Selasa, 22 Mei 2012


Opini Lainnya
» Belajar Multikulturalisme di
Agama
» Pluralisme Gus
Kajian Islam
» Memperebutkan Makna
Kajian Islam
» Jurnalisme Pesantren
Kajian Islam
» Nabi Muhammad SAW,
Kajian Islam
» Matahari Telah Pulang:
Kajian Islam
» Kisah-kisah Teladan
Agama
» Fenomonologi Arab
Agama
» QULUB AL AHRAR
Kajian Islam
» Akulah Kemanusiaan
Kajian Islam
» Islam: Kepasrahan, Keselamatan
Agama
» Pesantren dan
Kajian Islam
» HAJI, SIMBOL PERJUANGAN
Agama
» MENGAJI “AL-MAHSHUL FI
Agama
» Pohon Islam
Kajian Islam
» 4 Langkah Persiapan
Kesehatan
» Ingin Sukses dalam
Pendidikan
» Tips Mengambil Langkah
Pendidikan
» Tips Mengatasi Nyeri
Kesehatan
» Tips Atasi Rasa
Pendidikan
» Tips Cara Alami
Kesehatan
» Fikih Indonesia dan
Kajian Islam
» Islam Rahmat Lil
Agama
» Menangkal Radikalisme
Agama
» Kode Rahasia Handphone
Iptek
» Ukuran Standar Cetak
Komputer
» Kode Rahasia Handphone
Iptek
» Petunjuk Rasulullah S.A.W
Agama
» Adab Puasa
Agama
» Puasa Yang Disyari'atkan
Agama
SURVEY CUPLIKCOM NEWS
Poll



Hari ini tidak ada Voting.



 CuplikCom » Opini » Agama » Detail Opini
» Terbaca 144 kali
Islam: Kepasrahan, Keselamatan dan Kedamaian
Agama | Selasa, 15 November 2011 10:24
Oleh : KH. Husein Muhammad*

Share |

Secara harfiyah Islam pertama-tama bermakna ketaatan, kepasrahan dan ketundukan (al-Tha'ah wa al-Taslim wa al-Inqiyad) kepada Tuhan Yang Maha Esa, kepada siapa semua ciptaan-Nya mengabdikan/menghambakan diri. Tuhan menyatakan dalam kitab sucin-Nya, Al-Qur'an al-karim:

"Wa Ma Khalqtu al Jinn wa al Insa Illa Liya'buduni". Para ahli tafsir menerjemahkan ayat ini secara berbeda-beda, tetapi satu substansi, maksud "Aku tidak menciptakan Jin dan Manusia kecuali agar mereka Menyembah-Ku, Mengenal-Ku, Meng-Esakan-Ku". Tuhan Allah yang dipercayai kaum muslimin adalah Tuhan bagi semua ciptaan-Nya. Dialah "Rabb al-‘Alamîn".

Maka Islam hadir untuk semua makhluk Tuhan; manusia, jin dan alam semesta, kapan saja dan di mana saja. Dengan begitu di hadapan-Nya semua makhluk, tanpa melihat aneka latarbelakang social-budaya berada dalam posisi yang sama dan setara sebagai hamba Tuhan.

Islam juga berarti keselamatan dan kedamaian (salam). Nabi mengatakan: "Al-Islâm Man Salima al-Muslimûn min Lisânihi wa Yadihi" (orang Islam (muslim) adalah orang yang kehadirannya membuat rasa aman bagi orang lain baik dari ucapan maupun tangannya). Nabi Muhammad Saw selalu menganjurkan umatnya ketika bertemu untuk menyampaikan salam dengan ucapan:

"Assalâmu'alaikum wa Rahmah Allah wa Barakatuh", yang maknanya adalah "Semoga keselamatan, kedamaian, kasih saying dan keberkatan atas kalian. Nabi mengatakan bahwa di antara kewajiban seorang muslim adalah menyebarkan ‘salam' (Ifsya al Salam). Membaca salam pada akhir shalat juga dinyatakan sebagai kewajiban dalam Islam.

Ajaran Islam ini tidak hanya dibicarakan atau diwacanakan, tetapi juga menjadi cara hidup Nabi Muhammad saw. dalam kehidupan sehari-hari. Demikian juga cara hidup khulafâ' al-rasyidûn (para pengganti Nabi yang memperoleh petunjuk) dan para sahabat yang lain. Mereka hidup bersama orang lain yang berbeda agama tanpa membedakan, bersama orang miskin tanpa meminggirkan, bersama perempuan tanpa merendahkan, bersama orang awam tanpa membodohi, bersama orang kecil dan orang kulit hitam tanpa mengurangi hak-haknya dan seterusnya.

Sayyed Hossen Nasr, salah seorang cendikiawan muslim kontemporer terkemuka, kelahiran Iran, mengemukakan pandangannya secara lebih jauh tentang inti Islam ini. Katanya: "Jantung atau inti Islam adalah penyaksian Keesaan Tuhan, universalitas Kebenaran, kemutlakan untuk tunduk kepada Kehendak Tuhan, pemenuhan segala tanggungjawab manusia dan penghargaan kepada hak-hak seluruh makhluk hidup. Jantung atau inti Islam mengisyaratkan kepada kita untuk bangun dari mimpi yang melalaikan, ingat tentang siapa diri kita dan mengapa kita ada di sini, dan untuk mengenal dan menghargai agama-agama lain".

Dia juga mengatakan:"Islam beranggapan bahwa semua agama yang benar didasarkan pada ketundukan mutlak kepada Tuhan. Nama Islam tidak hanya berarti agama yang diwahyukan Tuhan kepada Nabi Muhammad melalui al-Qur'ân tetapi juga seluruh agama yang autentik". (Baca: S. Hossen Nasr, The Heart of Islam).

*Penulis adalah salah satu pengasuh pondok pesantren Dar Al Tauhid Arjawinangun Cirebon  

.
Share |
Komentar

 Berita Terbaru
» SMKN 3 Mataram Rakit 2.000
Humaniora (Sen, 21 Mei 2012 18:01)
» Tips Unik, Memutihkan Gigi Tanpa
Gaya Hidup (Ming, 20 Mei 2012 01:02)
» Kembali Terjadi 4 Mobil
Peristiwa (Ming, 20 Mei 2012 00:02)
» Tips Unik, Saat Puncak Gairah
Gaya Hidup (Sab, 19 Mei 2012 02:14)
» Gairah Seks Wanita Bisa Padam
Gaya Hidup (Sab, 19 Mei 2012 01:45)
» Rumah Petani China Ditelan Oleh
Internasional (Sab, 19 Mei 2012 01:33)
» Benarkah Iran Siap Serang
Internasional (Sab, 19 Mei 2012 00:57)
» Unik, Upacara Wisuda Diselingi Aksi
Humaniora (Kam, 17 Mei 2012 10:31)
» Libur Panjang, Polisi Hentikan Perbaikan
Peristiwa (Kam, 17 Mei 2012 09:55)
» Sabda Sultan Hamengkubuwono X Isyarat
Politik (Kam, 17 Mei 2012 00:04)
» Microsoft Menambah Aplikasi Hiburan
Teknologi (Rab, 16 Mei 2012 18:05)
» Google+ Masih Tertinggal Jauh
Teknologi (Rab, 16 Mei 2012 15:16)
» Jurus Pamungkas Apple Taklukkan Android
Teknologi (Rab, 16 Mei 2012 10:52)
» Sebenarnya Pria Ingin Lihat
Gaya Hidup (Rab, 16 Mei 2012 00:02)
» Gagalkan Aksi Ngeseks Lantaran
Gaya Hidup (Sel, 15 Mei 2012 22:38)
950x100 bawah