Minggu, 20 Mei 2012


CUPLIK BERITA KEMARIN
» Penggulingan Kekuasaan
Agama (Sen/23/01/12)
» Kyai Indramayu Sibuk
Pendidikan (Jum/20/01/12)
» Ikatan Sarjana NU
Pendidikan (Rab/18/01/12)
» Berhakkah Warga
Agama (Sab/14/01/12)
» Gara-Gara SBY,
Agama (Sel/03/01/12)
» Pondok Pesantren Lirboyo
Pendidikan (Sen/02/01/12)
» Bukan Hari Ibu,
Pendidikan (Kam/22/12/11)
» Kekerasan Negara,
Agama (Sab/17/12/11)
» Indramayu Berhasil
Pendidikan (Kam/01/12/11)
» Kebijakan Pemerintah
Pendidikan (Jum/25/11/11)
» Pemerintah Tetapkan
Agama (Sab/05/11/11)
» Berikut Jawaban Alqur'an
Agama (Jum/04/11/11)
» Kebudayaan Idealnya
Budaya (Rab/26/10/11)
» PKS: Penggabungan Kemdikbub
Pendidikan (Sel/25/10/11)
» Problematika Konstitusi
Pendidikan (Kam/20/10/11)
SURVEY CUPLIKCOM NEWS
Poll
Banyak aliran-aliran yang muncul akibat berbagai macam penafsiran atas suatu teks kegamaan, dan itu adalah merupakan kebebasan dalam berkeyakinan, Menurut anda, Apa yang harus dilakukan atas munculnya aliran-aliran baru?
   
Didukung
Dibiarkan
Diberantas
Tidak Tahu
.:: Lihat Hasil ::.
 CuplikCom » Humaniora » Budaya » Detail News
» Terbaca 94 kali
Sasando Jangan Hanya Konsumsi Masyarakat NTT
Budaya :: Minggu, 27 Desember 2009 21:15

Posted By - CuplikCom
Share |
(Foto:dreamindonesia.wordpress.com)
Cuplik.Com - Musik tradisional Sasando asal Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebaiknya dikolaborasi dengan musik modern agar popularitasnya tidak hanya sampai di kawasan Nusa Tenggara saja.

"Kolaborasi ini penting agar alat musik tradisional itu lebih dikenal di tingkat nasional maupun internasional," kata komposer musik dan lagu dari Universitas Katolik Widya Mandira Kupang Agus Beda Ama di Kupang, Kamis (24/12).

Ia mengatakan, hasil racikan musisi kenamaan Dwiki Dharmawan pada pagelaran festival musik Sasando memperbutkan Piala Presiden di Kupang belum lama ini dengan merajut sendu lagu ciptaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono "Ku Yakin Sampai Di Sana" merupakan salah contoh kolaborasi yang diinginkan.

"Ini salah satu cara bagaimana agar musik Sasando ini tidak sekedar menjadi konsumsi di kalangan orang NTT, Bali dan sekitarnya saja, tetapi juga dinikmati oleh masyarakat Indonesia dan dunia internasional," katanya.

Beda Ama sependapat dengan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik yang optimis Sasando dapat bersanding di pelataran musik tradisional dengan provinsi lainnya, jika dikolaborasikan dengan musik modern yang berkembang pesat saat ini.

Beda Ama yang juga salah satu tim juri pada pagelaran Festival Musik Sasando itu mengatakan Menteri Jero Wacik sangat terpesona dengan racikan musik petik Sasando oleh musisi Dwiki Dharmawan yang dikolaborasi dengan musik modern.

"Setelah menikmati kolaborasi musik tradisional dengan musik modern yang dimainkan musisi Dwiki Dharmawan itu, Menteri Jero Wacik langsung berjanji akan menggelar fesitaval serupa di tingkat nasional. Ini memberi isyarat kuat bahwa Sasando akan jauh lebih populer jika dikolaborasikan dengan musik modern," katanya.[MI/].
Share |
 Berita Terkait
Ming/27/12/09 » Sasando Jangan Hanya Konsumsi Masyarakat NTT
Komentar

 Berita Lainnya
» Tips Unik, Memutihkan Gigi Tanpa
Gaya Hidup (Ming, 20 Mei 2012 01:02)
» Kembali Terjadi 4 Mobil
Peristiwa (Ming, 20 Mei 2012 00:02)
» Tips Unik, Saat Puncak Gairah
Gaya Hidup (Sab, 19 Mei 2012 02:14)
» Gairah Seks Wanita Bisa Padam
Gaya Hidup (Sab, 19 Mei 2012 01:45)
» Rumah Petani China Ditelan Oleh
Internasional (Sab, 19 Mei 2012 01:33)
» Benarkah Iran Siap Serang
Internasional (Sab, 19 Mei 2012 00:57)
» Libur Panjang, Polisi Hentikan Perbaikan
Peristiwa (Kam, 17 Mei 2012 09:55)
» Sabda Sultan Hamengkubuwono X Isyarat
Politik (Kam, 17 Mei 2012 00:04)
» Microsoft Menambah Aplikasi Hiburan
Teknologi (Rab, 16 Mei 2012 18:05)
» Google+ Masih Tertinggal Jauh
Teknologi (Rab, 16 Mei 2012 15:16)
» Jurus Pamungkas Apple Taklukkan Android
Teknologi (Rab, 16 Mei 2012 10:52)
» Sebenarnya Pria Ingin Lihat
Gaya Hidup (Rab, 16 Mei 2012 00:02)
» Gagalkan Aksi Ngeseks Lantaran
Gaya Hidup (Sel, 15 Mei 2012 22:38)
» Mencegah Rasa Trauma Saat
Gaya Hidup (Sel, 15 Mei 2012 11:09)
950x100 bawah