Minggu, 20 Mei 2012


CUPLIK BERITA KEMARIN
» Penggulingan Kekuasaan
Agama (Sen/23/01/12)
» Kyai Indramayu Sibuk
Pendidikan (Jum/20/01/12)
» Ikatan Sarjana NU
Pendidikan (Rab/18/01/12)
» Berhakkah Warga
Agama (Sab/14/01/12)
» Gara-Gara SBY,
Agama (Sel/03/01/12)
» Pondok Pesantren Lirboyo
Pendidikan (Sen/02/01/12)
» Bukan Hari Ibu,
Pendidikan (Kam/22/12/11)
» Kekerasan Negara,
Agama (Sab/17/12/11)
» Indramayu Berhasil
Pendidikan (Kam/01/12/11)
» Kebijakan Pemerintah
Pendidikan (Jum/25/11/11)
» Pemerintah Tetapkan
Agama (Sab/05/11/11)
» Berikut Jawaban Alqur'an
Agama (Jum/04/11/11)
» Kebudayaan Idealnya
Budaya (Rab/26/10/11)
» PKS: Penggabungan Kemdikbub
Pendidikan (Sel/25/10/11)
» Problematika Konstitusi
Pendidikan (Kam/20/10/11)
SURVEY CUPLIKCOM NEWS
Poll
Banyak aliran-aliran yang muncul akibat berbagai macam penafsiran atas suatu teks kegamaan, dan itu adalah merupakan kebebasan dalam berkeyakinan, Menurut anda, Apa yang harus dilakukan atas munculnya aliran-aliran baru?
   
Didukung
Dibiarkan
Diberantas
Tidak Tahu
.:: Lihat Hasil ::.
 CuplikCom » Humaniora » Budaya » Detail News
» Terbaca 180 kali
Kebudayaan Idealnya Menjadi Kementerian Tersendiri
Budaya :: Rabu, 26 Oktober 2011 01:08

Posted By Muhammad Robidin - CuplikCom
Share |
Raihan Iskandar, Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKS. (Foto:cuplik.com/am)
Cuplik.Com - Jakarta - Kebudayaan Indonesia yang sangat kaya dan beraneka ragam, akan menjadi pintu utama bangsa dalam meraih pencitraan di mata dunia, bahkan dapat mempertahankan karakter bangsa yang saat ini telah diambang kehancuran.

Hal itu diungkapkan oleh Anggota Komisi X Raihan Iskandar, menurutnya, tindakan SBY yang menggabungkan bidang kebudayaan dan Pendidikan disisi lain akan menimbulkan kerancuan yang cukup pelik.

"Sebenarnya kebudayaan ini harus dijadikan kementerian tersendiri, karena harus lebih mewarnai ke wajah dunia tentang keragaman budaya kita," ujar Raihan di Gedung DPR RI, Selasa (25/10/11).

Menurut Ketua Fraksi PKS di Komisi X itu mengungkapkan bahwa usulan tersebut sempat mencuat di Komisi X, namun perubahan kabinet atas kebijakan SBY di tengah-tengah masa periode menyebabkan kerancuan pada realisasi program bidang kebudayaan yang berkualitas.

"Mengenai usulan adanya kementerian kebudayaan yang terpisah belum ada pembicaraan hingga saat ini," jelas Anggota Dewan Asal Aceh itu.

Namun, lanjutnya, apa boleh buat hak prerogatif presiden tidak bisa diganggu gugat, bahkan DPR sendiri pun sudah menyepakati pada Sidang Paripurna, sehingga harapannya hal ini harus menjadi tantangan yang serius bagi pemerintah dalam hal kebudayaan di Indonesia.

"Presiden ini harus lebih greget lagi untuk menjalankan Kementerian ini (Kemdikbud), ini tantangan bagi SBY, karena adanya salah satu penggemukan di kementerian ini," tandasnya.[am/mr].
Share |
 Berita Terkait
Rab/26/10/11 » Kebudayaan Idealnya Menjadi Kementerian Tersendiri
Sel/25/10/11 » PKS: Penggabungan Kemdikbub Hanya Tempelan
Kam/18/08/11 » Anggaran Pendidikan 2012 Masih Tinggi, 20,2 Persen dari
Ming/16/01/11 » Kemendiknas Himbau Pihak Sekolah Lebih Kreatif
Komentar

 Berita Lainnya
» Tips Unik, Memutihkan Gigi Tanpa
Gaya Hidup (Ming, 20 Mei 2012 01:02)
» Kembali Terjadi 4 Mobil
Peristiwa (Ming, 20 Mei 2012 00:02)
» Tips Unik, Saat Puncak Gairah
Gaya Hidup (Sab, 19 Mei 2012 02:14)
» Gairah Seks Wanita Bisa Padam
Gaya Hidup (Sab, 19 Mei 2012 01:45)
» Rumah Petani China Ditelan Oleh
Internasional (Sab, 19 Mei 2012 01:33)
» Benarkah Iran Siap Serang
Internasional (Sab, 19 Mei 2012 00:57)
» Libur Panjang, Polisi Hentikan Perbaikan
Peristiwa (Kam, 17 Mei 2012 09:55)
» Sabda Sultan Hamengkubuwono X Isyarat
Politik (Kam, 17 Mei 2012 00:04)
» Microsoft Menambah Aplikasi Hiburan
Teknologi (Rab, 16 Mei 2012 18:05)
» Google+ Masih Tertinggal Jauh
Teknologi (Rab, 16 Mei 2012 15:16)
» Jurus Pamungkas Apple Taklukkan Android
Teknologi (Rab, 16 Mei 2012 10:52)
» Sebenarnya Pria Ingin Lihat
Gaya Hidup (Rab, 16 Mei 2012 00:02)
» Gagalkan Aksi Ngeseks Lantaran
Gaya Hidup (Sel, 15 Mei 2012 22:38)
» Mencegah Rasa Trauma Saat
Gaya Hidup (Sel, 15 Mei 2012 11:09)
950x100 bawah