Selasa, 22 Mei 2012


Cuplik Berita Kemarin
» Polres Indramayu Imbau
(Sen/16/04/12)
» Gempa 8,5 SR
(Rab/11/04/12)
» Unik, Urin Dijadikan
(Sen/09/04/12)
» Manfaat Pupuk dari
(Ming/08/04/12)
» Tiket KA di
(Ming/08/04/12)
» Akibat Cuaca Buruk
(Sen/02/04/12)
» Pengusaha Bata
(Sen/02/04/12)
» Pembeli Gabah Tebasan
(Ming/01/04/12)
» Unik, Air Seni
(Sab/31/03/12)
» Daftar Kerusakan Pasca
(Jum/30/03/12)
» Para Penimbun BBM
(Kam/29/03/12)
» Muslimah HTI Berunjuk
(Rab/28/03/12)
» Buruh Akan Duduki
(Rab/28/03/12)
» Jakarta Dikepung Aksi
(Sel/27/03/12)
» Buruh Penderep Babak
(Sen/26/03/12)
SURVEY CUPLIKCOM NEWS
Poll

Diberitakan bahwa pergeseran tata surya akan terjadi di tahun 2012 dan akan mengancam keberadaan Bumi.

Menurut anda, percayakah akan terjadi kiamat di tahun 2012?
   
Sangat percaya
Percaya
Tidak percaya
Sangat tidak percaya
Tidak tahu
.:: Lihat Hasil ::.
 CuplikCom » Peristiwa » Detail News
» Terbaca 179 kali
Ratusan Nelayan di Indramayu Kembali Melaut
Selasa, 14 Februari 2012 00:09
Posted By Muhammad Robidin - CuplikCom
Share |
Ratusan nelayan di Indramayu, Jawa barat sejak kemarin terlihat mulai melakukan aktifitasnya untuk melaut (Foto:cuplik)
Cuplik.Com - Indramayu - Ratusan nelayan di Indramayu, Jawa barat sejak kemarin terlihat mulai melakukan aktifitasnya untuk melaut. Pasalnya, kondisi cuaca kini sudah mulai berangsur-angsur normal.

Senin (13/2) ratusan kapal dan perahu nelayan anggota KUD Mina Glayem di Desa Juntinyuat, Indramayu, Jabar sejak kemarin terlihat bergerombol berangkat mencari hasil tangkapan di laut.

Nelayan anggota KUD Mina Glayem mengaku hasil tangkapan laut pada saat sekarang ini belum maksimal. Nelayan berangkat melaut pada subuh dan pulang menjelang dhuhur. Hasilnya belum maksimal hanya 4 bakul rebon seberat 60 Kg yang dijual lelang di TPI seharga Rp10 ribu hingga Rp15 ribu. Nelayan mengaku terpaksa melaut karena persedian makanan di rumah semakin menipis. Meski cuaca belum begitu bagus mereka terpaksa mengarungi laut demi anak dan istri bisa makan.

Rebon setelah dibeli tengkulak di TPI dibawa pulang untuk dikeringkan. Setelah kering, rebon dijual ke bakul terasi udang dan bakul ebi atau udang kering. "Rebon kering biasanya dibeli para tengkulak Indramayu dan Cirebon," ujar Ny. Satini, 49 bakul ikan.

Disebutkan, tak hanya memperoleh hasil tangkapan berupa rebon, nelayan anggota KUD Mina Glayem juga memperoleh cumi-cumi berbagai ukuran. Cumi-cumi dibeli para bakul seharga Rp15 ribu hingga Rp20 ribu per Kg.

Para bakul ikan, udang dan cumi-cumi mengatakan, jumlah hasil tangkapan para nelayan yang kembali ke laut usai musim ombak dan angin besar serta hujan deras itu masih belum normal.[pkt/mr].
Share |
 Berita Terkait
Kam/17/05/12 » Libur Panjang, Polisi Hentikan Perbaikan Jalan
Rab/09/05/12 » Bandar Togel di Indramayu Diringkus Polisi
Sen/23/04/12 » Seorang Nenek Ditemukan Tewas di Got
Sab/21/04/12 » Unik, Kaum Ibu di Indramayu Rayakan Hari Kartini
Sen/16/04/12 » Polres Indramayu Imbau Masyarakat tidak Keluar Malam
Komentar

 Berita Lainnya
» SMKN 3 Mataram Rakit 2.000
Humaniora (Sen, 21 Mei 2012 18:01)
» Tips Unik, Memutihkan Gigi Tanpa
Gaya Hidup (Ming, 20 Mei 2012 01:02)
» Tips Unik, Saat Puncak Gairah
Gaya Hidup (Sab, 19 Mei 2012 02:14)
» Gairah Seks Wanita Bisa Padam
Gaya Hidup (Sab, 19 Mei 2012 01:45)
» Rumah Petani China Ditelan Oleh
Internasional (Sab, 19 Mei 2012 01:33)
» Benarkah Iran Siap Serang
Internasional (Sab, 19 Mei 2012 00:57)
» Unik, Upacara Wisuda Diselingi Aksi
Humaniora (Kam, 17 Mei 2012 10:31)
» Sabda Sultan Hamengkubuwono X Isyarat
Politik (Kam, 17 Mei 2012 00:04)
» Microsoft Menambah Aplikasi Hiburan
Teknologi (Rab, 16 Mei 2012 18:05)
» Google+ Masih Tertinggal Jauh
Teknologi (Rab, 16 Mei 2012 15:16)
» Jurus Pamungkas Apple Taklukkan Android
Teknologi (Rab, 16 Mei 2012 10:52)
» Sebenarnya Pria Ingin Lihat
Gaya Hidup (Rab, 16 Mei 2012 00:02)
» Gagalkan Aksi Ngeseks Lantaran
Gaya Hidup (Sel, 15 Mei 2012 22:38)