahwa di sana semua kebutuhan partai ditanggung oleh negara.

"Pilihan terbaik adalah memperbesar bantuan negara ke parpol seperti yang dipraktekkan Jerman dan negara-negara Eropa barat lainnya. Tentu dengan kompensasi berapa perbaikan proses anggaran sehingga tidak dicaloin," terangnya.

Namun sebelumnya Parpol juga harus melakukan pembenahan diri secara masif, karena bagi Eva bantuan negara ini juga akan memaksa parpol untuk merekonstruksi, sebab sumber dananya dari rakyat.

"Parpol harus transparan dan akuntabel ke publik, karena dana memang bersumber dari publik. Usulku adalah dengan menaikkan harga perolehan suara parpol-parpol di DPR dari Rp108/suara menjadi Rp2rb/suara," tambahnya.

Bahkan, lanjutnya, harus ada alokasi dan batasan parpol dalam berklampanye. "jika perlu, negara membiayai biaya reklame pemilu karena alokasi biaya untuk hal tersebut sumber kompetisi yang tidak sehat dari partai-partai," pungkasnya.[am/wo].
Share |
 Berita Terkait
Sen/14/11/11 » DPR: Busyro Muqoddas Pancing Publik Bergosip
Jum/23/09/11 » Demokrat Bantah Soal Upeti 500 Juta Per-pekan
Kam/22/09/11 » Menteri Demokrat Kirim Upeti 1 Milyar Per-bulan
Sab/27/08/11 » APBN Harus Anggarkan Dana Partai
Jum/26/08/11 » Partai Harus Jadi Sekolah Politik Kader
Komentar

 Berita Lainnya
» SMKN 3 Mataram Rakit 2.000
Humaniora (Sen, 21 Mei 2012 18:01)
» Tips Unik, Memutihkan Gigi Tanpa
Gaya Hidup (Ming, 20 Mei 2012 01:02)
» Kembali Terjadi 4 Mobil
Peristiwa (Ming, 20 Mei 2012 00:02)
» Tips Unik, Saat Puncak Gairah
Gaya Hidup (Sab, 19 Mei 2012 02:14)
» Gairah Seks Wanita Bisa Padam
Gaya Hidup (Sab, 19 Mei 2012 01:45)
» Rumah Petani China Ditelan Oleh
Internasional (Sab, 19 Mei 2012 01:33)
» Benarkah Iran Siap Serang
Internasional (Sab, 19 Mei 2012 00:57)
» Unik, Upacara Wisuda Diselingi Aksi
Humaniora (Kam, 17 Mei 2012 10:31)
» Libur Panjang, Polisi Hentikan Perbaikan
Peristiwa (Kam, 17 Mei 2012 09:55)
» Microsoft Menambah Aplikasi Hiburan
Teknologi (Rab, 16 Mei 2012 18:05)
» Google+ Masih Tertinggal Jauh
Teknologi (Rab, 16 Mei 2012 15:16)
» Jurus Pamungkas Apple Taklukkan Android
Teknologi (Rab, 16 Mei 2012 10:52)
» Sebenarnya Pria Ingin Lihat
Gaya Hidup (Rab, 16 Mei 2012 00:02)
» Gagalkan Aksi Ngeseks Lantaran
Gaya Hidup (Sel, 15 Mei 2012 22:38)
950x100 bawah