Selasa, 22 Mei 2012


Cuplik Berita Kemarin
» Polres Indramayu Imbau
(Sen/16/04/12)
» Gempa 8,5 SR
(Rab/11/04/12)
» Unik, Urin Dijadikan
(Sen/09/04/12)
» Manfaat Pupuk dari
(Ming/08/04/12)
» Tiket KA di
(Ming/08/04/12)
» Akibat Cuaca Buruk
(Sen/02/04/12)
» Pengusaha Bata
(Sen/02/04/12)
» Pembeli Gabah Tebasan
(Ming/01/04/12)
» Unik, Air Seni
(Sab/31/03/12)
» Daftar Kerusakan Pasca
(Jum/30/03/12)
» Para Penimbun BBM
(Kam/29/03/12)
» Muslimah HTI Berunjuk
(Rab/28/03/12)
» Buruh Akan Duduki
(Rab/28/03/12)
» Jakarta Dikepung Aksi
(Sel/27/03/12)
» Buruh Penderep Babak
(Sen/26/03/12)
SURVEY CUPLIKCOM NEWS
Poll

Diberitakan bahwa pergeseran tata surya akan terjadi di tahun 2012 dan akan mengancam keberadaan Bumi.

Menurut anda, percayakah akan terjadi kiamat di tahun 2012?
   
Sangat percaya
Percaya
Tidak percaya
Sangat tidak percaya
Tidak tahu
.:: Lihat Hasil ::.
 CuplikCom » Peristiwa » Detail News
» Terbaca 212 kali
Harga Gabah di Indramayu Melambung Tinggi
Selasa, 20 Desember 2011 15:50
Posted By Muhammad Robidin - CuplikCom
Share |
(Foto:photobucket.com)
Cuplik.Com - Indramayu - Sejumlah perusahaan penggilingan beras di Indramayu, Jawa Barat, mulai kesulitan mendapatkan gabah simpanan petani karena sebelumnya sudah ludes terjual untuk memenuhi berbagai kebutuhan, terutama kebutuhan pendidikan anak yang sangat mahal.

Sulitnya mendapatkan gabah, membuat pengusuaha penggilingan beras ‘nekad’ membeli gabah dengan harga tertinggi sepanjang sejarah yaitu mencapai Rp5.150 per Kg.

Padahal saat panen raya, harga gabah di tingkat petani hanya dihargai tengkulak alias tangan-tangan perusahaan penggilingan beras hanya berkisar Rp3.200 per Kg.

Sayang, mahalnya harga gabah yang dipatok pengusaha penggilingan gabah itu tidak dinikmati petani. “Hanya sedikit petani sekarang ini yang masih menyisakan stok gabah karena sudah lebih dahulu dijual sekitar 2 bulan lalu untuk memenuhji biaya sekolah anak yang mahal,” kata Dirman, 50.

Disebutkan, sekarang ini yang memiliki persediaan gabah hanya petani kaya yang memiliki sawah minimal 5 Hektar. Petani pemilik sawah seluas 5 hektar itu rajin menimbun gabah hasil panen musim gadu karena mereka memiliki cukup banyak gabah.

Hal itu berbeda dengan petani gurem atau petani kecil yang hanya memiliki lahans awah kurang dari 1 HA. Karena didesak kebutuhan hidup, khususnya biaya sekolah anak yang sangat mahal membuat hasil panen mereka tidak mampu disimpan lama. Mereka buru-buru menjual hasil panen pada saat posisi harga gabah baru merangkak Rp4.200 per Kg pada 2 bulan lalu. [pkt/mr].
Share |
 Berita Terkait
Sel/20/12/11 » Harga Gabah di Indramayu Melambung Tinggi
Sen/26/09/11 » Harga Gabah di Indramayu Terus Naik
Komentar

 Berita Lainnya
» SMKN 3 Mataram Rakit 2.000
Humaniora (Sen, 21 Mei 2012 18:01)
» Tips Unik, Memutihkan Gigi Tanpa
Gaya Hidup (Ming, 20 Mei 2012 01:02)
» Tips Unik, Saat Puncak Gairah
Gaya Hidup (Sab, 19 Mei 2012 02:14)
» Gairah Seks Wanita Bisa Padam
Gaya Hidup (Sab, 19 Mei 2012 01:45)
» Rumah Petani China Ditelan Oleh
Internasional (Sab, 19 Mei 2012 01:33)
» Benarkah Iran Siap Serang
Internasional (Sab, 19 Mei 2012 00:57)
» Unik, Upacara Wisuda Diselingi Aksi
Humaniora (Kam, 17 Mei 2012 10:31)
» Sabda Sultan Hamengkubuwono X Isyarat
Politik (Kam, 17 Mei 2012 00:04)
» Microsoft Menambah Aplikasi Hiburan
Teknologi (Rab, 16 Mei 2012 18:05)
» Google+ Masih Tertinggal Jauh
Teknologi (Rab, 16 Mei 2012 15:16)
» Jurus Pamungkas Apple Taklukkan Android
Teknologi (Rab, 16 Mei 2012 10:52)
» Sebenarnya Pria Ingin Lihat
Gaya Hidup (Rab, 16 Mei 2012 00:02)
» Gagalkan Aksi Ngeseks Lantaran
Gaya Hidup (Sel, 15 Mei 2012 22:38)