Diskusi Publik oleh Fraksi PKS, tema "Mau Dibawa Kemana Pendidikan Kita?" (Foto:cuplik.com/am)
Cuplik.Com - Jakarta - Sampai saat ini Indonesia belum mempunyai grand design yang jelas tentang pendidikan nasional. Hal itu terlihat jelas belum adanya perencanaan strategis pendidikan nasional yang konsisten menjabarkan amanat UUD 1945.
Hal itu diungkapkan Diskusi Publik di Fraksi PKS DPR RI yang bertema "Mau Dibawa Kemana Pendidikan Kita?". Menurut Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKS, Raihan Iskandar, menyatakan bahwa pendidikan di Indonesia berjalan tanpa batasan yang jelas.
“Pendidikan berjalan tanpa bingkai moral yang tegas, sehingga kehilangan arah dan hakikat yang paling asasi yaitu menghasilkan manusia Indonesia yang berkarakter, berakhlak mulia, beriman dan bertakwa," ujar Raihan Iskandar di Gedung DPR RI, Kamis (13/10/11).
Raihan menjelaskan bahwa formulasi kebijakan pendidikan dapat diraih melalui kajian, pembekalan dan penguatan mengenai konsep pembangunan pendidikan di Indonesia.
“Harapannya, setiap ganti Menteri tidak terjadi pergantian arah kebijakan yang ekstrim. Anak didiklah yang akan menjadi korban dari kebijakan yang berubah-ubah dan tidak mempunyai arah yag jelas,” tegas Raihan.
Proses tersebut, lanjutnya, harus dapat mewujudkan melalui pembekalan pengetahuan, penanaman nilai, pembentukan sikap dan karakter, pengembangan bakat, kemampuan dan keterampilan, menumbuhkembangkan potensi akal, jasmani dan rohani yang optimal, seimbang dan sesuai dengan tuntutan zaman.
Sehingga bagi Raihan, pendidikan adalah salah satu pilar pokok dalam pembangunan bangsa, tinggi rendahnya derajat dan kedudukan bangsa bisa dilihat dari mutu pendidikan yang diterapkan.
"Pendidikan yang tepat dan efektif akan melahirkan anak-anak bangsa yang cerdas, bermoral, memiliki etos kerja dan inovasi yang tinggi," tandasnya.[am/mr].