Selasa, 25 Juli 2017


Opini Lainnya
» Dari Budak Menuju
Agama
» Dari Budak Menuju
Agama
» Iman dan Nalar
Agama
» Dibalik Kebijakan Susi,
Ekopolhukam
» Zaman Fitnah
Agama
» Iman dan Nalar
Agama
» Senjakala Berhala
Agama
» Senjakala Berhala
Agama
» Senjakala Berhala
Agama
» Ekosistem Yang
Agama
» Krisis Desa Dalam
Agama
» Desa Miskin Akan
Agama
» Refleksi Hidup, Saat
Agama
» Hilangnya "Malu",
Agama
» Antara Frasa "Pidana
Ekopolhukam
» Quovadis Perkoperasian Indonesia
Ekopolhukam
» Siapa yang Disebut
Agama
» Oknum dan Kecerdasan
Ekopolhukam
» Pascapolitik Identitas
Ekopolhukam
» Ada Apa dengan
Ekopolhukam
» Salam 2 Jari
Seni & Budaya
» Salam 2 Jari
Seni & Budaya
» Apa jadinya jika
Ekopolhukam
» Reaktualisasi Idul
Agama
» Capres, Relawan dan
Ekopolhukam
» Marxisme-Leninisme Dalam
Ekopolhukam
» Meluruskan sejarah
Ekopolhukam
» Hakekat Semangat Kebangsaan
Ekopolhukam
» Cerita Unik: Perempuan
Pendidikan
» Islam dan Globalisasi:
Kajian Islam
SURVEY CUPLIKCOM NEWS
Poll



Hari ini tidak ada Voting.



 CuplikCom » Opini » Agama » Detail Opini
» Terbaca 78 kali
Tiap Sepuluh Hari Dalam Ramadhan (2)
Agama | Rabu, 7 Juni 2017 15:05
Oleh : Nur Umar, S.E.

Share |
Sepuluh hari yang kedua ialah maghfirah atau ampunan, kebiasan untuk berbuka atau untuk menahan diri dari mengkonsumsi makanan dan minuman, pada fase ini telah tergolong biasa, dan dengan terbiasanya kita dengan rutinitas atau bahkan pola hidup yang teratur tersebut maka sangat memungkinkan untuk melakukan ibadah dengan khusyu, namun dalam realitasnya pada fase kedua ini kuantitas jamaah shalat tarawih menurun, yang semula shaf tergolong rapat kini merenggang dengan sendirinya.

Pola kebiasaan ini telah menjadi sesuatu yang lazim di sekitar kita, masjid atau mushalah mendadak sepi, jika pun ada maka itu merupakan mereka yang sadar betul akan pentingnya sholat berjamaah, baik sholat maktubah atau solat sunah.

Begitu pun dengan suasana ramadhan yang seolah menjadi biasa dengan fase kedua ini, mulai dari kebiasaan orang yang tidak berpuasa atau "buka paksa" di jalanan - biasa ditemui, hingga kebiasaan-kebiasaan lainnya yang membuat ramadhan ini menjadi tidak begitu special.

Pada sepuluh hari terahir di bulan ramadhan ialah momen itqun minannar atau pembebasan dari api neraka.

Dengan ini puasa pada hari-hari terahir di bulan ramadhan ini menjadi sesuatu yang sangat berharga, meski semuanya menjadi biasa, dengan adanya indikasi mengenai lailatul qodar yang banyak diriwayatkan pada sepuluh hari terakhir di bulan ramadhan ini.

Pada fase ini adalah fase yang sibuk, umat islam dari berbagai penjuru menyiapkan serta menyibukkan diri dengan membuat sesuatu yang berarti dalam menyambut hari raya idul fitri - nantinya, seperti tradisi mudik atau pulang ke kampung halaman bagi mereka yang tinggal di perantauan, meningkatnya daya beli masyarakat, serta meningkat pula kuantitas jamaah pada fase ini, yang dengan itqun minannar berlomba-lomba untuk memperbaiki diri, hingga kemudian di tutup dengan membayar zakat fitrah yang, di berikan kepada mereka yang membutuhkannya.

Dan dengan frekuensi yang naik-turun-naik ini, maka kualitas maupun kuantitas jamaah, baik di musholah atau pun di masjid seperti pada umumnya.

Dengan bergulirnya dimensi ramadhan yang penuh dengan nuansa kebersamaan serta menjadi sarana untuk melatih diri dalam, merasakan apa yang di rasakan oleh orang yang kurang mampu, maka elegi ramadhan dalam perjalanan spriritualnya merupakan sebuah petualangan menikmati apa yang sebelumnya belum kita nikmati, dan peningkatan terhadap kualitas ibadah, baik vertikal (mahdah) dan horizontal (ghairu mahdah), menjadi acuan kita dalam menjalani kehidupan selanjutnya, atau di luar bulan ramadhan ini.

Jamaah yang merupakan sebuah media untuk merekatkan setiap personal di bulan ramadhan ini juga di latih, di latih untuk hidup berdampingan dalam dinamika sosialnya.

.
Share |
Komentar

 Berita Terbaru
» Street art-KOTI Peringati Hari Anak,
Peristiwa (Sel, 25 Jul 2017 08:55)
» Malam Ini, Ayu Wandira Wakil
Humaniora (Sen, 24 Jul 2017 14:30)
» Ridwan Kamil Temui Warga di
Politik (Sen, 24 Jul 2017 12:42)
» Berdayakan Umat, SMK NU
Humaniora (Sen, 24 Jul 2017 11:59)
» Beras Subsidi Disulap Premium Oleh
Ekonomi (Sen, 24 Jul 2017 09:00)
» Hadapi Jabar 2018, H Tauhid:
Politik (Ming, 23 Jul 2017 14:28)
» Lsm Gestamor Kecewa, PT. Besmindo
Peristiwa (Sab, 22 Jul 2017 15:01)
» Ayu Barbie, Warga Patrol Bakal
Humaniora (Jum, 21 Jul 2017 19:40)
» Diduga Serangan Jantung, Tukang Becak
Peristiwa (Jum, 21 Jul 2017 16:12)
» Hakim Bongkar Catatan Bagi Duit
Hukum (Kam, 20 Jul 2017 11:48)
» Nanti Malam!! Ayu Dermayu Tampil
Humaniora (Kam, 20 Jul 2017 09:52)
» KPK Diminta Turun Awasi Pembangunan
Peristiwa (Sen, 17 Jul 2017 16:10)
» Wakili Indramayu, Ayu Dermayu Siap
Humaniora (Sen, 17 Jul 2017 10:22)
» Pekerjaan Betonisasi Tulungagung-Ciranggong Diduga
Peristiwa (Sab, 15 Jul 2017 15:16)
» Ketua Umum Golkar Diperiksa KPK
Hukum (Sab, 15 Jul 2017 10:37)
950x100 bawah