 | | (Foto:photobucket.com) | Cuplik.Com - Indramayu - Sejumlah perusahaan penggilingan beras di Indramayu, Jawa Barat, mulai kesulitan mendapatkan gabah simpanan petani karena sebelumnya sudah ludes terjual untuk memenuhi berbagai kebutuhan, terutama kebutuhan pendidikan anak yang sangat mahal. Sulitnya mendapatkan gabah, membuat pengusuaha penggilingan beras ‘nekad’ membeli gabah dengan harga tertinggi sepanjang sejarah yaitu mencapai Rp5.150 per Kg. Padahal saat panen raya, harga gabah di tingkat petani hanya dihargai tengkulak alias tangan-tangan perusahaan penggilingan beras hanya berkisar Rp3.200 per Kg. Sayang, mahalnya harga gabah yang dipatok pengusaha penggilingan gabah itu tidak dinikmati petani. “Hanya sedikit petani sekarang ini yang masih menyisakan stok gabah karena sudah lebih dahulu dijual sekitar 2 bulan lalu untuk memenuhji biaya sekolah anak yang mahal,” kata Dirman, 50. Disebutkan, sekarang ini yang memiliki persediaan gabah hanya petani kaya yang memiliki sawah minimal 5 Hektar. Petani pemilik sawah seluas 5 hektar itu rajin menimbun gabah hasil panen musim gadu karena mereka memiliki cukup banyak gabah. Hal itu berbeda dengan petani gurem atau petani kecil yang hanya memiliki lahans awah kurang dari 1 HA. Karena didesak kebutuhan hidup, khususnya biaya sekolah anak yang sangat mahal membuat hasil panen mereka tidak mampu disimpan lama. Mereka buru-buru menjual hasil panen pada saat posisi harga gabah baru merangkak Rp4.200 per Kg pada 2 bulan lalu. [pkt/mr].
|