Selasa, 25 Juli 2017


Opini Lainnya
» Dari Budak Menuju
Agama
» Dari Budak Menuju
Agama
» Iman dan Nalar
Agama
» Dibalik Kebijakan Susi,
Ekopolhukam
» Zaman Fitnah
Agama
» Iman dan Nalar
Agama
» Senjakala Berhala
Agama
» Senjakala Berhala
Agama
» Senjakala Berhala
Agama
» Ekosistem Yang
Agama
» Krisis Desa Dalam
Agama
» Desa Miskin Akan
Agama
» Refleksi Hidup, Saat
Agama
» Hilangnya "Malu",
Agama
» Antara Frasa "Pidana
Ekopolhukam
» Quovadis Perkoperasian Indonesia
Ekopolhukam
» Siapa yang Disebut
Agama
» Oknum dan Kecerdasan
Ekopolhukam
» Pascapolitik Identitas
Ekopolhukam
» Ada Apa dengan
Ekopolhukam
» Salam 2 Jari
Seni & Budaya
» Salam 2 Jari
Seni & Budaya
» Apa jadinya jika
Ekopolhukam
» Reaktualisasi Idul
Agama
» Capres, Relawan dan
Ekopolhukam
» Marxisme-Leninisme Dalam
Ekopolhukam
» Meluruskan sejarah
Ekopolhukam
» Hakekat Semangat Kebangsaan
Ekopolhukam
» Cerita Unik: Perempuan
Pendidikan
» Islam dan Globalisasi:
Kajian Islam
SURVEY CUPLIKCOM NEWS
Poll



Hari ini tidak ada Voting.



 CuplikCom » Opini » Iptek » Detail Opini
» Terbaca 31 kali
Upaya Swasembada Garam Industri vs Realitas
Iptek | Sabtu, 1 Juli 2017 18:20
Oleh : Eko Indra Purwanto

Share |

Upaya pemerintah menargetkan swasembada garam nasional pada tahun 2017 mungkin sulit dilakukan, mengingat masih rendahnya penerapan teknologi dalam pengolahan garam yang dilakukan para petani selama ini. Dari tahun ke tahun, impor garam untuk keperluan industri dan farmasi terus meningkat, seiring tumbuhnya industri kimia dasar, industri farmasi, dan industri makanan dalam negeri.

Di tahun 2014, angka impor garam mencapai lebih dari 2 juta ton, dengan nilai yang melebihi Rp 2 trilyun. Hingga saat ini, Indonesia belum menghasilkan garam yang memenuhi spesifikasi garam industri dan farmasi. Metode pembuatan garam yang dilakukan dengan hanya mengandalkan penguapan air laut sesungguhnya hanya menghasilkan garam bermutu rendah, dengan kandungan NaCl yang variatif antara 80%-90%.

Garam yang dihasilkan para petani garam masih jauh dibawah standar garam industri, yang mensyaratkan kandungan minimum NaCl 97%. Pengolahan garam yang dilakukan para petani, mengandalkan tanah sebagai "meja" bagi air laut yang sudah akan mengkristal. Hasil garam yang diperoleh tentu saja kotor, bercampur dengan lumpur dan tanah. Di samping kotor, kristal garam yang diperoleh juga tidak hanya terdiri dari senyawa NaCl, melainkan masih mengandung ratusan senyawa dan usur kimia lainnya.

Penggunaan geo membrane sebagai alas pada proses penggaraman memang menghasilkan kristal garam yang relatif bersih dibandingkan garam yang diperoleh melalui penjemuran air kaya di atas tanah. Akan tetapi kristal yang bersih ini bukan berarti menunjukkan kualitas garam yang telah memenuhi spesifikasi garam industri. Kandungan mineral pengotor pada air laut bervariasi di tiap areal perairan ; perairan di wilayah perkotaan dan industri, tentu tingkat pencemaran sudah sangat tinggi, sehingga kualitas garam yang dihasilkan pun tentu bermutu sangat rendah. Di perairan yang relatif bersih pun, tidak memungkinkan memperoleh garam dengan kandungan NaCl 97%, dengan hanya mengandalkan proses penguapan air laut.

Di samping penguapan dan penggunaan geo membrane, proses pembuatan garam industri juga memerlukan proses pemisahan dan pemurnian mineral NaCl. Proses pemurnian NaCl harus dilakukan secara kimia, yang bertujuan untuk memisahkan unsur-unsur sebagai berikut :

  • Unsur - unsur logam berat, baik yang berbahaya maupun tidak
  • Unsur-unsur anion yang berbahaya, semacam sianida dan sulfat
  • Unsur-unsur alkali dan alkali tanah sebagai pengotor, dalam hal ini unsur kalium (K), magnesium (Mg), dan kalsium (Ca). Unsur-unsur alkali pengotor ini umumnya memiliki persentase antara 10%-20% dalam kandungan garam yang diperoleh dari hasil penjemuran.
***
*Penulis adalah pemerhati Ilmu Pengetahuan, ia merupakan alumni SMA 1 Indramayu, Lulusan Universitas Wilwatikta Surabaya tahun 2005. Asli dari kabupaten Indramayu Jawa Barat. 
 
.
Share |
Komentar

 Berita Terbaru
» Street art-KOTI Peringati Hari Anak,
Peristiwa (Sel, 25 Jul 2017 08:55)
» Malam Ini, Ayu Wandira Wakil
Humaniora (Sen, 24 Jul 2017 14:30)
» Ridwan Kamil Temui Warga di
Politik (Sen, 24 Jul 2017 12:42)
» Berdayakan Umat, SMK NU
Humaniora (Sen, 24 Jul 2017 11:59)
» Beras Subsidi Disulap Premium Oleh
Ekonomi (Sen, 24 Jul 2017 09:00)
» Hadapi Jabar 2018, H Tauhid:
Politik (Ming, 23 Jul 2017 14:28)
» Lsm Gestamor Kecewa, PT. Besmindo
Peristiwa (Sab, 22 Jul 2017 15:01)
» Ayu Barbie, Warga Patrol Bakal
Humaniora (Jum, 21 Jul 2017 19:40)
» Diduga Serangan Jantung, Tukang Becak
Peristiwa (Jum, 21 Jul 2017 16:12)
» Hakim Bongkar Catatan Bagi Duit
Hukum (Kam, 20 Jul 2017 11:48)
» Nanti Malam!! Ayu Dermayu Tampil
Humaniora (Kam, 20 Jul 2017 09:52)
» KPK Diminta Turun Awasi Pembangunan
Peristiwa (Sen, 17 Jul 2017 16:10)
» Wakili Indramayu, Ayu Dermayu Siap
Humaniora (Sen, 17 Jul 2017 10:22)
» Pekerjaan Betonisasi Tulungagung-Ciranggong Diduga
Peristiwa (Sab, 15 Jul 2017 15:16)
» Ketua Umum Golkar Diperiksa KPK
Hukum (Sab, 15 Jul 2017 10:37)
950x100 bawah